Senin, 4 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Penampakan NASAMS, Iron Dome Versi Indonesia, Mampu Tembak Rudal Sampai 70 KM

Penampakan NASAMS, Iron Dome Versi Indonesia, Mampu Tembak Rudal Sampai 70 KM

Tayang:
ISTIMEWA
TNI AU - Penampakan NASAMS, Iron Dome Versi Indonesia, Mampu Tembak Rudal Sampai 70 KM. FOTO: NASAMS 

TRIBUNBATAM.id - Iron Dome milik Israel sempat menyedot perhatian dunia karena kecanggihannya.

Alat ini mampu menghalau serangan roket, sehingga wilayahnya tetap terlindungi.

Iron Dome berbentuk kubah besi yang amat kokoh.

Dengan kemampuannya, serangan roket Hamas tak bisa menembus iron dome ini.

ISRAEL - Apa Itu Iron Dome? Kunci Pertahanan Militer Israel, Penghalau Roket Hamas dari Gaza. FOTO: IRON DOME
ISRAEL - Apa Itu Iron Dome? Kunci Pertahanan Militer Israel, Penghalau Roket Hamas dari Gaza. FOTO: IRON DOME (ISTIMEWA)

Keunggulan itu membuat kerusakan yang dialami oleh israel sangat minim saat konflik.

Tujuannya untuk melindungi kota-kota mereka dari serangan musuh.
Nah, tak hanya Iron Dome yang dilengkapi dengan teknologi canggih.
Di Indonesia, TNI AU juga memiliki sistem pertahanan udara yang tak kalah canggih dengan Iron Dome.
Lantas, apakah itu?

Sekilas tentang NASAMS

Bukan Hanya <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/israel' title='Israel'>Israel</a>, Indonesia Juga Punya <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/iron-dome' title='Iron Dome'>Iron Dome</a> Vers <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/tni-au' title='TNI AU'>TNI AU</a>, Tapi Hanya Lindungi Jakarta
Iron Dome versi TNI AU.(Dokumen Puspen Mabes TNI)

Indonesia Beli Sistem Pertahanan Udara Senilai 77 Juta Dollar AS
ilustrasi.Kanon Giant Bow 23mm sebagai sistem pertahanan udara. (indomiliter.com)

Dilansir dari kompas.com pada Sabtu (22/5/2021), namanya adalah NASAMS atau National Advanced Surface to Air Missile System buatan Kongsberg Norwegia.

Di Indonesia, NASAMS ditempatkan di Teluk Naga , Tangerang , Banten dan berada di bawah kendali TNI AU.

TNI AU sendiri sering menyebutnya sebagai Satuan Peluru Kendali (Satrudal) NASAMS TNI AU.

Di mana Satrudal NASAMS TNI AU ini merupakan sistem pertahanan udara untuk melindungi Ibu Kota Jakarta dengan persenjataan rudal jarak menengah.

Sistem pertahanan udara TNI AU itu terdiri dari radar, peluncur rudal,

dan pos komando untuk mendeteksi ancaman serta mengeksekusi dengan rudal Advanced Medium Range Air to Air Missile (AMRAAM).

Konsepnya sama seperti Iron Dome Israel, maka Iron Dome versi TNI AU ini memantau,

mengidentifikasi, dan mengeliminasi sasaran berupa pesawat tempur, helikopter, rudal jelajah, dan drona (UAV) yang mendekati Ibu Kota.

Dilaporkan jarak tembak 50 sampai dengan 70 km.

Mengutip dari kemhan.go.id, NASAMS didesain untuk memberikan perlindungan terhadap asset–asset penting dan obyek vital bernilai strategis dari serangan udara

Oleh karenanya, beberapa negara lain juga menggunakannya.

Misalnya Amerika Serikat (AS) yang menempatkan NASAMS untuk melindungi obyek vital di Washington DC, termasuk Gedung Putih

Beberapa waktu lalu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo meninjau pembangunan infrastruktur Satrudal NASAMS TNI AU ini.

Marsekal Fadjar mengatakan TNI AU akan terus mengembangkan sistem pertahan udaranya.

Khusus untuk NASAMS, akan difokuskan pada faktor taktisnya.

Tapi, TNI AU juga sudah punya rencana jangka panjang. Di mana mereka tetap ingin memiliki sistem pertahanan udara jarak jauh.

Itulah Iron Dome versi TNI AU, hebat bukan?

Sekilas tentang Iron Dome

Sistem pertahanan anti-rudal buatan Israel, Iron Dome atau Kubah Besi. Lihat Foto Sistem pertahanan anti-rudal buatan Israel, Iron Dome atau Kubah Besi
Sistem pertahanan anti-rudal buatan Israel, Iron Dome atau Kubah Besi. Lihat Foto Sistem pertahanan anti-rudal buatan Israel, Iron Dome atau Kubah Besi (AFP / JACK GUEZ)

Melansir artikel Tribunnews.com dengan judul Mengenal Teknologi Iron Dome, Sistem Pertahanan Militer Israel yang Halau Roket Hamas dari Gaza, Iron Dome adalah sistem pertahanan udara Israel yang berbasis di darat yang ditempatkan di beberapa wilayah dekat Palestina.

Fungsi Iron Dome adalah untuk menghalau roket dan tembakan artileri jarak dekat sebagai antisipasi serangan ke Israel khususnya dari Palestina dan kawasan Libanon.

Mengutip laman Missile Threat, Kamis (13/5/2021), sistem pertahanan ini berisi tiga elemen utama yakni ELM 2084 Multmission Radar (MMR), battle management and weapon control system (BMC), dan unit penembakan yang dilengkapi senjata roket pencegat Tamir.

Iron Dome dibuat layaknya peluncur roket dari darat.

Sistem ini memiliki empat roda yang bisa berpindah tempat.

Kemampuan lainnya yakni mampu mendeteksi serangan roket dari jarak 4 hingga 70 kilometer, kemudian meluncurkan roket pencegat Tamir yang akan menghancurkan roket penyerang di udara.

Roket pencegat Tamir memiliki spesifikasi panjang 3 meter, diameter 0,16 meter, dengan berat 90 kilogram.

Satu roket ini diperkirakan seharga 100 ribu Dollar AS (Rp1,4 miliar) dapat menempuh jarak hingga 40 kilometer.

Saat invasi dari Hamas, Iron Drome sempat kewalahan menghalau roket dari Gaza hingga meledakkannya di udara.

Kecanggihan teknologi ini sempat disiarkan melalui akun pertahanan Israel Defence Forces di media sosial.

Bulir bulir seperti bola api dengan buntut asap terlihat saling bertabrakan dan membuat langit gelap berwarna kemerahan.

Begini cara kerja Iron Dome untuk menghalau roket dari sayap Militer Hamas, Brigade Al Qassam.

Sistem pertahanan Iron Dome diperkirakan menghabiskan dana hingga 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Satu unit Irone Dome disebut dapat menjaga area seluas 150 kilometer persegi.

Dalam perkembangannya, Iron Dome juga mendapatkan sokongan dari Amerika Serikat.

Meski teknologi ini dikembangkan oleh Israel, namun laporan juga menyebut Amerika Serikat turut mendanai pengembangan setelah beroperasi pada 2011.

Berkat dukungan pendanaan itu, AS memiliki hak produksi terhadap Iron Dome Israel.

Israel juga membuka kemitraan dengan perusahaan persenjataan AS bernama Raytheon untuk memproduksi beberapa komponen Iron Dome.

Saat ini, Israel memiliki 10 unit Iron Dome yang ditempatkan di beberapa kota.

Tiap unitnya terdiri dari tiga hingga empat peluncur stasioner, 20 roket Tamir, dan radar medan perang.

(*)

Berita lain tentang TRIBUN WIKI

Baca berita terbaru lainnya di Google

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved