BATAM TERKINI
WALIKOTA Ungkap Penyebab Lambatnya Vaksin Covid-19 di Batam
Walikota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan penyebab lambatnya proses vaksinasi di Batam sehingga hasil pencapaiannya tergolong rendah.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Walikota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan penyebab lambatnya proses vaksinasi di Batam sehingga hasil pencapaiannya tergolong rendah.
Oleh sebab itu Rudi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau mengirimkan jatah vaksin bagi masyarakat Kota Batam.
"Kenapa capaian nya masih rendah, karena memang tidak diberikan," ujar Rudi, Jumat (28/5/2021).
Salah satu kendala capaian vaksin masih rendah dikarenakan jumlah vaksin yang datang belum mencukupi untuk semua warga yang bisa divaksin.
Menurut Rudi selama ini mengenai pemberian jatah vaksin bagi masyarakat Kota Batam, Pemprov Kepri selalu mengirimkan jatah berdasarkan klasifikasi warga.
"Kita sudah minta berulang kali. Kirimkan vaksin ke Batam akan langsung dihabiskan dan jangan dikirim berdasarkan klasifikasi," katanya.
Pasalnya, saat ini, Pemko Batam sudah memiliki tenaga vaksinator yang cukup dalam pemberian vaksin terhadap masyarakat.
"Kalau sekarang dikirim 30 ribu dosis, seminggu akan habis. Vaksinator kita berlebih, lihat sekarang pada libur semua," paparnya.
Sebelumnya Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memberikan perhatian khusus mengenai realisasi vaksinasi masyarakat paska kunjungan Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Baca juga: TAK Tahu Kapan Covid-19 Berakhir, DPRD Batam Usulkan Rancangan Pembangunan untuk New Normal
Ansar menyebutkan bahwa hingga saat ini capaian atau realisasi vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, baru mencapai angka 11 persen.
Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menuturkan bahwa capaian 11 persen yang disebutkan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dikarenakan para Tenaga Kerja (Naker) di Kota Batam yang belum mendapat jatah vaksin.
Berdasarkan data penduduk Batam yang berjumlah 1,2 juta warga, Amsakar menyebutkan bahwa 400 ribu lebih merupakan kaum pekerja di berbagai kawasan industri yang tersebar.
"Kalau melihat angka ini, karena nakernya belum. Terutama pekerja yang tinggal di pemukiman tertentu," jelasnya.
Amsakar melanjutkan bahwa dari capaian tersebut, Pemko Batam sebenarnya telah berhasil mencapai angka 90 persen bagi kategori lain seperti Tenaga Pelayanan Publik.
Untuk itu, Amsakar bahkan mendesak agar Pemerintah Provinsi saat ini dapat membantu Pemko Batam guna mendesak Pemerintah Pusat dalam memberikan jatah vaksin bagi kaum pekerja.
"Provinsi harusnya bisa membantu push persoalan ini ke Pusat. Pak Gubernur sendiri juga berjanji akan melanjutkan permintaan kami," katanya.
4 Poin Penanganan Covid-19 di Batam
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan 4 poin penting penanganan covid-19 di Batam kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wagub Kepri, Marlin Agustina Rudi.
Pertama, perihal vaksinasi untuk para pekerja.
Dirinya kembali memperjuangkan vaksinasi untuk kalangan tersebut.
Hal ini seperti yang ia sampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, beberapa waktu lalu.
"Pak Ansar, capaian kita memang masih berapa persen. Tapi lantaran Batam penduduknya sebagian besar tenaga kerja. Kami meminta agar Batam mendapatkan 400 ribu vaksin Sinopharm atau vaksin gotong royong untuk Naker industri kita," ucap Amsakar.
Amsakar secara intens memperjuangkan hal ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, dari sekitar 1,2 juta penduduk Batam lebih kurang 400 ribu merupakan kalangan Naker Industri.
Angka sebanyak itu memberikan data yang cukup signifikan bagi program vaksinasi di Batam.
Baca juga: 9 Pasien Covid-19 di Kepri Meninggal Dunia, Kasus Terus Meroket, Kini Tambah 411 Orang
"Segmen pelayan publik sudah pada angka 80 persen, lalu vaksinasi lansia sedang kami push. Secara umum capaian kita tinggi, tapi masyarakat umum terutama Naker Industri belum begitu banyak yang divaksinasi," papar dia.
Kedua, Amsakar juga menyampaikan tentang perkembangan posko PPKM di Batam yang cukup masif.
Untuk diketahui, saat kunjungan presiden, Rabu (19/5/2021) lalu baru terbentuk 157 posko dan kini sudah mencapai 2.375 posko yang tersebar di seluruh Batam dan akan terus meningkat.
Amsakar pun telah menghadiri peresmian posko-posko tersebut sembari mensosialisasikan prokes dan mengingatkan tentang tugas pokok dan fungsi PPKM sehingga terus menekan perkembangan Covid-19.
"Melalui PPKM ini tergambar kerja kolektif, di dalamnya melibatkan lurah, LPM, RT/RW, Babinsa, Babinkamtibnas dan para tokoh. Wagub tadi mengapresiasi perkembangan PPKM di Batam," ucap dia.
Ketiga, tentang isolasi mandiri. Seperti arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi isolasi mandiri dipusatkan di Asrama Haji. Pada lokasi ini tersedia 420 tempat tidur.
"Dalam hal ini, kami hanya minta dukungan untuk biaya konsumsi yang diisolasi," katanya.
Ke empat tentang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui Batam.
Lokasi-lokasi isolasi bagi PMI sebelum kembali ke daerah masing-masing akan dipantau terus menerus.
"Artinya tidak ada lagi persoalan perihal PMI yang masuk ke Batam," ucapnya.
Hal ini diungkapkan dalam Rapat Evaluasi Lanjutan tentang Penanganan Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tingkat Provinsi Kepri, Kamis (27/5/2021) sore. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2205vaksinasi-covid-di-batam.jpg)