Kamis, 9 April 2026

BATAM TERKINI

DIHANTAM Pandemi Covid-19, Kreativitas Kampung Seni Batam Terhenti

Pandemi Covid-19 telah berdampak besar bagi para pelaku usaha, tak terkecuali pelaku seni seperti yang dialami sejumlah pelukis di Kota Batam, Kepri.

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Asep dan bebebrapa pelukis mural saat menggambar di tembok rumah warha Kampung Seni 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Salah satu sektor yang terpukul hebat dan kerap luput dari perhatian, di masa pandemi Covid-19 adalah seni.

Banyak seniman, khususnya pelukis, kehilangan pendapatan mereka.

Hal ini dikarenakan galeri-galeri mereka terpaksa tutup.

Sementara minat belanja masyarakat terhadap karya mereka anjok karena keterbatasan dana.

Ironisnya lagi, pandemi Covid-19 telah berdampak besar bagi para pelaku usaha, tak terkecuali pelaku seni seperti yang dialami sejumlah pelukis di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kondisi ini menghentikan kreativitas warga yang tinggal di RT 02 dan RT 04 dan kedua kawasan RT kini dikenal sebagai Kampung Seni Batam.

Salah satu pengagas Kampung Seni Batam, Asep menjelaskan bahwa terhentinya kreatifitas para pelaku seni di kawasan ini telah terhenti sejak satu tahun belakangan.

Ironisnya kegiatan yang biasanya diikuti oleh para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Rumah Kreatif Kampung Seni, juga sudah tidak terlihat lagi.

"Dulu saat awal dibentuk seru sekali, biasa berkumpul dan membuat kerajinan tangan bersama. Tapi sudah setahun rumah krearif kosong dan tidak ada kegiatan lagi. Karena larangan berkumpul di masa pandemi ini," ujarnya di galeri lukisnya, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: ATURAN BARU! Calon Peserta Vaksin Covid-19 di Batam Wajib Daftar Dulu ke RT, RW dan Lurah

Asep yang juga merupakan salah satu pelukis di Kota Batam ini, menceritakan salah satu alasan terbentuknya Kampung Seni. Hal ini dikarenakan akan menjadi salah satu lokasi wisata di Kota Batam.

Di mana para pelaku kerajinan dan seni di kawasan itu, dapat menjual hasil karya mereka kepada wisatawan Mancanegara dan juga wisatawan lokal yang berkunjung ke Batam.

"Dibentuk setahun lalu, seharusnya Kampung Seni menjadi tujuan wisatawan apabila ingin mencari souvenir yang menandakan mengenai Kota Batam," tuturnya.

Sebelum dinyatakan sebagai Kampung Seni, awalnya Asep dan beberapa warga di Perumahan Bida Kharisma hanya ingin memperindah kawasan pemukiman mereka. Yaitu dengan cara melakukan gotong royong pembersihan lingkungan.

Serta semenisasi jalan dan juga gorong-gorong yang dilakukan secara swasembada, dengan patungan antar warga.

Namun hal ini kemudian menjadi memunculkan ide dari beberapa seniman lukis di kawasan tersebut. Dengan memanfaatkan tembok rumah warga sebagai kanvas bagi karya mural mereka.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved