Minggu, 19 April 2026

VIRUS CORONA DI KEPRI

Dua Varian Baru Covid-19 Masuk Kepri, Ini Kata BTKLPP Batam

Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa menyebut, saat ini baru terdeteksi dua varian baru covid-19 di Kepri. Yakni B117 dan B1525.

Editor: Dewi Haryati
FREEPIK.COM
Dua Varian Baru Covid-19 Masuk Kepri, Ini Kata BTKLPP Batam. Ilustrasi covid-19. 

Sementara itu, kabar varian baru virus corona yang masuk ke Kepri belakangan begitu mejadi sorotan.

Apalagi kondisi kasus aktif covid-19 di Kepri yang terus saja bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Batam melalui Kepala Bidang Imunisasi Dinkes Batam, dr M. Solihin mengaku jika pihaknya belum mendapat pemberitahuan resmi dari provinsi.

Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit atau BTKL-PP Kelas I Batam, Budi Santosa sebelumnya mengungkap, salah satu warga Batam Kota diketahui terpapar varian baru virus corona B117.

Virus ini diketahui sama dengan yang ditemukan di Inggris.

Meski dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 varian baru, pasien tersebut mengakui tidak pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, atau pun luar negeri.

Ilustrasi mutasi virus corona N439K
Ilustrasi mutasi virus corona N439K (Freepik by pikisuperstar)

Tidak hanya di Batam, varian baru virus corona B117 diketahui juga terdeteksi masuk Tanjungpinang.

Plt Kepala Dinkes Tanjungpinang, Nugraheni Purwaningsih menduga, varian baru virus corona ini lebih berbahaya dari virus corona sebelumnya.

Ia mengungkapkan, untuk varian baru Covid-19 sudah banyak yang masuk ke Kota Tanjungpinang.

Namun, yang baru terdeteksi hanya varian B.1.1.7.

"Jadi kalau ditanyakan terkait bagaimana variannya bisa masuk, dan penanganannya belum bisa kita sampaikan.

Kami masih menunggu pemberitahuan resmi dari Dinkes Kepri atau pihak Provinsi dahulu," ujarnya, Senin (31/5/2021).

Dalam News Webilog Tribun Batam dengan tema 'Varian Baru Covid-19 dan Jumlah Kasus di Kepulauan Riau (Kepri), ia menyampaikan untuk mengetahui bagaimana varian baru Covid-19 sendiri terdiri dari Varian Afrika, Inggris dan India.

Dari hasil penelitian menyampaikan, varian-varian baru ini tentu lebih cepat penyebarannya.

Begtitu pula untuk varian asal India.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved