BATAM TERKINI
Polsek Batuaji Tunggu Keterangan Korban Kencan Berdarah Hotel Holie
Polsek Batuaji fokus mengungkap motif kasus penganiayaan kencan berdarah yang dialami Desti Ika Pertiwi di Hotel Holie.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyidik Polsek Batuaji masih fokus mengungkap motif penganiayaan yang dialami Desti Ika Pertwi di Hotel Holie Batuaji.
Kapolsek Batuaji AKBP Jun Chaidir, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa menggali keterangan dari korban karena masih dalam perawatan Intensif di RSUD Embung Fatimah.
Saat ini, pihaknya baru mendapat keterangan dari tersangka Heru Arnandi (23).
Wanita 27 tahun itu sebelumnya nyaris tewas digorok pelaku dalam kamar hotel Holie nomor 208, Senin (17/5/2021).
Tersangka berikut barang bukti berupa pisau yang diduga dipakai untuk menganiaya diamankan sebagai barang bukti.
"Kami baru dapat keterangan dari pelaku.
Hal ini belum bisa menjadi acuan," ungkap Jun, Rabu (19/5/2021).
Dari keterangan sementara tersangka, terungkap jika kejadian berawal dari hubungan asmara dimana setelah melayani pelaku,
korban masih membuka aplikasi untuk mencari pelanggan lain.
"Sekali lagi, ini belum bisa jadi acuan.
Kami tetap menunggu keterangan dari korban," kata Jun.
SAKSI Hidup Lemas Lihat Darah
Andi, pedagang yang membuka lapaknya di samping Hotel Holie, Batuaji sebelumnya lemas melihat orang yang ia kenal berlari sembari meminta tolong sambil memegang leher yang mengeluarkan darah.
Ia tak menyangka pelanggan setianya bernama Desti Eka Pertiwi (27), jadi korban percobaan pembunuhan di dalam kamar hotel itu.
Desti yang kerap ia sapa Kak Desti bersimbah darah berlari keluar dari dalam kamar hotel, Senin (17/05/2021) siang sekira pukul 10.30 WIB.
"Gak kuat saya lihat begituan Pak, Kak Desti berteriak minta tolong.
Dia mengaku dibacok pria di kamar makanya dia berlari minta tolong keluar hotel," ujar Andi, Selasa (18/5/2021).
Desti dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah setelah mendapat luka sayatan di leher dan pipinya sebelah kiri.
Wanita beranak satu asal Lampung itu kini menjalani perawatan intensif di gedung lantai 3 rawat inap RSUD.
"Tadi malam sudah dipindah dari UGD, sekitar pukul 02.00 WIB," ujar seorang perawat di RSUD Embung Fatimah.
Kata dia, pasien dipindahkan setelah mendapat perawatan yang serius di Unit Gawat Darurat (IGD).
Pantauan Tribun Batam, di lantai 3 rawat inap RSUD EF, beberapa pengunjung mendatangi ruang perawatan.
"Kasihan dia, gak tahu dapat perlakuan kasar sampai begini," ujar seorang teman Desti di rumah sakit.
Nyaris Tewas
Saat kejadian berlangsung, Desti Eka Pertiwi nyaris tewas digorok pelaku di dalam kamar hotel Holie nomor 208.
"Saya kira korban kecelakaan.
Namun korban berteriak minta tolong berlari keluar dari dalam hotel, warga langsung menolongnya," ujar Andi, pedagang di sebelah hotel, Selasa (18/05/2021).
Andi merupakan pedagang makanan tepat di samping Hotel Holie dan menempel di bangunan yang sama.
Andi mengakui peristiwa itu terjadi Senin (17/05/2021) siang sekira pukul 10.30 WIB.
"Posisi saya lagi masak dengan ibu, tiba tiba ada orang berteriak di depan.
Kami mengira kecelakaan, ternyata Desti.
Dari lehernya muncrat darah kencang," ungkap Andi.
Melihat peristiwa itu, Andi mengaku lemas tak berdaya.
Pasalnya Andi melihat darah tak kuat.
Baca juga: Pentolan Projo Gusar Penganiayaan di Hotel Holie: Jangan Rusak Citra Hotel Batam
Baca juga: Pekerja Hotel Holie soal Kasus Berdarah Desti Ika Pratiwi, Tanya Polisi Saja
"Gak kuat saya lihat begituan Pak, Kak Desti berteriak minta tolong.
Dia mengaku dibacok pria di kamar makanya dia berlari minta tolong keluar hotel," sambung Andi.
Saat peristiwa itu, Andi melihat pelaku yang tak lain teman kencan Desti keluar dari hotel tanpa mengenakan baju.
Pelaku memegang sebilah pisau meninggalkan hotel.
Melihat aksi itu, warga pun berusaha mengamankan pelaku.
Bagi Andi, korban Desti Eka Pertiwi merupakan orang yang baik dan ramah.
Desti merupakan pelanggan warung miliknya.
"Kak Desti itu orang baiklah, dia orangnya sopan.
Makan di sini sudah sering, kadang dia sama anaknya yang masih kecil, umur 2 tahun," ujar Andi.
Andi mengenal korban Desti sudah hampir 2 tahun dan sering tinggal di Hotel Holie.
Terkait pekerjaan Desti, Andi mengaku tak begitu mengetahui.
"Kalau kerjanya tak begitu tahu, tapi walau gimana pun itu laki-laki sudah jahat sekali sampai mau membunuh.
Kasihan Kak Desti masih punya anak kecil," sebutnya.(Tribunbatam.id, Ian Sitanggang/Bereslumbantobing)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
Memperingati Hari Ulang Tahun Bank BJB, Gramedia Batam Beri Diskon 60 Persen Untuk Pengguna Kartu Kredit dan Debit Bank BJB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penganiayaan-di-hotel-holie-batam.jpg)