Huawei Minta Penundaan Pengeluaran Proyek 5G di Inggris, Ingin Bertemu PM Boris Johnson

Huawei Technologies Co Ltd minta adakan pertemuan dengan PM Inggris Boris Johnson. Terkait pengeluaran Huawei pada pengembangan jaringan 5G di Inggris

(Reuters/Bobby Yip)(Bobby Yip)
CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. Huawei minta ketemu PM Inggris soal proyek 5G. 

TRIBUNBATAM.id, LONDONHuawei Technologies Co Ltd meminta adakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Perusahaan teknologi asal China itu mengharapkan penundaan dikeluarkannya Huawei dalam pengembangan jaringan 5G di Inggris.

Kemungkinan pengeluaran ini sebelumnya diputusan oleh pemerintahan Johnson.

Mengutip Channel News Asia, Senin (13/7/2020), pelopor peralatan telekomunikasi asal China itu berusaha menunda hingga Juni 2025, alias setelah Pemilu Inggris dilakukan.

Harapannya, pemerintah terpilih bisa mengubah keputusan untuk mengeluarkan Huawei dari proyek 5G tersebut.

Sebagai kompensasinya, Huawei menawarkan untuk tetap mempertahankan pasokan peralatannya di Inggris, yang juga digunakan untuk jaringan 2G, 3G, dan 4G.

Hasil Liga Inggris Tottenham vs Arsenal, Tottenham Kalahkan Arsenal, Mikel Arteta Kecewa

Menurut seorang menteri dan pejabat pemerintah, keputusan mengenai hal itu diperkirakan akan diterbitkan sebelum 22 Juli ini.

Pada Januari 2020, Inggris telah menyetujui Huawei untuk terlibat meski secara terbatas dalam pengembangan jaringan 5G di negara kerajaan itu.

Namun sejak adanya sanksi dari AS terhadap Huawei karena dituding membahayakan keamanan nasional, para pejabat Inggris menyebut perusahaan China tersebut tidak lagi bisa menjadi pemasok yang dapat diandalkan.

Boris Johnson juga dihadapi dengan tekanan kuat dari AS dan beberapa anggota parlemen Inggris untuk melarang Huawei masuk dalam daftar pengembang dengan alasan keamanan.

Sementara itu, Duta Besar China untuk London, Liu Xiaoming, memperingatkan bahwa menyingkirkan Huawei akan mengirim pesan yang sangat buruk ke bisnis China dengan London.

PM Inggris Larang Promosi 'Buy 1 Get 1' Untuk Junk Food, Berniat Kurangi Tingkat Obesitas

 Wabah global virus Corona atau Covid-19 terbukti memberi dampak lebih pada orang yang obesitas di Inggris.

Hal ini dipicu terhadap promosi makanan yang tidak sehat di Inggris selama pandemi.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengambil tindakannya terkait semua itu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved