TRIBUN WIKI
Sejarah Coca-Cola, Berdiri Lebih dari Seabad, Saham Anjlok hingga Rugi Puluhan Triliun
Saham Coca-Cola hari ini, Rabu (16/06/2021) anjlok usai Timnas Portugal, Christiano Ronaldo menggeser botol Coca-Cola saat konferensi pers Euro 2020.
TRIBUNBATAM.id - Saham Coca-Cola hari ini, Rabu (16/06/2021) anjlok.
Hal ini terjadi setelah Timnas Portugal, Christiano Ronaldo menggeser botol Coca-Cola saat konferensi pers di Euro 2020.
Akibatnya, Coca-Cola pun mengalami kerugian besar hingga 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 57,2 triliun.
Sebelumnya, harga saham Coca-Cola di bursa New York tercatat sebesar 56,10 dollar AS.
Namun setengah jam setelah Ronaldo memindahkan botol Coca Cola, sahamnya turun menjadi 55,22 dollar AS per saham.
Hal itu membuat kapitalisasi pasar saham Coca-Cola juga turun sebesar 4 miliar dollar AS, yakni dari 242 miliar dollar AS menjadi 238 miliar dollar AS.
Terlepas dari turunnya saham Coca-Cola, merek minuman bersoda ini telah berdiri selama lebih dari seabad.
Lantas, bagaimana sejarah Coca-Cola?
Sejarah Coca-Cola
Melansir artikel di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Hari Ini dalam Sejarah: 8 Mei 1886, Coca-Cola Dijual Perdana dan Dibanderol 5 Sen Per Gelas', Coca-Cola pertama kali dijual di Atlanta pada 8 Mei 1886.
Minuman bersoda ini dijual oleh seorang farmasis bernama John Pemberton.
Kala itu, Coca-Cola disediakan dalam mesin soda atau soft drink dan diberi harga 5 sen.
Pada 12 Maret 1894, Coca-Cola dijual perdana dalam kemasan botol kaca.
Awalnya, Coca-Cola diciptakan John Pemberton sebagai pengganti morfin yang tidak menimbulkan kecanduan.
Karena segera populer di seluruh wilayah tersebut, John Pemberton kemudian menjual hak merek Coca-Cola pada Asa Griggs Candler.
Sebelumnya, kolonel dan farmasis bernama John Pemberton kecanduan morfin setelah terluka dalam Perang Sipil Amerika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hadewhscdvdvdvdv.jpg)