Kamis, 30 April 2026

Ternyata Ini Alasan dan Sejarah Mengapa Tidak Ada Ayah dalam Gambar Kaleng Khong Guan

Kaleng biskuit Khong Guan begitu melegenda hingga dikenal banyak kalangan

Tayang:
Kaleng biskuit Khong Guan begitu melegenda hingga dikenal banyak kalangan 

TRIBUNBATAM.id - Kaleng biskuit Khong Guan begitu melegenda hingga dikenal banyak kalangan.

Bahkan kaleng biskuit Khong Guan sering ada saat Lebaran. Entah isinya yang merupakan biskuit beneran atau diisi dengan kerupuk hingga rengginang.

Paling banyak orang tahu tentang lukisan ibu dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan biskuit di kaleng tersebut. Tetapi, banyak yang bertanya-tanya kenapa tidak ada ayah dalam lukisan itu dan kemana dia?

Berdasarkan Kompas.com, 3 Juni 2020, pelukis gambar Khong Guan adalah Bernardus Prasodjo. Dalam sebuah video yang diunggah ANTARA News di YouTube, Bernardus menuturkan alasan tidak adanya sosok ayah dalam gambar tersebut.

Bernadus mengaku, sebenarnya dia tidak tahu persis alasan ketiadaan sosok ayah dalam gambar itu. Meski demikian ia memiliki sebuah teori, "Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ. Karena yang belanja ibunya kok," jawab Bernardus.

Bernardus menjelaskan proses pembuatan gambar itu. Awalnya ia membuat sketsa dengan komposisi gambar sesuai pesanan, "Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini mau gak. Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis," ujarnya.

Awal mula gambar dibuat

Lukisan itu dia buat sekitar tahun 1970-an. Waktu itu, dia mendapat pesanan untuk gambar itu dari sebuah perusahaan separasi film, "Mereka pesan banyak sekali gambar ke saya. Salah satunya Khong Guan itu," kata Bernardus.

Adapun inspirasinya adalah sebuah potongan gambar dari sebuah majalah yang sudah lusuh. Dia diberi contoh gambar itu, lalu mengikuti arahan yang diberikan pihak pemesan agar sesuai dengan keinginan mereka.

Menurut Bernardus, gambar yang sampai saat ini menghiasi kaleng biskuit Khong Guan itu tidak banyak berbeda dengan gambar contoh yang disodorkan padanya, "Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja," papar dia.

Awal karier Bernadus

Pelukis Kaleng Khong Guan, Bernandus Prasodjo
 
Pelukis Kaleng Khong Guan, Bernandus Prasodjo

Bernardus menuturkan dia mengawali karier sebagai pelukis profesional sejak menjalani kuliah di Institut Teknologi Bandung, Yang penting dari pekerjaan-pekerjaan semacam itu, bisa punya rumah, bisa punya mobil," kata dia.

Dia tinggal di kos di Jalan Lengkong Kecil Bandung bersebelahan dengan kantor redaksi Aktuil, sebuah majalah musik terkenal saat itu, "Kami suka main ke situ, bantu-bantu buat ilustrasi. Keterusan. Lama-lama kuliahnya ketinggalan," ungkap Bernadus.

Di sana dia mulai mendapat pesanan komik, yang lama-lama semakin banyak. Mulai dari komik, dia mendapat pesanan dari perusahaan untuk menggambar produk mereka, "Dulu, saya ke supermarket, itu bangga sekali. Hampir semua etiket-etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi, makin ke sini, makin sedikit," tutur Bernardus.

Sejarah Khong Guan
Biskuit Khong Guan termasuk produk terkenal di Indonesia, jangkauannya hingga ke desa-desa seperti saat Lebaran. Walaupun terkenal di Indonesia, ternyata sebenarnya Khong Guan berasal dari Singapura.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved