Minggu, 7 Juni 2026

Respons Erick Thohir soal Wacana Pembayaran Gaji Komisaris Garuda Indonesia Dihentikan

Wacana pembayaran gaji Komisaris Garuda Indonesia dihentikan mendapat respons positif dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

Tayang:
Tribunnews/Abdul Majid
Respons Erick Thohir soal Wacana Pembayaran Gaji Komisaris Garuda Indonesia Dihentikan 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Wacana pembayaran gaji Komisaris Garuda Indonesia dihentikan mendapat respons positif dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

Soal wacana tersebut, Erick Thohir mengaku setuju meskipun perlu pertimbangan yang matang.

Wacana yang meminta pembayaran gaji Komisaris Garuda Indonesia dihentikan pertama kali diungkapkan oleh Peter F Gontha.

Peter F Gontha adalah salah satu Komisaris Garuda Indonesia.

Dirinya meminta pembayaran gajinya mulai bulan Mei agar distop.

Alasannya, hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dirinya terhadap perseroan yang keuangannya kian lama semakin kritis.

Menanggapi pernyataan itu, Menteri BUMN Erick Thohir pun turut buka suara.

“Saya rasa usulan Pak Peter Gontha sangat bagus, kita harus puji,” jelas Erick dalam jumpa pers di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Tak hanya penangguhan gaji Komisaris, Menteri Erick juga berencana memangkas jumlah anggota Dewan Komisaris di Garuda Indonesia.

Dengan adanya pemangkasan, nantinya, total anggota Komisaris di maskapai berkode saham GIAA tersebut hanya tersisa dua atau tiga Komisaris saja.

“Saya ingin mengusulkan Komisaris Garuda dua saja. Entah dua atau tiga,” ujar Erick.

Perihal pemberhentian pembayaran gaji ini diutarakan Peter melalui Surat Anggota Dewan Komisaris dengan nomor: GARUDA/ANGGOTA-DEKOM-/2021 tanggal 2 Juni 2021.

Diberitakan sebelumnya, salah satu Komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha meminta untuk pembayaran gajinya mulai bulan Mei agar diberhentikan.

“Maka kami memohon, demi sedikit meringankan beban perusahaan, untuk segera mulai bulan Mei 2021 yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honoratorium bulanan kami sampai rapat pemegang saham mendatang,” jelas Peter Gontha tertulis dalam surat tersebut.

“Diharapkan adanya keputusan yang jelas dan mungkin sebagai contoh bagi yang lain agar sadar akan kritisnya keadaan perusahaan,” pungkasnya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved