HUMAN INTEREST
Curhat Junaidi 'THL' di Pemkab Lingga, 11 Tahun Mengabdi Kini Diberhentikan
Junaidi termasuk satu di antara ratusan THL dan PTT yang diberhentikan Pemkab Lingga, awal Juni lalu. Ia masih berharap bisa bekerja lagi
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingga kehilangan pekerjaan setelah diberhentikan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.
Hal ini berimbas pada ekonomi pekerja yang terkena pemberhentian.
Seperti halnya Junaidi, seorang warga Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Dabo Singkep. Ia merupakan satu dari ratusan orang yang diberhentikan itu.
Junaidi telah mengabdikan dirinya sebagai THL selama lebih kurang 11 tahun. Ia bertugas sebagai THL di Pekerjaan Umum dan 4 tahun terakhir sebagai pekerja harian lepas di Lingkungan Hidup.
Ia sendiri sebelumnya bekerja kebersihan di Pasar Ikan dan Sayur Dabo Singkep.
Baca juga: Politisi PKS Minta Pemberhentian PTT & THL di Lingga Ditinjau Ulang
Baca juga: Pemkab Lingga Berhentikan Sejumlah PTT dan THL, Bupati: Tidak Semuanya
Pria 61 tahun itu bercerita, khusus pekerja harian lepas di Lingkungan Hidup, ada 28 orang yang diberhentikan termasuk dirinya.
Ia dan rekan-rekannya sedih saat mendengar nama mereka masuk daftar THL yang diberhentikan pada saat di Gedung Nasional, Dabo Singkep, 1 Juni 2021 lalu.
Junaidi mengaku, selama ini pekerjaannya tidak buruk dan masih bekerja dengan baik dengan rekan-rekannya yang lain.
Dari pekerjaannya itu, ia mendapat gaji Rp 75 ribu dalam satu hari. Jika hingga dihitung per bulan 26 hari artinya gaji yang didapat Junaidi sekitar Rp 1.950.000.
"Besok rencananya kami mau ke Daik, untuk membicarakan masalah ini. Tapi tidak semuanya pergi, hanya perwakilan. Tunggu sajalah bagaimana solusinya," kata Junaidi kepada TribunBatam.id, Selasa (8/6/2021).
Junaidi merupakan seorang kepala keluarga yang hidup sederhana di sebuah rumah panggung terbuat dari kayu. Junaidi tinggal bersama seorang putrinya yang masih remaja dan istrinya di situ.
Ia bercerita, rumahnya itu didapatkan dari hibah orang tuanya.
Saat mendengar kabar dirinya diberhentikan sebagai THL di Lingkungan Hidup, istrinya tidak banyak berbicara.
"Istri hanya diam, apa boleh buat. Namun, alhamdulillah istri ikhlas dan tidak memaksa buat cepat cari kerja baru.
Saat ini lagi cari kerja kemana-mana, namun belum dapat. Mau kerja bangunan sudah tidak sanggup lagi," ungkapnya.
Junaidi yang saat itu duduk bersama rekan THL-nya mengaku, kabar pemberhentian THL ini sebenarnya sudah ada sejak 2 bulan lalu.
"Mungkin karena mengingat dan menimbang bulan April lalu puasa dan keperluan masih banyak, menjadi toleransi. Tepat hari Pancasila kemarin kami dipanggil, lalu disebutkan nama-nama siapa saja yang diberhentikan," terangnya.
Ia pun berharap bersama rekan-rekannya lain, semoga ada penyelesaian hingga ia bisa bekerja lagi.
"Kalau memang tidak ada jalan keluar, tidak tau lah macam mana. Sekarang nyambil saja cari kerja," ungkapnya.
Nasib THL dan PTT di Lingga Belum Ada Kepastian
Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lingga, Rony Kurniawan angkat suara mengenai pemberhentian ratusan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Lingga beberapa waktu lalu.
Rony mengatakan, ratusan orang itu masih belum tahu secara pasti penyebab kontak kerja mereka diputuskan.
Apalagi hal tersebut menyangkut kepentingan masalah ekonomi setiap orang, ditambah saat ini dalam masa pandemi Covid-19.
Karena itu DPRD Lingga menjadwalkan pertemuan bersama perwakilan masyarakat, PTT dan THL yang diberhentikan pada Rabu (9/6/2021).
“Pertemuan yang dijadwalkan di DPRD hari ini merupakan agenda dengar pendapat, karena kami juga belum tahu secara pasti apa permasalahannya sehingga terjadi pemutusan kontrak kerja ratusan orang tersebut," kata Rony.
Ia mengungkapkan, dari hasil dengar pendapat saat itu akan dibahas juga nantinya bersama Bupati Lingga, Muhammad Nizar.
"Guna menyatukan solusi dengan berbagai pertimbangan, yang insyaAllah membuahkan hasil positif," ucapnya.
Saat ditemui lagi sesuai pertemuan tersebut, Rony mengatakan pihaknya akan mengadakan pertemuan lanjutan.
"Kita minta kepastian, kenapa permasalahannya seperti ini. Dan Bupati jangan sepihak untuk memutuskan nantinya. Ini merupakan hajat orang banyak. Jadi insyaAllah kita minta kepastian dalam waktu lima hari ke depan," ungkapnya lagi.
Roni menuturkan, pihaknya akan memanggil Bupati Lingga saat rapat selanjutnya jika belum ada keputusan dalam lima hari ke depan.
"Kawan-kawan kita butuh kepastian, kasian mereka," ujarnya.
Pemkab Lingga Berhentikan Sejumlah PTT dan THL
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Lingga memberhentikan sejumlah Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Harian Lepas (THL).
Kebijakan itu jelas menuai kontroversi di masyarakat, khususnya para PTT dan THL yang terkena imbas dari kebijakan ini.
Tidak hanya itu, kebijakan tersebut juga membuat banyak program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbengkalai.
Seperti halnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga yang hampir setengah pekerja lapangannya dirumahkan atau diberhentikan.
Dampaknya, sampah rumah tangga banyak menumpuk di sudut di wilayah Dabo. Kecamatan Singkep khususnya.
“Kami juga bingung dan terkejut dengan kebijakan pemberhentian PTT dan THL tanpa koordinasi dengan kami,” kata salah seorang staf DLH Lingga yang meminta namanya tidak disebutkan, Jumat (4/6/2021).
Bupati Lingga, Muhammad Nizar yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku jika hal tersebut sudah menjadi keputusan.
Bupati Lingga ini menilai, keputusan pemberhentian PTT dan THL tersebut pasti ada sebabnya.
“Saya tidak mau berkomentar panjang lebar, barangkali itu sudah menjadi keputusan.
Seperti contoh di Dinas Lingkungan Hidup terkait kebersihan itukan tidak semuanya diberhentikan.
Tentunya dinas teknis bisa mengatur itu dengan tenaga yang masih ada.
Kan tidak mungkin yang diberhentikan sekian dan yang masih aktif mau membiarkan sampah berserak.
Berarti main-main OPD nya itu," kata Nizar, Sabtu (5/6/2021).
Berdasarkan permasalahan itu, Muhammad Nizar bersama sejumlah pihak akan bicara secara internal untuk mencari solusi terbaiknya.
(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Lingga
Berita tentang Human Interest Story
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0906junaidi-thl-di-lingga.jpg)