Breaking News:

BATAM TERKINI

RIBUAN Barang Ilegal Hasil Sitaan Bea Cukai Sejak 2015 Dimusnahkan

Bea Cukai Batam kembali memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai periode 2015 hingga 2021.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Bea Cukai Batam kembali memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai periode 2015 hingga 2021, Rabu (16/6/2021) di dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bea Cukai Batam kembali memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai periode 2015 hingga 2021, Rabu (16/6/2021) di dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam

Barang-barang tersebut dinyatakan Barang Tidak Dikuasai (BTD) dan Barang yang Dikuasai Negara (BDN) yang mana telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam untuk dimusnahkan.

“BMN yang dimusnahkan merupakan barang yang dilarang dan dibatasi atau barang-barang yang
tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan kembali,” kata Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Susila Brata, di Lokasi Pemusnahan BMN, Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Rabu (16-6-2021).

Susila menjelaskan, pemusnahan ini dalam rangka menyelesaikan peruntukan barang yang menjadi milik negara berdasarkan pasal 33 (d) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 178/PMK.04/2019.

“Pasal 33 PMK 178 tahun 2019 mengatur bahwa BMN dimusnahkan dalam hal BMN tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, tidak dapat dihibahkan, tidak mempunyai nilai ekonomis, dilarang diekspor atau diimpor atau berdasarkan peraturan perundang-undangan harus dimusnahkan,” jelas Susila.

Baca juga: MELONJAK! Jumlah Pasien Covid-19 Baru di RSKI Galang Tambah 46 Orang

Adapun barang yang dimusnahkan meliputi, Air zam-zam sebanyak 2.607 botol, Kayu sebanyak 26.584 batang, barang kena cukai berupa hasil tembakau berbagai jenis dan merek sebanyak 86.402 batang, Kasur/matras/tilam sebanyak 438 pcs, kebutuhan pokok yang sudah tidak layak konsumsi (beras, beras ketan, gula, dll) sebanyak 2.700 kg, Karpet dan balpress (pakaian) sebanyak 74 pcs, dan beberapa barang lainnya yang telah ditetapkan sebagai barang yang menjadi milik negara.

“Total perkiraan nilai barang sebesar Rp 3,53 miliar dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp1,03 miliar,” papar Susila.

Susila menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerjasama antar instansi terkait yang selalu berkomitmen untuk menjaga masyarakat dari peredaran barang ilegal yang dapat merusak kesehatan dan juga merugikan penerimaan negara.

Di tempat yang sama Asisten ll bidang Perekonomian dan Pembangunan kota Batam Pebrialin mewakili Wali Kota Batam mengapresiasi kepada Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam yang sudah sangat luar biasa, bekerja keras dalam mengatasi dan menggagalkan penyelundupan di Kota Batam.

"Batam ini merupakan sebuah kota yang memang memiliki banyak pelabuhan tikus, yang bisa di akses oleh banyak orang, kendati demikian pihak Bea Cukai Batam berhasil mengatasi hal tersebut," tutur Pebrialin.

Mudah-mudahan dengan hasil tangkapan ini, Bea Cukai Batam, tidak berhenti sampai di sini saja.

"Semoga dengan pengendalian yang baik oleh Bea Cukai Batam, Kota Batam bebas dari Penyelundupan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved