Kamis, 9 April 2026

CORONA KEPRI

Bupati Lingga Tinjau Posko PPKM di Kecamatan Singkep, Nizar: Cukup Efektif

Bupati Lingga bersama Kapolres serta Danlanal Dabo Singkep meninjau lokasi posko PPKM di Kelurahan Dabo dan Sungai Lumpur, Selasa (25/5) lalu

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Bupati Lingga, Muhammad Nizar bersama Forkopimda meninjau posko PPKM di Kelurahan Dabo dan Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (25/5/2021) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Bupati Lingga Muhammad Nizar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Lingga meninjau lokasi posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kecamatan Singkep, Selasa (25/5/2021).

Di Kecamatan Singkep, setidaknya ada tiga desa dan tiga kelurahan ditambah satu Desa Persiapan, telah membentuk posko PPKM skala mikro.

Bupati Lingga bersama Kapolres serta Danlanal Dabo Singkep meninjau lokasi posko PPKM di Kelurahan Dabo dan Kelurahan Sungai Lumpur.

“Dari pamantauan sejauh ini, Posko PPKM Skala Mikro yang kita lihat cukup efektif,” kata Bupati Lingga Muhammad Nizar kepada awak media.

Di tempat yang sama, Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman menyampaikan, Posko PPKM ini merupakan keputusan dari Pemerintah. Tujuannya untuk menyekat tingkat kegiatan yang ada di Kabupaten Lingga, di tingkat RT/RW, Desa/Kelurahan.

Baca juga: Tim PPKM Anambas Sasar Tempat Usaha dan Pedagang Pasar, Sosialisasi Edaran Bupati

Baca juga: 30 Warga Lingga Sembuh Covid-19, Kasus Positif Tambah 10, Semuanya Warga Singkep

“Jadi maksudnya, jika di suatu wilayah itu ada kasus Covid-19, tidak serta merta satu Kabupaten ditutup, tapi kita bedah lagi di tingkat yang terkecil,” terang Robby.

Sementara itu, Camat Singkep, Agustiar mengatakan, tujuan dibentuknya posko PPKM tersebut di wilayahnya, untuk memberikan pemahaman lebih mudah dan efektif kepada masyarakat.

Bupati Lingga Muhammad Nizar
Bupati Lingga Muhammad Nizar (tribunbatam.id/istimewa)

Ia melanjutkan, apalagi di setiap Posko PPKM itu melibatkan RT/RW. Sehingga data yang terkonfirmasi positif covid-19 dapat memberi motivasi dan dapat dilakukan pengawasan langsung kepada yang bersentuhan dengan RT/RW tersebut.

"Untuk ke depannya harapan saya, dengan adanya posko ini ketakutan masyarakat terhadap tetangga, tidaklah menjadi hal yang sangat menakutkan.

Selain itu, masyarakat diharapkan tetap patuh dengan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta membatasi mobilitas dan intraksi," ucap Agustiar.

Agustiar juga mengingatkan kepada pelaku usaha, seperti kedai kopi tetap mematuhi instruksi Bupati. Begitu juga dengan warga yang akan mengadakan resepsi pernikahan, tetap mengacu pada instruksi Bupati Lingga.

Dengan syarat mengurangi 50 persen dari luas pekarangan yang ada.

"Mungkin ke depan ada penerapan sanksi bagi pengusaha yang bandel, seperti satu meja yang ditempati lebih dari satu orang. Kita akan memberikan pemahaman, bukan bearti kita tidak memberikan leluasa untuk orang berusaha," tuturnya.

Ia menambahkan, instruksi Bupati tersebut merupakan upaya bersama untuk mendisiplinkan diri.

"Karena, jika kita tidak disiplin siapa lagi yang akan disiplin di kampung kita.

Kita beharap ke depan daerah kita mengarah ke zona hijau. Selain itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada, RT/RW, petugas Puskesmas, TNI/Polri, yang ada di Kecamatan Singkep ini,” tutupnya.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Lingga

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved