Kamis, 7 Mei 2026

Kasus Covid-19 di Malaysia Tambah Lagi 6.806, Mahathir: Warga Malaysia Harus Dikurung dalam Rumah

Hari ini, Kamis (20/5/2021) Malaysia mencatat tambahan kasus baru 6.806, rekor harian baru melewati jumlah kasus baru Rabu (19/5/2021)

Tayang:
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
Free Malaysia Today
Dr Mahathir Mohamad tersenyum setelah menerima dosis pertama vaksin Covid-19. 

PETALING JAYA, TRIBUNBATAM.id - Lonjakan kasus Covid-19 di Malaysia kembali terjadi Kamis (20/5/2021).

Hari ini, Kamis (20/5/2021) Malaysia mencatat tambahan kasus baru 6.806, rekor harian baru melewati jumlah kasus baru Rabu (19/5/2021).

Dalam sebuah posting Twitter, direktur jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan kasus kumulatif negara sekarang mencapai 492.302.

Seperti dikutip dari TheStar, Selangor mencatat 2.277 kasus baru - angka tertinggi dari semua negara bagian.

Tiga negara bagian lainnya memiliki lebih dari 600 kasus - Kuala Lumpur dengan 655, Johor dengan 615 dan Sarawak dengan 608.

Baca juga: Malaysia Catat Rekor Baru Kasus Baru Covid-19, 6.075 Kasus per Hari, Sebagian Besar di Selangor

Melihat tingginya lonjakan kasus baru, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyarankan diberlakukan lockdown, mengurung warga di dalam rumah mereka dalam waktu tertentu.

Menurut Mahathir pengurungan warga di rumah mereka masing-masing diperlukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. 

"Warga Malaysia harus dikurung di rumah mereka untuk jangka waktu tertentu untuk memutus rantai penularan Covid-19."

"Tetapi perlu dicatat, makanan harus disediakan bagi mereka yang dikurung tapi tidak memiliki pendapatan," kata Mahathir Mohamad.

Mantan perdana menteri itu mengatakan lonjakan angka Covid-19 yang mengejutkan harus segera dihentikan.

Baca juga: Atalanta Kalah, Juventus Juara Coppa Italia, Gasperini: Pasti Kecewa, Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Pemerintah harus memastikan bahwa orang-orang dapat bertahan dari masa sulit ini.

“Merupakan hak untuk memperkenalkan kembali perintah kontrol gerakan (MCO)."

"Tapi sekarang kami jauh lebih ketat dalam melakukannya."

“Kita perlu membatasi orang di rumah mereka."

"Seharusnya tidak ada alasan bagi massa untuk terbentuk."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved