4 Hari Hilang, Wanita Pendaki Gunung Sering Alami Kejadian Mistis
Selama empat hari hilang saat mendaki gunung, Eva (24) mengaku sering mengalami kejadian mistsis. Bahkan rasa hausnya hilang ketika terbangun dari tid
TRIBUNBATAM.id, BANTIMURUNG – Wanita 24 tahun pendaki gunung hilang selama empat hari di dalam hutan belantara.
Banyak kejadian mistis yang dialaminya selama dia hilang di hutan belantara.
Bahkan setiap terbangun dari tidurnya, dia selalau berada ditempat-tempat terpisah.
Selama hilang itu, dia tidak pernah makan dan minum.
Namun rasa hausnya selalu hilang ketika dirinya terbangun dari tidur.
Baca juga: Kisah Mahasiswi Pendaki Gunung Ini Sempat Hilang, Tak Sadar Diri Ngaku 3 Kali Pindah Gua
Baca juga: Viral Kisah Pendaki Gunung Lawu yang Tersesat, Selamat Karena Ikuti Burung Jalak
Bau Arifa Dg Ngaseng, wanita berusia 24 tahun menceritakan pengalamannya selama empat hari menghilang di Gunung Abbo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pendaki yang akrab disapa Eva tersebut selamat setelah tim SAR gabungan menemukannya dalam kondisi lemas 150 meter dari lokasi teman-temannya mendirikan tenda.
Kepada wartawan, Eva menceritakan empat hari yang penuh honor antara sadar dan tidak sadar sampai akhirnya ia ditemukan tim SAR yang sudah mencarinya selama tiga hari.
Komandan Tim Operasi Pencarian, Dadang Tarkas mengatakan, Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan sadar dan lemah.
Apalagi selama hilang ia tidak pernah makan dan minum.
Tim gabungan yang melakukan pencarian pertama kali menemukan barang yang diduga milik Eva.
Barang Eva yang ditemukan berupa jaket sekitar pukul 09.00 Wita.
"Kemudian beberapa anggota tim langsung turun melaporkan kepada saya,” katanya.
Dadang kemudian membentuk tim untuk menyisir kembali daerah penemuan jaket tersebut.
“Saya kemudian membentuk tim untuk mengcover lokasi penemuan jaket,” katanya.
Selang beberapa jam setelah penemuan jaket, tim gabungan pun berhasil menemukan Eva.
“Pukul 14.00 Wita tim gabungan berhasil menemukan Eva. posisi korban sadar, dia bersandar di batu sambil memanggil orangtuanya” jelasnya.
Penemuan Eva berjarak 300 meter dari titik awal dia dinyatakan hilang.
“Korban berhasil ditemukan sejauh 300 meter dari titik awal dia dinyatakan hilang, atau sekitar 150 meter dari lokasi didirikannya tenda,” terangnya.
Kondisi lokasi penemuan Eva diketahui sangat curam dan berbatu.
Dadang menjelaskan saat ditemukan, ada banyak luka yang ditemukan di tubuh Eva.
“Ada beberapa luka ditubuh Eva. Di bagian kepala luka terbuka, lutut, lengan dan jari. Kalau hasil analisa kami itu karena terjatuh,” tuturnya
Dari laporan yang diterima, ada beberapa kejanggalan yang dirasakan selama proses pencarian korban.
“Wilayah itu sangat besar dan ada mistisnya. Lokasi itu diketahui bekas perkampungan, hal inilah yang menjadi pertimbangan kami dan pihak keluarga untuk melibatkan paranormal dalam kegiatan pencarian tersebut,” ujarnya.
Sebanyak 80 orang tim gabungan yang terdiri dari berbagai macam organisasi turut serta dalam proses pencarian.
Adapun organisasi yang bergabung dalam proses pencarian tersebut di antaranya Tim rescue KPP Makassar, BPBD Maros, Damkar Maros, Polsek Bantimurung, SAR Pramuka, PMI Maros, Manggala Agni, SAR Locus, SAR UNHAS, Peduli Maros, Mapala UMI.
Kemudian Laskar Pala, SAR ACM, SAR ACT, SAR Marteam, SAR UNM, Makassar Recue, Masyarakat Setempat, dan Paranormal.
Kisah mistis
Kini, Eva telah mendapat perawatan di Puskesmas Bantimurung.
Kepada tribunmaros.com, Eva menceritakan kisahnya seorang diri di tengah hutan selama empat hari tiga malam.
Dia mengaku mengalami kejadian diluar nalar manusia.
Awalnya, dia pamit ke teman-temannya untuk buang air kecil dekat sungai.
Karena tak ingin sendalnya basah, dia melepasnya dan menyimpan di atas batu pinggir sungai.
Setelah buang air kecil, ia mundur tiga langkah lalu tiba-tiba tak sadarkan diri.
"Saat terbangun, saya sudah berada di dalam sebuah goa," jelasnya, di Puskesmas Bantimurung, Rabu malam.
Dengan suara pelan karena kondisinya yang masih lemah, Eva menuturkan jika sering tertidur selama berada dalam goa.
Dia mengingat, sempat terbangun sebanyak empat kali.
Dan saat terbangun, dia selalu berada di tempat yang berbeda.
"Saat itu yang saya rasakan hanyalah mengantuk. Dan lebih banyak tertidur. Saya beberapa kali terbangun, dan setiap kali bangun, saya sudah ada di tempat yang berbeda," jelasnya.
Di dalam goa tersebut, ia mengaku sangat kehausan.
"Saya sempat merasa haus sekali dan meminta tolong untuk diberikan air putih, tapi sampai saya tertidur lagi tidak ada orang yang datang menolong. Setiap saya terbangun, haus saya sudah hilang," ujarnya.
Eva mengaku melihat bayangan orang-orang yang mencarinya.
"Entah hari apa itu, sempat saya lihat bayangan orang yang mencari. Tapi karena saya kira hanya halusinasi, maka saya tidak bersuara. Setelah itu saya tertidur kembali," jelasnya.
Beberapa jam sebelum ditemukan, Eva mengaku ada keinginan yang kuat dalam dirinya untuk berkunjung ke rumah neneknya di Kabupaten Bulukumba.
Lalu, dia bertemu seorang dokter berkerudung yang mengajaknya ke rumah neneknya di Bulukumba.
Di rumah neneknya, Eva ditawarkan beragam makanan namun ia tolak.
"Saya hanya minta dibuatkan jelly dengan sirup nenas, lalu nenekku membuatnya di wadah yang besar sekali dan saya mengobrol dengan nenek. Tapi lagi-lagi saya kembali tersadar bahwa itu bukan rumah nenekku dan saya masih berada di dalam goa," ujarnya
"Kejadian saya merasa ada di rumah nenek di Bulukumba, itu waktu subuh. Karena tidak lama kemudian, setelah tersadar ada cahaya yang saya lihat masuk ke dalam goa. Saat itu saya terus berdzikir dan memohon petunjuk untuk dimudahkan keluar dari dalam goa," jelasnya.
Dia kemudian mendengar suara orang memanggil-manggil namanya.
Saat itu dia mulai sadar kalau dia sedang dicari.
Selanjutnya dia mencium aroma parfum laki-laki, namun ia mengira itu adalah mahluk halus.
Aroma parfum tersebut kembali tercium hingga dia meyakini parfum tersebut berasal dari orang yang mencari.
"Saat pertama kali mencium parfum laki-laki, saya mohon untuk diberikan petunjuk. Kalau memang yang datang adalah orang baik maka berikanlah petunjuk. Saya memastikan dulu apakah itu orang yang mencari saya atau halusinasi. Aroma parfum yang kedua kembali saya cium. Barulah saat itu, saya menjawab panggilan mereka dan berkata adaka di sini, tapi tidak bisaka bergerak," jelasnya.
Saat berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Eva mengira hari ini (Rabu) adalah hari yang sama saat dirinya dinyatakan hilang (Minggu).
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Gadis 24 Tahun Menghilang 4 Hari di Gunung Abbo Maros, Selamat Setelah Mencium Bau Parfum,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/eva-24-mahasiswi-pendaki-gunung-abbo-leang-leang.jpg)