Breaking News:

Terbongkar Semua Aliran Dana Korupsi Benih Lobster KKP, Uangnya Sampai Dicicil

Uang partisipasi itu diminta oleh mantan staf khusus Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi, untuk mengeluarkan proses perizinan ekspor.

Editor: Eko Setiawan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa kasus suap izin ekspor benih lobster tahun 2020, Edhy Prabowo menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021). Agenda sidang dengan terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut adalah mendengarkan keterangan saksi. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNBATAM.id |JAKARTA - Fakta terungkap dalam kasus penyelundupan benih lobster oleh KKP beberapa waktu lalu.

Dalam persidangan terungkkap, ada uang partisipasi untuk para perusahaan yang ikut andil di dalamnya.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Anton Setio Nugroho menyebut pada praktik rasuah ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur yang menjerat eks Menteri KKP Edhy Prabowo terdapat uang partisipasi untuk para perusahaan yang ingin ikut andil di dalamnya.

Dia mengatakan, uang partisipasi itu diminta oleh mantan staf khusus Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi, untuk mengeluarkan proses perizinan ekspor.

Adapun salah satu perusahaan yang memberikan uang partisipasi tersebut yakni PT Anugrah Bina Niha (PT ABN) melalui Sukanto Ali Winoto selaku Direktur Utama.

Kata Anton, Sukanto memberikan uang partispasi sebesar Rp2,5 Miliar untuk memuluskan langkahnya melakukan izin ekspor benur, ditambah uang Rp100 juta dengan maksud ucapan terima kasih.

Padahal kata dia, jika berdasarkan permintaan dari Andreau uang tersebut seharusnya berjumlah Rp 3,5 Miliar.

"Pak Kanto mengatakan kalau seperti itu tidak kuat (biayanya Rp3,5 Miliar), jadi hanya Rp2,5 milyar," tutur Anton dalam ruang sidang PN Tipikor.

Lanjut Anton mengaku, dalam pembayarannya uang sejumlah Rp2,5 Miliar tersebut dicicil dalam tahap tiga kali oleh Sukanto kepada Andreau.

Adapun dalam pembayaran pertama kata Anton, Sukanto menyerahkan uang Rp1 Miliar kepada Andreau untuk keperluan memroses izin ekspor benur itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved