Breaking News:

KKB PAPUA

TNI-Polri Tak Pernah Libatkan Warga Sipil Untuk Memata-matai Teroris KKB Papua

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, penyerangan masyarakat sipil oleh kelompok teroris KKB Papua kerap terjadi

Editor: Eko Setiawan
Kolase TribunKaltara.com / KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA dan Facebook TPNPB
ILUSTRASI TNI dan KKB Papua 

OPM menuding guru yang ditembak adalah mata-mata TNI.

“Manajemen markas pusat KOMNAS TPNPB telah terima laporan bahwa guru Sekolah Dasar yang ditembak mati di Beoga itu adalah mata-mata TNI/ Polri."

"Yang telah lama diidentifikasi oleh PIS TPNPB, oleh karena itu tidak ragu-ragu ditembak oleh pasukan TPNPB,” ujar Juru Bicara OPM Sebby Sembon melalui keterangan tertulis, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, semua orang Indonesia yang bertugas di wilayah Pegunungan Papua, banyak yang menjadi mata-mata pihak keamanan Indonesia.

“Kami perlu sampaikan kepada semua orang Indonesia yang bertugas di daerah perang di wilayah Pegunungan Papua."

"Bahwa PIS telah dan sedang identifikasi bahwa semua orang imigran yang bertugas di wilayah Pegunungan Tengah Papua, hampir kebanyakan anggota intelijen atau mata-mata TNI/ Polri."

"Yang menyamar sebagai tukang bangunan, tukang sensor, guru, mantri, petugas distrik, dan lain-lain,” kata Sebby.

Untuk itu, katanya, bila bertugas di daerah perang, jangan menjadi mata-mata.

“Oleh karena itu kami mengimbau bahwa jangan menjadi mata-mata TNI/ Polri, jika anda bertugas di daerah perang,” tegasnya.

Menurut laporan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya pimpinan Gusby Waker, guru SD yang ditembak di Distrik Beoga Kabupaten Puncak adalah intelijen TNI- Polri.

“Gusby Waker melaporkan bahwa pasukannya menembak mati seorang guru di Beoga karena murni intelijen (mata-mata) TNI POLRI."

"Ini sesuai laporan PIS TPNPB Kodap VIII Intan Jaya,” ungkap Sebby.

TPNPB, katanya, tidak akan sembarang menembak bila tidak ada informasi mereka adalah mata-mata.

“Kami juga tidak sembarang tembak masyarakat Papua maupun non Papua."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved