Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Nurhayati Dapat Berkah Ramadhan Dari Menjual Ikan Salai Tongkol di Anambas

Usaha ikan salai tongkol Nurhayati memang cukup terkenal di kalangan pelanggannya. Ia mendapat berkah Ramadhan, banyak yang memesan salai buatannya

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Rahma Tika
Kisah Nurhayati Dapat Berkah Ramadhan Dari Menjual Ikan Salai Tongkol di Anambas. Foto Nurhayati (62) penjual ikan salai tongkol di Tarempa Anambas 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Bulan Ramadhan membawa berkah bagi Nurhayati (62).

Pengusaha ikan salai tongkol ini mendapat banyak pesanan dari masyarakat Anambas yang ingin berangkat ke Batam maupun ke Tanjungpinang.

Usaha yang sudah belasan tahun digeluti Nurhayati memang cukup terkenal di kalangan pelanggannya.

Tak hanya dari warga Anambas, tetapi juga luar Anambas seperti Batam dan Tanjungpinang.

Selain melayani pesanan orang, Nurhayati juga menjual ikan salainya ke warung-warung kue yang ada di Tarempa.

Baca juga: Kisah Arya Si Manusia Silver di Karimun, Lumuri Cat ke Tubuh Berharap Iba dari Pengendara

Baca juga: Kisah Jessica Wongso yang Bunuh Sahabatnya Pakai Sianida, Sebut Hidupnya Kini Bak Sampah

"Tadi ada yang pesan sampai 25 ekor ikan untuk dibawa sebagai oleh-oleh," ujar Nurhayati, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, penjualan ikan salai akan meningkat saat mudik, puasa, dan hari raya. Biasanya bagi pembeli yang ingin memesan ikan salai miliknya harus dari jauh-jauh hari memesan. Karena melihat kondisi ikan di pasaran.

"Kan kita beli ikan di pasar, jadi kalau mau pesan kira-kira 2 hari sebelumnya. Memang kita ada juga stok di freezer, tapi kadang permintaan orang yang pesan banyak," kata Nurhayati.

Terlebih lagi stok ikan di pasar tak bisa dipastikan. Terkadang kosong.

Untuk harga jualnya, Nurhayati buka harga mulai Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu, tergantung harga ikan di pasar.

Apabila harga ikan di pasar mahal, ia mematok harga yang sesuai.

"Kadang tidak tentu juga. Tidak mungkin kita jual ikan murah kalau di pasar sendiri ikannya mahal. Ikan ini tidak dapat kita tebak juga. Kadang dia mahal kadang murah," tuturnya.

Nurhayati menuturkan saat ikan dirasa cukup mahal, ia memutuskan untuk tidak membeli ikan tersebut. Kecuali ketika ia mendapatkan pesanan barulah ia sanggup untuk membeli ikan.

Untuk proses membuat ikan mentah menjadi ikan salai, Nurhayati butuh waktu hingga 8 jam dengan jumlah ikan sebanyak 30 ekor.

Nurhayati berbagi tips agar ikan salai enak dan tahan lama selama di perjalanan. Yakni harus disalai menggunakan sabut kelapa.

Jika menggunakan tempurung kelapa kurang bagus hasilnya, dan ikan tidak kering sehingga kadar air dalam ikan bisa membuat ikan cepat busuk.

"Kalau pakai tempurung itu di luar masak tapi di dalamnya tak masak. Ikan itu harus kita belah juga biar meresap sampai ke dalam," sebutnya.

Ikan salai yang dibuatnya ada dua macam, yaitu ikan tongkol merah (curing) dan ikan tongkol hitam (jobot). Tergantung selera pembeli.

"Untuk dibawa perjalanan jauh disarankan itu yang curing. Dia kalau kering bagus, isinya tidak basah," jelasnya.

(Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Anambas

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved