Bukan Perang Agama, Lalu Siapa Hamas & Mengapa Terus Perang dengan Israel?
Perang 11 hari antara Hamas di Palestina dan Israel pekan lalu, membuat banyak korban berjatuhan. Berikut ini data korban yang dihimpun sumber resmi
JERUSALEM, TRIBUNBATAM.id - Perang 11 hari antara Hamas di Palestina dan Israel pekan lalu, membuat banyak korban berjatuhan.
Jumlah penduduk di Jalur Gaza yang tewas dalam peperangan antara Israel dan kelompok milisi Palestina yang berlangsung selama sebelas hari mencapai 248 orang, 66 di antaranya anak-anak.
Sementara penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang.
Hamas yang memerintah di Jalur Gaza menyebut sejumlah kawasan di wilayah itu hancur lebur akibat serangan Israel. Mereka menyatakan sekitar 120 ribu penduduk terpaksa mengungsi.
Sedangkan jumlah korban tewas dari pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza tercatat sebanyak 12 orang.
Baca juga: Surat Cinta Hamas ke Jokowi Soal Pendudukan Israel di Palestina, Istana Buka Suara
Israel dan dua kelompok utama bersenjata di Gaza, Hamas dan Jihad Islam, menyetujui gencatan senjata senjata pada Kamis (20/5) sejak pertempuran antara mereka pecah pada 10 Mei.
Untuk lebih jelas, dilansir berdasarkan laporan AFP, Jumat (21/05/2021), berikut daftar korban jiwa dan kerusakan dari peperangan ini:
Pihak Hamas di Gaza:
- 248 warga Palestina, termasuk 66 anak, tewas akibat serangan udara Israel sejak 10 Mei 2021, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Palestina.
- Dua dokter termasuk menjadi korban yang tewas, termasuk Kepala Medis RS Shifa, rumah sakit utama di Jalur Gaza.
- Lebih dari 1.900 orang, termasuk 560 anak-anak terluka di saat bersamaan.
- Sebanyak 91.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, kata Badan Kemanusiaan PBB.
- Sebanyak1.447 rumah - rumah atau flat - diserang, menurut kelompok Islam Hamas yang mengelola daerah kantong itu.
- Sebanyak 205 blok pemukiman atau rumah hancur total, kata Hamas.
- Sebanyak 75 fasilitas pemerintah dan umum rusak, kata Hamas.
- Sebanyak 14 kilometer (9 mil) pipa air, 50 sumur air dan 17 kilometer pipa limbah terdampak, kata Hamas.
- Diperkirakan 31 gardu listrik dan 79 kilometer kabel terdampak dan sembilan jalur utama terputus.
- 454 mobil atau alat transportasi hancur atau rusak parah.
- Tiga masjid hancur total, 40 masjid dan satu gereja rusak, menurut Hamas.
Baca juga: Warga Palestina Berlarian Teriakkan Takbir Sambut Gencatan Senjata Israel-Hamas
Pihak Israel
- Sebanyak 12 orang tewas di Israel, termasuk satu anak Israel, satu remaja Arab Israel dan ayahnya, seorang India, dan dua warga negara Thailand, kata pihak berwenang Israel.
- Sebanyak 357 orang terluka oleh roket.
- Dari 4.070 roket yang ditembakkan oleh kelompok bersenjata Palestina ke Israel, sekitar 90% dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, kata militer.
- Sebanyak 2.061 klaim diajukan untuk rumah yang terkena roket dan 1.367 lainnya untuk mobil di Israel selatan dan tengah, menurut Otoritas Pajak Israel, yang menangani kompensasi.
Baca juga: Empati ke Palestina, Puluhan Pria Ini Berkumpul di Sawah Baca Mantra Kirim Santet ke Israel?
Lalu siapa Hamas di Palestina?
Hamas merupakan kepanjangan dari Harakat Al-Muqawamah Al-Islamiyah.
Hamas adalah salah satu kubu terpenting dalam sejarah perang alias konflik berkepanjangan antara Palestina dengan Israel yang sudah berlangsung sekian lama
Hamas adalah akronim bahasa Arab dari Harakat Al-Muqawamah Al-Islamiyah yang artinya adalah Pergerakan Perlawanan Islam di Palestina.
Dari sejarahnya, Hamas awalnya bernama Mujama Al-Islamiyah, organisasi onderbouw Ikhwanul Muslimin (IM) dari Mesir yang didirikan oleh Hasan Al-Banna.
Ketika didirikan pertama kali pada 1973, Mujama Al-Islamiyah (cikal-bakal Hamas) adalah organisasi amal dan gerakan sosial untuk membantu korban Palestina yang terdampak perang Arab-Israel pada 1963.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/awseremm.jpg)