BATAM TERKINI
Kepala Staf Presiden Moeldoko Ziarahi Makam Birgaldo Sinaga di TPU Sei Temiang Batam
Kepala Staf Presiden Moeldoko didampingi Gubernur Kepri saat ziarah makam Birgaldo Sinaga di TPU Sei Temiang Batam.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
Namun, jauh sebelum itu, Husnizar sudah mengenal sosok penggiat media sosial ini.
Bagi Husnizar, pengalaman yang tak terlupakan antara dirinya dengan Brigaldo terlahir ketika keduanya berjuang mendukung almarhum HM. Sani.
Kala itu HM Sani dan H. Nurdin Basirun berkontestasi melawan HM Soerya Respationo dan H. Ansar Ahmad pada Pemilihan Gubernur Kepri.
"Saya mengenal sejak 5 tahun lalu. Waktu itu kami sama-sama membela Pak Sani," ungkap Husnizar.
Husnizar mengenang, satu ide brilian dari Brigaldo yang akhirnya memantik gelombang dukungan kepada HM. Sani adalah tagline 'Sani Ayah Kita'.
"Wah, itu ide luar biasa. Tidak semua orang berpikir tentang ini. Tetapi Brigaldo mencetuskannya," ujar Husnizar.
Ide itulah yang kemudian membuat HM. Sani-H. Nurdin Basirun mendapat dukungan luar biasa dari seluruh masyarakat Kepri.
"Karena itu, kita kehilangan orang cerdas. Dia aset Kepri yang tak tergantikan," tegas Husnizar lagi.
Tidak hanya itu, Husnizar juga mengakui, Brigaldo juga dikenal hampir di seluruh Indonesia ide-idenya.
Dia sering menulis di akun-akun media sosial miliknya dan idenya selalu bernuansa keberagaman.
"Dia selalu melihat Indonesia dalam keberagaman. Makanya dia dikenal banyak orang," ungkap Husnizar.
Di mata Husnizar, Brigaldo juga selalu hadir sebagai figur tukang kritik.
Namun, dia senantiasa mengkritik dengan katamata Indonesia dalam keberagaman.
Dia misalnya membela Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
"Ide-idenya membela Ahok itu sangat logis. Saya selalu ikuti setiap tulisannya," ungkap Sekretaris Partai Demokrat Provinsi Kepri itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ksp-moeldoko-ziarah-ke-makam-birgaldo-sinaga.jpg)