Sabtu, 11 April 2026

BATAM TERKINI

KASUS Covid-19 di Batam Terus Meroket, OTG Harus Diisolasi, Pemko Jamin Biaya Selama Karantina

Pasien yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi karantina di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Batam

FREEPIK.COM
Ilustrasi covid-19. Pasien yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi karantina di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam terus melonjak.

Namun rata-rata merupakan pasien yang tidak ada gejala atau OTG sehingga menjalani isolasi mandiri. 

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menegaskan pasien yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi karantina di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Batam. Salah satunya Asrama Haji. 

“Pasien OTG sudah kami tempatkan di Asrama Haji, kami mau lakukan tindakan karantina terhadap mereka selama sebulan duli,” ujar Rudi, Jumat (28/5/2021).

Diakuinya pasien OTG tidak ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Biaya makanan maupun akomodasi para pasien diganggung oleh Pemerintah Kota Batam

Untuk biaya makan, Rudi menyebutkan setiap pasien dianggarkan Rp 60-70 ribu per hari untuk biaya makan. Sedangkan biaya lainnya tidak termasuk, seperti untuk mencuci pakaian akan dilakukan pasien itu sendiri.

“Kami hanya sediakan ember saja, mereka yang cuci sendiri,” ujarnya.

Selain biaya tersebut, biaya lainnya menyangkut akomodasi para pasien OTG. Pihaknya akan melakukan penjemputan dari rumah ke tempat karantina.

“Ada bus yang kami siapkan,” ucapnya. 

Setelah satu bulan dilakukan kebijakan ini, pihaknya akan menganalisa, apakah tetap dilanjutkan atau tidak. Mengingat kemampuan anggaran yang kurang memadai.

“Nanti dibuat analisanya, BP Batam juga ikut membantu dengan pengadaan asrama haji, saya sudah minta BP Batam buat surat ke Kementrian terkait,” kata dia. 

Sementara itu, terkait daya tampung Asrama Haji, Rudi mengatakan bisa menampung hingga 900 orang. Jika nantinya sudah penuh, maka pasien OTG bisa ditempatkan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Kawasan Marina, Sekupang. 

“Masih cukuplah, ada yang masuk ada yang keluar karena sembuh,” katanya. 

Saat ini jumlah pasien OTG yang ditempatkan di Asrama Haji mencapai 105 orang, diantaranya laki-laki sebanyak 60 orang dan perempuan sebanyak 45 orang. 

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menambahkan bahwa Pemerintah Kota Batam juga minta Pemerintah Provinsi untuk dapat membantu anggaram bagi pasien OTG. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved