Selasa, 9 Juni 2026

BERITA TEKNOLOGI

Teknologi Huawei Indonesia Bantu Keselamatan Kerja dan Nihil Kecelakaan Dimasa Pendemi

Huawei pada Maret tahun lalu mulai memperkenalkan sistem keselamatan dan kesehatan baru. Cek selengkap laporannya

Tayang:
Huawei Indonesia
Teknologi Huawei Indonesia Bantu Keselamatan Kerja dan Nihil Kecelakaan Dimasa Pendemi. Foto: Ilustrasi 

BERITA TEKNOLOGI: Teknologi Huawei Indonesia Bantu Keselamatan Kerja dan Nihil Kecelakaan Dimasa Pendemi

TRIBUNBATAM.id - Pandemi global covid-19 telah menjadikan risiko dari aktivitas pemeliharaan jaringan telekomunikasi dan konektivitas bagi pekerja lapangan makin meningkat.

Ya, tentu hal ini karena banyaknya perlengkapan jaringan yang berada di lokasi-lokasi berisiko tinggi.

Huawei pada Maret tahun lalu mulai memperkenalkan sistem keselamatan dan kesehatan baru.

Baca juga: Intip Aneka Ponsel Harga Rp 5 Jutaan, Huawei Samsung Vivo Oppo Lengkap Sepsifikasinya

Vice President Huawei Indonesia, Lai Chaosen, mengatakan dengan sistem yang baru, hingga kini terus mampu mewujudkan tingkat kecelakaan dan infeksi nihil atau zero accident dan zero health infection.

“Selain menjadikan ribuan pekerja merasa aman dan terlindungi dengan baik saat mereka memasang, menambah, dan memelihara jaringan di lokasi-lokasi berisiko tinggi, kami juga memastikan konektivitas jaringan tetap tersedia untuk mendukung percepatan transformasi digital di berbagai pasca pandemi," kata dia dalam siaran persnya.

Baca juga: Berita Teknologi: Cara Membuat Link Whatsapp di Instagram

Menurut Lai Chaosen, katanya, laporan nihil kecelakaan adalah bukti dari kuatnya komitmen “I DO CREATE” dalam mengontribusikan pendayagunaan teknologi dan menciptakan nilai melalui penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat ketat.

Selama pandemi, melalui komitmen “I DO CREATE”, Huawei mengontribusikan kepakarannya di bidang-bidang teknis.

Dan menghadirkan solusi diagnostik yang diperkuat teknologi Cloud dan AI bagi para dokter dan tenaga medis di RSPAD Gatot Soebroto dan PERTAMEDIKA.

Solusi-solusi tersebut terbukti efektif sehubungan dengan kemampuannya melakukan diagnosis COVID-19 enam kali lebih cepat dengan tingkat akurasi hingga 93 persen.

Baca juga: Intip Aneka Ponsel Harga Rp 5 Jutaan, Huawei Samsung Vivo Oppo Lengkap Sepsifikasinya

Lebih jelas dikatakan Lai Chaosen, katanya, sistem yang diperkuat teknologi AI dan pemantauan jarak jauh mencakup peta komprehensif yang dibuat berdasarkan tingkat risiko.

Semakin tinggi risikonya, semakin ketat protokol kesehatan dan persyaratan keselamatan yang diterapkan.

Sistem tersebut bertujuan untuk memastikan kepatuhan pekerja lapangan terhadap protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, pakaian dan kacamata pelindung, helm, dan mengikuti persyaratan lainnya.

Peta tersebut mencantumkan peralatan telekomunikasi yang terletak di lokasi rumah sakit rujukan COVID-19 sebagai zona merah atau yang berisiko tinggi.

Baca juga: Huawei Minta Penundaan Pengeluaran Proyek 5G di Inggris, Ingin Bertemu PM Boris Johnson

Setidaknya ada 621 rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia yang semuanya tercakup di dalam peta Huawei.

Di luar zona merah terdapat zona kuning yang menunjukkan area dalam radius 250-meter dari zona merah dan zona biru untuk menandai zona di luar kuning dan merah.

"Setiap pekerjaan terlebih dulu harus mendapat otorisasi dari manajemen Huawei dan dari pihak manajemen pelanggan kami guna menjaga agar angka kecelakaan dan terjadinya kasus penularan tetap nihil," jelas Lai Chaosen.

Baca juga: Huawei Luncurkan Smart TV Terbaru Vision x65 dengan Layar 4K, Ini Kelebihannya

Ia menambahkan, bahwa semua zona dimonitor secara ketat selama proses penggelaran, pemeliharaan, hingga penerapan keamanan pada jaringan telekomunikasi.

Di samping menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja berbasis AI, Huawei juga menyediakan pelatihan mengenai prosedur keselamatan kerja di area-area yang punya risiko penularan COVID-19 yang tinggi.

Huawei juga melakukan pengecekan kesehatan secara reguler kepada seluruh pekerja.

Selama penerapan sistem tersebut, Huawei juga menerapkan pemonitoran dan peninjauan secara digital menggunakan teknologi AI dan pemberlakuan proses perizinan yang ketat dari pihak manajemen.

(*/tribunbatam.id)

BACA JUGA BERITA TRIBUNBATAM.ID DI GOOGLE NEWS

Baca Juga tentang TECHNO

Sumber: Ilmu Komputer

Sumber: Info Komputer
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved