Jumat, 1 Mei 2026

Kenapa Negara Arab Saudi Diam Mengenai Konflik Israel-Palestina?

Pertanyaan terkait apa penyebab negara Arab diam saat konflik Israel-Palestina akhirnya sudah terungkap.

Tayang:
Collage/AFP via middleeasteye.ne
Apa penyebab negara Arab diam soal konflik Israel-Palestina? Foto: Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Berbagai sanksi dijatuhkan Paman Sam Cs kepada negeri Mullah tersebut.

Hal ini sangat berbanding terbalik dengan Arab Saudi, Qatar, UEA, dan sejumlah sekutu AS di kawasan tersebut.

Di bidang militer misalnya, Amerika Serikat "memberikan" persenjataan kelas 1 kepada mereka. Mulai F-15 untuk Arab Saudi hingga jet tempur siluman F-35 kepada UEA.

Kembali ke Iran, bukan rahasia jika Iran jualah yang menjadi penyandang dana dan persenjataan milisi Hizbullah di Lebanon. Milisi yang kekuatannya jauh di atas Angkatan Bersenjata Lebanon.

"Bantuan Iran kepada kelompok milisi di Gaza telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam hal jangkauan, keakuaratan,"

"serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan," kata ujar pejabat intelijen Barat yang tak bersedia disebut namanya, seperti dilaporkan kembali The Sun, Minggu (16/5/2021).

Dia yakin para pakar Hamas berkunjung secara rutin ke Iran dan mendapat pelatihan memproduksi dan mengoperasikan sistem persenjataan canggih.

Kunjungan tersebut mencakup pemeriksaan fasilitas produksi roket milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Iran selama ini dikenal sebagai negara yang secara terbuka mendukung Palestina.

Meski secara ideologi memiliki perbedaan.

Iran adalah negara dengan mayoritas umat Islam Syiah.

Sementara penduduk Palestina merupakan muslim Sunni.

Daya jangkau

Jala Tower, gedung 13 lantai di Gaza hancur rata tanah setelah dibom Israel.
Jala Tower, gedung 13 lantai di Gaza hancur rata tanah setelah dibom Israel. ((Robotorial/Antara Foto/Reuters))

Kelompok Hamas secara historis mengandalkan roket Qassam jarak pendek, yang memiliki jangkauan sekitar 6 mil (9,6 km) untuk menyerang Israel.

Namun dalam serangan ke Israel terbaru, Hamas telah menggunakan roket jarak menengah dengan jangkauan 25 mil, serta roket M-75 dan J-80 dengan jangkauan yang lebih jauh, yaitu antara 50-60 mil (80,5 km - 96,5 km).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved