Breaking News:

KEPRI TERKINI

Jembatan Batam Bintan Target Selesai Sebelum 2024, Pemerintah Siapkan Dana 

Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan Jembatan Batam Bintan selesai sebelum tahun 2024. Dan saat ini, dana pembangunan sudah disiapkan.

Editor: Tri Indaryani
tribunbatam.id/istimewa
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meninjau Landing Point Jembatan Batam Bintan di sisi Pulau Bintan, Jumat (23/4/2021) 

2.Pulau Tanjung Sauh 3,350 panjang (Km).

3.Pulau Bintan 2,074 panjang(Km).

Total:7,64 panjang(Km).

Sehingga total keseluruhan panjang jembatan dan jalan 14,749 Km.

Butuh Rp 50 M

Diberitakan, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menyampaikan, progres pembangunan Jembatan Batam Bintan.

Dalam waktu dekat, rencananya akan dilakukan MoU pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Batam Bintan

"Ya dalam waktu dekat kita akan MoU pembebasan lahan. Agar segera dan cepat dilakukan pembangunan Jembatan Batam Bintan yang menjadi proyek strategis," ujarnya, Jumat (16/4/2021).

Untuk pembebasan lahan itu, Pemprov Kepri melalui dana APBD akan mengucurkan kurang lebih Rp 50 miliar.

"Saya kira kita keluarkan Rp 50 miliar untuk lahannya agar clear tidak masalah. Kita dapat Rp 18 triliun untuk jembatan segera terbangun," ucapnya.

Baca juga: Realisasi Jembatan Batam Bintan, Ansar Ahmad Minta Doa LAM dan Masyarakat Kepri

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat bersilaturahmi dan berdiskusi di Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat bersilaturahmi dan berdiskusi di Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri (tribunbatam.id/istimewa)

Dalam pembebasan lahan itu, lanjut Ansar, juga ada kewajiban Pemprov Kepri dalam survei kedalaman laut untuk pancang.

"Sama satu lagi, terkait dokumen lingkungan. Untuk dokumen itu sudah dianggarkan juga dan sedang proses lelang," sebutnya.

Ditanyakan, apakah pembangunan Jembatan Batam Bintan akan terdampak karena defisitnya APBN mencapai Rp 1000 triliun?

"Ini kan dari KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha). Sumbernya kan dari pihak ke 3, baik dari BUMN, bisa juga dari bank-bank penyedia investasi, dan sisi pemerintahnya anggaran yang bersumber dari luar.

Kita sangat optimis pembangunan jembatan terealisasi," ucapnya.

Sesuai koordinasi awal, Jembatan Batam Bintan ini nantinya memiliki row jalan 100 meter dan dibagi dalam tiga trase.

Panjang Trase Pulau Batam adalah 1,64 Km dilanjutkan trase Pulau Tanjungsauh sepanjang 3,35 Km dan Trase Pulau Bintan sepanjang 2,40 Km.

Dari sejumlah informasi, lelang KPBU bakal dilaksanakan tahun ini. Pelelangan akan dimulai setelah mendapatkan rekomendasi tinggi vertical clearance Jembatan Batam Bintan.

Akhir tahun lalu, Pemprov Kepri sudah mengusulkan vertical clerance untuk tiap trase. Vertical clearance untuk trase Batam ke Tanjungsauh setinggi 20 meter.

Sementara dari Tanjungsauh ke Pulau Buau setinggi 40 meter.

Kementerian PUPR: Sudah ada Investor yang Berminat

Diberitakan, Pembangunan Jembatan Batam Bintan menjadi salah satu proyek strategis yang terus digesa Pemerintah.

Tidak hanya Pemprov Kepri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerian PUPR menyebut, jika sudah ada investor yang berminat dalam pembangunan jembatan yang ditaksir menelan biaya hingga Rp 8 triliun ini.

Dilansir dari Kontan.co.id dengan judul 'Kementerian PUPR targetkan lelang proyek jembatan Batam–Bintan pada akhir tahun 2021', Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, proyek jembatan Batam Bintan akan ditawarkan dengan skema KPBU.

Saat ini proyek Jembatan Batam Bintan masih dalam review teknis dan finansial karena ada perubahan sejumlah asumsi.

