Breaking News:

PENCABULAN DI TANJUNGPINANG

Polisi Selidiki Pelaku Lain, Kasus Pencabulan Anak di Tanjungpinang, Ini Kata Kapolres

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando menyebut, untuk pelaku lain masih dalam penyelidikan pihaknya. Terlapor bekerja sebagai karyawan toko

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Polisi Selidiki Pelaku Lain, Kasus Pencabulan Anak di Tanjungpinang, Ini Kata Kapolres. Foto Polres Tanjungpinang saat menggelar konferensi pers kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yang melibatkan oknum lurah di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (29/5/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dua pelaku pencabulan anak di bawah umur di Tanjungpinang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Kasus pencabulan ini sempat menghebohkan warga, lantaran melibatkan seorang oknum Lurah di Tanjungpinang.

Benar saja, saat konferensi pers di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (29/5/2021), oknum lurah itu dihadirkan bersama seorang tersangka lainnya.

Kedua tersangka masing-masing berinisial Er (40), Lurah Tanjungpinang Kota dan RZ (31), oknum guru agama di Tanjungpinang.

Dengan tangan diborgol, keduanya yang kini telah mengenakan kaos tahanan itu hanya bisa tertunduk saat konferensi pers berlangsung.

Bagaimana dengan pelaku lain?

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra menyebut, ada tiga orang yang dilaporkan ibu korban ke polisi terkait kasus pencabulan.

Setelah laporan dibuat, polisi bertindak cepat menyelidiki kasus ini. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Tanjungpinang, ABKP Fernando menyebut, untuk pelaku lain saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya. 

Diketahui pelaku itu merupakan karyawan sebuah toko di Tanjungpinang.

"Masih kami selidiki dan sekarang masih di opname di rumah sakit," kata Fernando.

Sementara itu untuk dua tersangka, RZ ditangkap polisi pada Kamis (27/5/2021) lalu di kediamannya, sedangkan Er menyerahkan diri ke polisi sehari berikutnya, Jumat (28/5/2021).

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando mengatakan, kasus pencabulan yang dilakukan Er terungkap dari kecurigaan istri tersangka terhadap korban sebut saja namanya Bunga, 13 tahun. Antara korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga.

"Handphone korban dicek dan terlihat ada percakapan antara korban dan tersangka yang bernada seksual, lalu mempertanyakan kejelasan yang terjadi kepada tersangka," kata Fernando saat konferensi pers, Sabtu (29/5/2021) di Mapolres Tanjungpinang.

Ia melanjutkan, adapun korban mengakui telah menjadi korban pencabulan tersangka yang tak lain pamannya sendiri. Bukan hanya sekali, Bunga dicabuli sebanyak 15 kali.

Halaman
1234
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved