Kamis, 7 Mei 2026

PENEMUAN MAYAT DI BATAM

Penemuan Mayat di Batam, Polisi Kesulitan Ungkap Tewasnya Farul

Polresta Barelang tak ingin mengambil kesimpulan dini tentang penemuan mayat di parit dekat SPBU Mediterania merupakan korban tabrak lari.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.id/ Ichwan Nur Fadilah
Lokasi Mayat Pria Tergeletak di Parit Seberang SPBU Mediterania Kota Batam, Senin (24/5/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penemuan Mayat di Batam buat geger warga sekitar Perumahan Mediterania Batam.

Banyak yang menduga, mayat pria yang diketahui bernama Farul berada di parit seberang SPBU pada Senin (24/5/2021) sore merupakan korban tabrak lari.

Seorang petugas keamanan Perumahan Mediterania, Aji mengatakan, jika korban sehari-hari menghabiskan waktu di pos jaga perumahan itu.

"Sepertinya almarhum (Farul) mau nyebrang ke sini.

Karena sehari-harinya menghabiskan waktu di pos kami ini," ujar Aji kepada TribunBatam.id.

Terkait hal ini, Kanit Lakalantas Polresta Barelang, Iptu Arif Pasada menyebut jika pihaknya tak ingin buru-buru mengambil kesimpulan.

"Untuk kronologis, kami masih belum tahu pasti.

Dikarenakan minimnya saksi dan bukti lainnya," tegas Arif saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Selasa (25/5/2021).

Selain minimnya barang bukti, Arif membeberkan jika di sekitar lokasi kejadian juga tak ditemukan Closed-Circuit Television (CCTv) untuk mengetahui detail penyebab korban meregang nyawa.

Saat ini, lanjut Arif, mayat pria yang diprakirakan berumur 47 tahun itu sudah dievakuasi menuju RSUD Embung Fatimah Batam.

Diketahui pula, Paguyuban Demak Batam akan membawa jenazah tersebut untuk segera dimakamkan.

"CCTv di sana juga tidak ada. Orang kadang-kadang susah juga, tak mau ngomong.

Untuk jenazah mau dibawa oleh paguyubannya, Paguyuban Demak," ungkapnya.

Baca juga: Penemuan Mayat di Parit Seberang SPBU Mediterania, Farul Tewas Diduga Korban Tabrak Lari

Baca juga: Penemuan Mayat Bayi di Batam, Pelaku Masih Bebas, Erry: Polisi Harus Kerja Keras

HIDUP Sebatang Kara

Kepergian Farul, korban tabrak lari di seberang SPBU Mediterania, begitu membekas di benak beberapa rekannya.

Salah satu di antaranya petugas keamanan Perumahan Mediterania Batam, Aji.

Aji bercerita, rekan-rekan di pos penjagaan masih sempat membelikannya sop tulang.

"Almarhum (Farul) itu bukan warga sini. Cuma memang menghabiskan waktu di pos ini sama kami," ungkap Aji saat ditemui Tribun Batam, Senin (24/5/2021).

Ia mengatakan, sosok Farul seorang yang sangat pendiam. Tak banyak kata keluar dari mulutnya saat sedang berkumpul dengan rekan-rekan di pos penjagaan.

"Memang pendiam. Itu tempat dia biasa duduk dan itu tempat biasa dia solat," ujarnya lagi sambil menunjuk beberapa tempat mendiang beraktivitas sebelum ditemukan tewas di parit seberang SPBU Mediterania.

Setahu Aji, Farul hidup sebatang kara di Batam. Tak ada sanak keluarga ataupun rumah untuk menetap.

Oleh sebab itu, Aji dan rekan-rekan di pos penjagaan selalu memberi perhatiannya kepada Farul.

"Kalau kami makan, ya makan sama-sama," ucapnya.

Baca juga: Penemuan Mayat di Batam, Ini Kondisi Terbaru Penemuan Jasad Fredi

Sementara itu, warga lain di pos penjagaan, Nius, masih tak percaya jika Farul harus meregang nyawa dengan kondisi cukup mengenaskan.

"Saat saya lihat foto di grup kami, saya yakin betul itu Farul," ujarnya kepada Tribun Batam.

Farul diduga menjadi korban tabrak lari. Diprakirakan, mobil yang menabraknya melaju dari arah Simpang Kabil menuju simpang lampu merah KDA.

Ditemukan di Parit

Mayat pria bernama Farul ditemukan tergeletak di parit seberang SPBU Mediterania, Kota Batam, Senin (24/5/2021).

Warga sekitar lokasi menyebut, Farul diduga menjadi korban tabrak lari saat hendak melintas dari tempat biasa dia beraktivitas.

"Sepertinya almarhum mau nyebrang menuju ke sini. Karena sehari-harinya menghabiskan waktu di pos kami ini," ujar petugas keamanan perumahan, Aji kepada Tribun Batam saat ditemui.

Ia menyebut, mayat Farul pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga sekira pukul 16.30 WIB.

Saat itu, Farul ditemukan dengan kondisi cukup mengenaskan.

"Umur almarhum itu kira-kira 40 tahun ke atas," ungkap Aji lagi.

Warga lain di lokasi, Nius, mengungkapkan, Farul adalah seorang pengangguran. Kerjanya pun serabutan.

Keseharian Farul dihabiskan untuk membantu rekannya di kebun yang berada tak jauh dari lokasi.

"Padahal tadi malam kami masih bertemu. Tak menyangka juga bisa begini ceritanya," ujar Nius.

Saat ini, keduanya menyebut jika mayat Farul telah dievakuasi oleh pihak kepolisian.

"Kabarnya dibawa ke RS Bhayangkara," pungkasnya.

Pantauan Tribun Batam di lokasi kejadian, darah segar masih tampak berceceran di dinding parit tempat pertama kali Farul ditemukan tak bernyawa.

Tidak hanya itu, salah satu sendal yang dipakai oleh Farul pun masih tertinggal di sana.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved