Gubernur Geram Setelah Tahu 2.348 Siswa Putus Sekolah, 451 Diantaranya Karena Hamil Duluan
Anak putus sekolah menjadi perhatian Gubernur Babel, apalagi 451 diantaranya karena masalah hamil diluar nikah
TRIBUNBATAM.id, BABEL -- Banyaknya siswa yang putus sekolah membuat miris gubernur.
Hal itu dikatakan Gubernur Provinisi Bangka Belitung Erzaldi Roesman.
Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat banyak anak yang putus sekolah.
Laporan itupun sampai ke telinga sang gubernur.
Kebanyakan anak yang putus sekolah tersebut di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 2019-2021 terdata sebanyak 2.348 siswa.
Penyebabnya, selain masalah ekonomi ternyata permasalahan ini juga dikarenakan masalah lainya.
Setidaknya tercatat, 451 siswa putus sekolah disebabkan pernikahan dini atau karena hamil di luar perencanaan.
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Roesman sangat seriusa memperhatikan masalah ini.
Untuk itu, satu di antara solusi yang coba diterapkan lanjut Erzaldi, memberi peningkatan kompetensi guru Bimbinngan Kesiswaaan (BK) dengan membekali tambahan pengetahuan ilmu psikologi oleh tenaga ahli. Agar cepat tanggap menyikapi permasalahan siswa.
" Ini Guru BK harus diupgrade latih dengan cara lebih baik hingga ke pusat psikologi di Jakarta selama tiga hari dua malam," ucapnya.
Diharapkan dengan pelatihan itu apabila Guru BP sudah praktek dan lancar, maka akan dikolaborasikan dengan DAI desa yang menjadi pioner dalam pelaksanaan program dari badan penyelesaiaan, perceraian dan perkawinan.
" Nanti mereka kolaborasi, ini masalah mental maka ada caranya sekaligus menekan angka perceraian dan jumlah siswa yang drop out," ucapnya.
Selain itu, Erzaldi juga berharap peran dari masing-masing orangtua agar tidak cuek dalam mendidik anaknya, selain pemahaman yang harus diberikan guru BP untuk terus memotivasi memberikan yang terbaik kepada siswanya.
Gerak cepat pemerintah dalam mengatasi hal ini juga telah dilakukan dengan mengelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Bangka Belitung dipimpin langsung Gubernur Bangka Belitung, Kamis (10/6) kemarin.
Demi memberantas permasalahan tingginya angka putus sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turut diundang Dinas Pendidikan, dewan pendidikan, MGBK, Dinas Kesehatan, RS jiwa, Dinas Tenaga Kerja/ BLKI, hingga Kanwil Kemenag Babel guna membahas dan memperkuat kebijakan yang disusun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-siswi-sma.jpg)