PENANGANAN COVID
RSKI Galang Kini Rawat 95 Pasien Covid-19, 14 Orang Dipulangkan Kamis 3 Juni 2021
RSKI Galang memulangkan 14 pasien covid-19, Kamis (3/6). Kini pasien yang dirawat tinggal 95 orang
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang di Batam, Kamis (3/6/2021) kembali menurun.
Ada sebanyak 14 pasien covid-19 yang dipulangkan. Itu karena mereka telah dinyatakan selesai menjalani masa perawatan karantina.
Kepala penerangan Kogabwilhan-I kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangannya mengatakan, jumlah pasien di RSKI mengalami penurunan.
"Ya, hari ini ada pemulangan 14 pasien covid-19. Mereka telah dinyatakan selesai masa karantina covid-19," ujarnya.
Artinya dengan adanya pemulangan 14 pasien itu, kini RSKI tinggal merawat 95 pasien positif covid-19.
Aris merinci dari total 95 pasien rawat di antaranya 63 pria dan 32 wanita.
Ia menyebutkan sejak RSKI Galang mulai merawat pasien covid-19, sudah ada sebanyak 6.418 orang pasien yang dinyatakan sembuh.
Sementara untuk pasien meninggal, hingga kini nihil.
275 Pasien Dipulangkan dari Asrama Haji Batam
Di Asrama Haji Batam, sebanyak 275 pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) diperbolehkan pulang, Kamis (3/6/2021) sore. Mereka telah dinyatakan negatif Covid-19.
Koordinator Penanganan Pasien Asrama Haji, Yusfa Hendri mengatakan, kondisi pasien covid-19 OTG terus menunjukkan ke arah yang baik. Sebelumnya sebanyak 300 orang menjalani tes swab.
"Alhamdulillah banyak pasien sembuh dan dinyatakan negatif. Jumlahnya mencapai 200 pasien dari total pasien yang dites 300 orang," ujar Yusfa saat berada di Kantor Camat Lubuk Baja Batam.
Yusfa melanjutkan, saat ini tim medis masih bertugas melakukan tracing kontak erat pasien positif. Dengan banyaknya pasien sembuh, ruang perawatan di Asrama Haji kembali lowong. Hal ini akan mempermudah kerja petugas, jika menemukan pasien positif covid-19 OTG berikutnya.
"Kalau kita berharap jangan ada bertambah lagi, namun setidaknya kalau pun ada yang positif kita masih punya ruang perawatan. Jadi tidak kekurangan, meskipun masih ada Bapelkes sebagai lokasi isolasi mandiri sebagai antisipasi bila Asrama Haji penuh," bebernya.
Ia menambahkan penanganan pasien covid-19 OTG di Asrama Haji dilakukan sebaik mungkin. Pasien sehat namun positif Covid-19 ini bisa dipulangkan kalau hasil tes antigen sudah negatif.
Hal ini sesuai dengan edaran Wali Kota Batam terkait pengendalian Covid-19 di Batam.
"Walaupun sudah lewat 10 hari karantina sesuai Kemenkes, jika hasil masih positif, pasien belum boleh dipulangkan. Jadi penanganan lebih baik untuk hasil lebih baik juga," tuturnya.
Rawat Pasien sampai Hasil Negatif
Sebelumnya diberitakan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 status Orang Tanpa Gejala (OTG) baru akan diperbolehkan pulang dari tempat isolasi di Asrama Haji ketika hasil swabnya dinyatakan negatif.
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
"Kalau hasil masih positif belum boleh pulang dan harus melakukan tes kembali sampai negatif," ujar Amsakar Achmad saat berada di Lantai 5 Gedung Pemko Batam, Kamis (3/6/2021).
Ia tampak membantah kalau ada informasi dirawat 10 hari kemudian langsung dipulangkan.
Pasien OTG diperbolehkan pulang setelah dinyatakan negatif.
Menurutnya penanganan yang dilakukan ini lebih baik jika dibandingkan kepada aturan Menteri Kesehatan.
Aturan ini menyebutkan pasien diperbolehkan pulang usai menjalani 10 hari perawatan.
Baca juga: TERUNGKAP! Ternyata Ini Pemicu Jumlah Pasien Positif Covid-19 Bertambah Ratusan Orang Sehari
Diakuinya, memang pasien yang diisolasi di Asrama Haji tak diberikan obat-obatan anti virus seperti pasien bergejala.
Hal ini lantaran pasien OTG sejatinya sehat, namun mereka positif karena terpapar virus Covid-19.
Penanganan yang dilakukan untuk pemulihan yaitu di antaranya pemberian makanan sehat, vitamin, hingga olahraga.
Pihaknya menyiapkan instruktur senam untuk membantu pemulihan pasien OTG ini.
"Mereka sehat hanya positif dan berstatus OTG, jadi penanganan menyesuaikan, berbeda kondisi kalau mereka bergejala akan langsung kami bawa ke RS dan diberikan tindakan seperti pemasangan ventilator atau alat bantu pernafasan dan makanan lainnya," paparnya.
Selain itu, pembiayaan untuk pasien OTG ini tidak bisa diklaim seperti pasien lainnya yang dirawat di RSKI Galang.
Pasien OTG sesuai arahan tidak bisa diklaim ke pusat, Pemko Batam harus melakukan refocusing anggaran untuk penanganan pasien OTG ini.
"Sebelumnya kan mereka di rumah isolasi mandiri, namun karena ada kekhawatiran penyebaran makin meluas akibat interaksi yang bebas meskipun dengan anggota keluarga, kami mengambil kebijakan untuk menempatkan di tempat isolasi terpusat yakni Asrama Haji," katanya.
Terpisah, Warga Sekupang, Ariati mengaku suaminya masih dirawat di Asrama Haji hingga Kamis (3/6/2021). Belum diperbolehkan pulang lantaran hasil swab terakhirnya masih positif.
"Belum pulang, aturan sekarang mungkin negatif dulu hasil swab terakhirnya baru diperbolehkan pulang," tuturnya kepada Tribunbatam.id.
Ini Pemicu Ledakan Kasus di Batam
Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat setiap harinya bahkan angkanya mencapai ratusan per hari.
Lantas, mengapa jumlah kasus terus meningkat dibanding sebelumnya?
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menjelaskan, peningkatan jumlah kasus baru itu terjadi karena pemerintah semakin massif melakukan tracing dari testing pasien OTG yang sebelumnya sudah ditemukan petugas kesehatan.
"Semakin banyak yang kita tracing semakin banyak yang positif. Hal ini membuktikan langkah yang kita ambil sudah cukup berdampak, karena kita yang menemukan pasien dari hasil tracing yang dilakukan," ujar Amsakar, Kamis (3/6/2021).
Sementara itu, perihal asal penyebaran, ia menyebutkan pertama dari hasil tracing kontak erat pasien positif.
Kedua dari hasil saat akan melakukan vaksinasi, dan ketiga bisa juga dari aktivitas perjalanan pasien.
Baca juga: 11 Jam Bertahan di Atas Kapal Nyaris Tenggelam, 4 Nelayan Asal Belawan Diselamatkan di Pulau Nipah
"Misalnya ada yang mau berangkat, dan hasil tes menunjukkan positif, otomatis kami akan tracing, dan ditemukan lah kasus-kasus positif lainnya. Jadi kesimpulan semakin kita tracing semakin banyak kasus yang ditemukan," ujarnya.
Ia menyebutkan hari ini sebanyak 300 pasien sudah menjalani tes swab di Asrama Haji dan tinggal menunggu hasilnya.
Ia berharap banyak pasien yang mendapatkan hasil negatif, dan bisa dipulangkan.
Sehingga kapasitas Asrama Haji kembali kosong dan bisa ditempati pasien positif OTG yang saat ini barangkali masih berada di rumah.
"Perlahan-lahan kami terus berbenah dan evaluasi. Saya apresiasi juga kinerja tenaga medis yang bertugas saat ini. Dibandingkan jumlah pasien tenaga medis kalah jauh, namun mereka ini masih tetap menjalankan tugasnya. Tidak satu tempat saja yang harus mereka layani, bahkan mereka harus bolak balik ke RSKI, dan tidak saja di Asrama Haji," paparnya.
Langkah lainnya yang dilakukan berdasarkan hasil rapat evaluasi adalah membuka rekruitmen atau relawan bagi tenaga medis.
Tenaga medis ini akan ditempatkan di Asrama Haji, guna menghadapi lonjakan pasien.
"Masih berupaya kami agar pasien bisa tertangani dengan baik. Nah, sekarang kami minta agar semua turut membantu langkah kami dalam pengendalian Covid-19," ujar pria berkacamata ini.
Sebelumnya, Amsakar Achmad juga menyempatkan diri menyapa pasien tanpa gelaja (Orang Tanpa Gejala/ OTG).
Hal itu dilakukan Amsakar sebelum masuk ke kantor.
"Ini bentuk perhatian kita agar masyarakat tetap semangat dalam menjalani karantina di Asrama Haji," ujar Amsakar, Kamis (3/6/2021).
Amsakar mengaku, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi Covid-19 sendiri. Ia menegaskan, sejumlah jadwal aktivitas pasien sudah disusun.
"Pagi kita ajak olahraga, layanan lain juga diberikan agar masyarakat yang sedang dikarantina tetap nyaman dan tetap bahagia," katanya.
Amsakar pun menegaskan, langkah pemerintah melaksanakan karantiana mandiri terpadu di Asrama Haji tersebut guna menekan penyebaran Covid-19.
Dengan begitu, pemerintah juga akan lebih mudah merawat warganya.
Baca juga: 123 Warga Batam Terpapar Covid-19, 71 Orang Mengalami Gangguan Kesehatan
"Semoga langkah kita ini sebagai ikhtiar bersama melawan Covid-19," katanya.
Amsakar juga mengatakan, pihaknya sedang mencari 73 relawan tenaga medis untuk ditempatkan di Asrama Haji.
Relawan yang dibutuhkan yakni tenaga medis untuk kategori perawat, analis laboratorium dan dokter umum.
"Sekarang sudah ada petugas kita siapkan. Namun dengan jumlah pasien tinggi, kita mencari relawan untuk menangani pasien Covid-19 tanpa gejala yang menjalani karantina terpadu," katanya.
Hingga kemarin, sudah ada lima dokter yang bersedia. Jika ada yang berminat menjadi relawan syaratnya di antaranya, memiliki surat tanda registrasi (STR) di masing-masing bidang dan berusia maksimal 35 tahun.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan, hingga Selasa (1/6) lalu, ada 554 pasien OTG yang dikarantina di Asrama Haji. Semuanya, kata dia, dalam pemantauan pemerintah demi mempercepat penanganan Covid-19 dan menghentikan penularan.
(TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
Berita tentang Virus Corona di Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0306gedung-rski-galang.jpg)