Ia mencontohkan, jika ada permintaan untuk penambahan jalur motor di jembatan, yang itu nanti berimplikasi pada investasi.

Gubernur Kepri Kebut Jembatan Batam Bintan, Menteri PUPR Kasih Restu. Foto Gubernur Kepri Ansar Ahmad bertemu Menteri PUPR di Jakarta, Senin (29/3/2021).
Gubernur Kepri Kebut Jembatan Batam Bintan, Menteri PUPR Kasih Restu. Foto Gubernur Kepri Ansar Ahmad bertemu Menteri PUPR di Jakarta, Senin (29/3/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Lalu kemudian penambahan lebar jembatan tol, dulu inginnya 26 meter, sekarang inginnya 32 meter karena harus ada jalur motor tadi.

“Ini yang membuat kemudian kita sedikit bergeser dari jadwal semula. Jadi itu antara lain yang harus dilihat kembali,” terang Eko, Sabtu (3/4/2021).

Eko menuturkan, nantinya jika proyek Jembatan Batam Bintan secara ekonomi feasible tetapi finansial tidak feasible, maka akan disiapkan untuk dukungan pemerintah.

Hal ini harus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain.

Proyek Jembatan Batam Bintan rencananya akan dilelang pada kuartal dua tahun 2021.

Eko menjelaskan, proyek Jembatan Batam Bintan menjadi salah satu proyek dari 12 proyek jalan dan jembatan yang telah masuk dalam daftar rencana KPBU tahun ini.

“Semua kita harapkan selesai tahun ini, proses ini dan kemudian mudah-mudahan kita bisa tawarkan di akhir 2021,” tutur Eko.

Sebelumnya, Eko mengungkapkan, sudah ada investor yang tertarik dalam pembangunan Jembatan Batam Bintan.

Baca juga: Berita Populer Kepri, Ketebalan Semen tak Sesuai Spek hingga Update Jembatan Batam Bintan

Baca juga: Gubernur Kepri Kebut Jembatan Batam Bintan, Menteri PUPR Kasih Restu

Namun, status pasti jumlah investor, Eko menjelaskan baru dapat diketahui saat sudah memasuki tahap pengadaan badan usaha pelaksana (BUP).

Termasuk juga estimasi berapa lama nantinya proyek tersebut akan dirampungkan.

Terkait estimasi biaya investasi yang diperlukan dalam pembangunan Jembatan Batam Bintan, Eko menyebut ada sekitar Rp 8 triliun.

"Beberapa investor menyatakan minat. Status pasti jumlah investor diketahui saat sudah memasuki tahap pengadaan badan usaha pelaksana," jelas Eko.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahkan sampai datang ke Jakarta.

Ansar melobi pihak kementerian agar pembangunan Jembatan Batam Bintan segera teralisasi untuk mendukung perkembangan ekonomi di Kepri.

“Tahap demi tahap pembangunan jembatan ini telah kita lalui, dan saat ini pembahasan telah berada di Kementerian PUPR.

Maka terus kami dorong agar pembangunannya bisa dimulai pada tahun 2022,” kata Ansar Ahmad setelah melakukan pertemuan dengan Menteri PUPR di Jakarta, Senin (29/3/2021) lalu.

Menko Luhut Soal Jembatan Batam Bintan

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya meminta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad membuat studi keekonomian dalam pembangunan Jembatan Batam-Bintan atau Jembatan Babin.

Sehingga, kehadiran jembatan Babin kedepan, bisa berdampak ekonomi lebih besar. Ia berharap, nantinya Jembatan Babin tidak seperti Jembatan Barelang.

"Pak Gubernur, dibuat nanti studi keekonomiannya.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menyampaikan perkembangan pembangunan Jembatan Batam Bintan dalam video converence dari atas kapal kepada Menko Maritim dan Investasi Luhun Binsar Panjaitan.
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menyampaikan perkembangan pembangunan Jembatan Batam Bintan dalam video converence dari atas kapal kepada Menko Maritim dan Investasi Luhun Binsar Panjaitan. (tribunbatam.id/istimewa)

Bisa dihitung manfaatnya keekonomiannya," ujarnya, Kamis (17/3/2021)

Hal itu disampaikan Luhut Binsar Panjaitan, saat meninjau tapak Jembatan Babin di Kabil, Batam, Provinsi Kepri.

Turut hadir mendampingi, bersama Menkopolhukam RI, Mahfud MD dan Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi.

Hadir juga Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan lainnya.

Menurutnya permintaan untuk dihitung dampak keekonomian dinilai penting.

Ini karena biaya pembangunannya yang terbilang besar.

Dimana, jembatan Barelang dibangun dengan dana yang cukup besar, namun dampak ekonominya, dinilai belum maksimal.

"Jangan seperti Jembatan Barelang. Sudah sekian puluh tahun penggunaannya tidak efesien.

Investasi sudah mencapai ratusan miliar atau triliun, tapi penggunaannya sangat minim," bebernya.

Dalam laporan yang disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, jika Jembatan Babin dibangun, maka potensi mobil melintas, sekitar 7ribu per hari.

Namun diminta agar ada studi. Studi yang dilakukan juga diminta dengan perhitungan yang matang.

"Sehingga pemanfaatan uang yang diinvestasikan sia-sia.

Ilustrasi Jembatan Batam Bintan
Ilustrasi Jembatan Batam Bintan (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Kalau di sini seperti apa yang didilaporkan Pak Gubernur Kepri bisa 7 ribu mobil satu hari, saya kira bisalah.

Tapi harus dari hasil studi. Jangan membuat studi yang hasilnya tidak tetap," pesan Luhut.

Dalam kunjungan ini, Luhut juga menyinggung, terkait lego jangkar, industri clean energi dalam menangani masalah limbah oil, penertiban kapal dan lainnya.

Penanganan diminta dilakukan teritegrasi. Terutama antara penanganan limbah dan penertiban kapal hingga labuh jangkar.

"Karena masalah limbah ini rupanya sangat besar (di Kepri).

Tadi sudah disebutkan hampir 40 sampai 50 ribu ton per satu bulan.

Makanya (hadir perusahaan clean energy), untuk mengubah jadi energi yang bagus," bebernya.

Ia menambahkan hal itu menjadi perhatian mereka.

Sehingga dalam kunjungan ini ia juga mengajak Menkopolhukam, Mahfud MD. Agar kedepan bisa saling berintegrasi.

"Kami berbarengan hadir dengan Menkopolhukam hadir, karena menyangkut masalah keamanan.

Nanti akan kami koordinasikan bersama. Supaya semua penyelesaian lebih terintegrasi," tuturnya.

Bakal Dongkrak Ekonomi Bintan

Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan yakin, ekonomi Kepri akan semakin meningkat, khususnya di kawasan Batam Bintan.

Itu dengan hadirnya Jembatan Batam Bintan yang masuk dalam proyek strategis nasional.

Roby Kurniawan ikut mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa saat mengecek tapak Jembatan Batam Bintan yang berada di Bintan, Jumat (23/4/2021) lalu.

Tak sendirian, saat itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan sejumlah pihak terkait lainnya juga ikut serta.

"Kalau lancar, kawasan Kepri khususnya Batam Bintan tentunya akan semakin maju," kata Roby.

Baca juga: Update Jembatan Batam Bintan, Pembangunan Dibiayai Pemerintah dan Investor, Ini Porsinya

Ilustrasi Jembatan Batam Bintan
Ilustrasi Jembatan Batam Bintan (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Hal serupa disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri optimistis pembangunan Jembatan Batam Bintan akan segera dibangun dan berdampak positif bagi ekonomi Kepri.

“Saya yakin dengan kunjungan pak Menteri ini dapat lebih mempercepat terbangunnya Jembatan Batam Bintan,” ujar Ansar.

Sementara itu dari data teknis pembangunan Jembatan Batam Bintan yang terpasang di lokasi acara, proyek ini diperkirakan menelan biaya Rp 13,12 triliun.

Dengan lebar jembatan 33 meter, spesifiknya standar jalan tol ditambah jalur kendaraan roda dua.

Jembatan khusus terdiri dari 2 jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan.

Porsi pembiayaannya, dari jembatan penghubung Batam-Tanjung Sauh dibiayai pemerintah. Sedangkan Tanjung Sauh–Bintan akan dibangun investor melalui proses lelang.

Panjang Jembatan Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2.124 meter dan Tanjung Sauh ke Bintan 5.561 meter. Jadi total panjangnya sekitar 7.685 meter.

Sedangkan untuk sisi Darat/panjang jalan:

1.Pulau Batam 1,640 panjang (Km).

2.Pulau Tanjung Sauh 3,350 panjang (Km).

3.Pulau Bintan 2,074 panjang(Km).

Total:7,64 panjang(Km).

Sehingga total keseluruhan panjang jembatan dan jalan 14,749 Km.

Tinggal Finalisasi KPBU

Diberitakan, progres pembangunan Jembatan Batam Bintan semakin menampakkan kemajuan. Apalagi setelah Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa meninjau Landing Point Jembatan Batam Bintan di sisi Pulau Bintan.

Bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kepala Bappenas langsung menuju landing point di Pulau Bintan, setelah menunaikan shalat Jumat. Turut hadir pada peninjauan itu Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

Seusai peninjauan, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyarankan untuk memisahkan proses pembangunan kedua segmen Jembatan Batam Bintan. Hal ini agar proses pekerjaannya lebih terbuka dan lebih cepat selesai.

"Kalau saya inginnya bagaimana proyek ini dapat cepat dikerjakan. Minimal tepat waktu,” ujar Menteri Suharso di Bintan, Jumat (23/4/2021).

Diketahui, progam utama Menteri Suharso ke Kepri salah satunya meninjau Landing Point Jembatan Batam Bintan di Bintan.

Baca juga: Update Jembatan Batam Bintan, Pembangunan Dibiayai Pemerintah dan Investor, Ini Porsinya

Baca juga: BREAKING NEWS, Menteri PPN/Kepala Bappenas Cek Jembatan Batam Bintan

Kedatangan Menteri PPN itu disambut Gubernur Kepri Ansar Ahmad di VIP Bandara RHF Tanjungpinang. Menteri Suharso tampak didampingi Deputi Bidang Sarana Prasarana Josaphat Rizal Primana.

Sementara itu, pembangunan Jembatan Batam Bintan akan terdiri dari 2 segmen, yaitu segmen Pulau Batam - Pulau Tanjung Sauh sepanjang 2,124 km dengan vertical clearence 20 meter. Lalu segmen Pulau Tanjung Sauh - Pulau Buau - Pulau Bintan sepanjang 5,561 dengan vertical clearance 40 meter.

Mekanisme Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) merupakan kerja sama dalam hal penyediaan infrastruktur untuk kepentingan umum. Skema KPBU diperlukan mengingat adanya keterbatasan APBN dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang menyebabkan adanya selisih pendanaan (funding gap) yang harus dipenuhi.

"Tugas kita dari pemerintah mulai dari perencanaan dan pembiayaan melalui APBN sudah disiapkan. Sekarang tinggal penyelesaian proses KPBU dengan pihak investor,” kata Menteri Suharso.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan, dengan pembangunan Jembatan Batam Bintan ini akan turut mengembangkan wilayah-wilayah yang menjadi jalur pembangunannya. Contohnya Pulau Tanjung Sauh yang akan diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi.

"Kedatangan Pak Kepala Bappenas ke Kepri memang ingin melihat kesiapan kita tentang rencana realisasi pembangunan Jembatan Batam Bintan," ujar Ansar.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Batam Bintan diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 13,12 triliun, yang sebagian besar bersumber dari APBN. Secara fisik Jembatan Batam Bintan mempunyai lebar 33 meter dan panjang 14,749 kilometer.

"Keberadaan Jembatan Batam Bintan ini sangat penting, tidak hanya menjadi salah satu ikon nasional, tetapi juga diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam dan Pulau Bintan serta Kepri secara keseluruhan," tegas Ansar.

Pada Maret lalu, Ansar juga meninjau landing point Jembatan Batam Bintan di Pulau Batam. Saat itu, peninjauan dilakukan bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (TribunBatam.id/Alfandi Simamora/Endra Kaputra/Roma Uly Sianturi) (Kontan.co.id)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Berita Tentang Bintan

Sebagian artikel ini bersumber dari Kontan.co.id

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved