Breaking News:

Tradisi Turun Temurun Lebaran di Lingga, Makan Bersama Hingga Ziarah Kubur

Masyarakat Lingga memiliki cara tersendiri yang diwariskan secara turun temurun dalam merayakan Idul Fitri

TRIBUNBATAM.id
Masyarakat Lingga memiliki cara tersendiri yang diwariskan secara turun temurun dalam merayakan Idul Fitri 
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah tahun 2021 sudah tiba.
Masyarakat Lingga yang dikenal dengan sebutan Negeri Bunda Tanah Melayu memiliki cara tersendiri yang diwariskan secara turun temurun dalam merayakan hari kemenangan umat Islam itu.
Berikut TribunBatam.id sajikan beberapa tradisi yang masih berkembang di wilayah Kabupaten Lingga hingga saat ini dalam merayakan hari lebaran.
 
1. Makan besar atau makan bersama
Makan besar atau makan bersama dilakukan setelah shalat Ied. Dalam hal ini salah satunya dirayakan juga oleh masyarakat Kampung Tanjung Dua, Desa Selayar, Kecamatan Selayar.
Dari pantauan TribunBatam.id, Kamis sekira pukul 09.00 WIB, masyarakat Kampung Tanjung Dua membawa makanan yang berupa ketupat, lontong atau segala makanan siap saji yang telah dimasak untuk dibawa ke Masjid.
Makanan itu tentunya sebagai hidangan besar untuk warga makan bersama, dalam menikmati dan merayakan lebaran.
Hal itu tentunya dengan maksud untuk memperkuat tali silaturahmi antar sesama dan saling bermaafan, dengan momen hari Raya Idul Fitri.
Seorang yang menjadi Khatib, Muhammad Arifin mengatakan, bahwa hal ini sebagai bentuk syukur dalam merayakan kemenangan, setelah melewati puasa di bulan Ramadhan satu bulan lamanya.
"Mari kita tingkatkan takwa kepada Allah, atas Ramadhan yang telah kita lalui," ucapnya.
Dari pantauan TribunBatam.id, terlihat senyum, sapa dan salam menghiasi Masjid Kampung Tanjung Dua saat itu, tentunya sambil menikmati hidangan yang telah disajikan.
 
2. Ziarah Kubur
Ziarah Kubur merupakan hal yang wajib dilakukan oleh masyarakat Lingga ketika berada pada 1 Syawal atau hari lebaran.
Setelah makan bersama dan saling bermaafan,m masyaraka Lingga meluangkan waktu di hari bahagia mereka untuk berziarah pada makan orang yang telah mendahului mereka.
Seperti orang tua, kakek, saudara, nenek dan lain-lain.
Salah seorang warga, Abdul Wahab ketika ditemui TribunBatam.id, juga tampak melakukan Ziarah di makam ayah mertuanya.
"Ziarah ini sebagai kiriman doa kepada mereka yang mendahului kita, jadi bukan cuma kita yang bahagia. Semoga, dengan doa yang kita panjatkan, orang yang telah meninggal juga bisa merasakan bahagia di sana," ucapnya Wahab.
Makam Kampung Tanjung Dua pun tampak dipenuhi warga dari berbagai kalangan, untuk membaca tahlil dan mengirimkan doa kepada orang yang telah meninggal dunia.
 
3. Bertamu
Bertamu merupakan hal yang umum dilakukan masyarakat ketika merayakan lebaran.
Sanak saudara melakukan kunjungan atau bertamu dari rumah kerumah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama.
Bahkan, tidak hanya pada hari raya pertama, lima hari berturut-turut banyak kalangan warga yang masih mengunjungi rumah yang mereka kenal.
Dengan antusias bertamu tersebut, sejumlah warga baik yang berkendara maupun pejalan kaki tampak memenuhi jalan raya untuk singgah bertamu ke rumah sanak saudara.
"Ini sebagai bentuk silaturahmi dan saling meminta maaf dan memohon ampun, takutnya ada salah yang pernah kita buat," kata salah seorang warga, Bachtiar. (yda)
 
(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Penulis: Febriyuanda
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved