BATAM TERKINI
DIHANTAM Pandemi Covid-19, Kreativitas Kampung Seni Batam Terhenti
Pandemi Covid-19 telah berdampak besar bagi para pelaku usaha, tak terkecuali pelaku seni seperti yang dialami sejumlah pelukis di Kota Batam, Kepri.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Salah satu sektor yang terpukul hebat dan kerap luput dari perhatian, di masa pandemi Covid-19 adalah seni.
Banyak seniman, khususnya pelukis, kehilangan pendapatan mereka.
Hal ini dikarenakan galeri-galeri mereka terpaksa tutup.
Sementara minat belanja masyarakat terhadap karya mereka anjok karena keterbatasan dana.
Ironisnya lagi, pandemi Covid-19 telah berdampak besar bagi para pelaku usaha, tak terkecuali pelaku seni seperti yang dialami sejumlah pelukis di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kondisi ini menghentikan kreativitas warga yang tinggal di RT 02 dan RT 04 dan kedua kawasan RT kini dikenal sebagai Kampung Seni Batam.
Salah satu pengagas Kampung Seni Batam, Asep menjelaskan bahwa terhentinya kreatifitas para pelaku seni di kawasan ini telah terhenti sejak satu tahun belakangan.
Ironisnya kegiatan yang biasanya diikuti oleh para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Rumah Kreatif Kampung Seni, juga sudah tidak terlihat lagi.
"Dulu saat awal dibentuk seru sekali, biasa berkumpul dan membuat kerajinan tangan bersama. Tapi sudah setahun rumah krearif kosong dan tidak ada kegiatan lagi. Karena larangan berkumpul di masa pandemi ini," ujarnya di galeri lukisnya, Sabtu (19/6/2021).
Baca juga: ATURAN BARU! Calon Peserta Vaksin Covid-19 di Batam Wajib Daftar Dulu ke RT, RW dan Lurah
Asep yang juga merupakan salah satu pelukis di Kota Batam ini, menceritakan salah satu alasan terbentuknya Kampung Seni. Hal ini dikarenakan akan menjadi salah satu lokasi wisata di Kota Batam.
Di mana para pelaku kerajinan dan seni di kawasan itu, dapat menjual hasil karya mereka kepada wisatawan Mancanegara dan juga wisatawan lokal yang berkunjung ke Batam.
"Dibentuk setahun lalu, seharusnya Kampung Seni menjadi tujuan wisatawan apabila ingin mencari souvenir yang menandakan mengenai Kota Batam," tuturnya.
Sebelum dinyatakan sebagai Kampung Seni, awalnya Asep dan beberapa warga di Perumahan Bida Kharisma hanya ingin memperindah kawasan pemukiman mereka. Yaitu dengan cara melakukan gotong royong pembersihan lingkungan.
Serta semenisasi jalan dan juga gorong-gorong yang dilakukan secara swasembada, dengan patungan antar warga.
Namun hal ini kemudian menjadi memunculkan ide dari beberapa seniman lukis di kawasan tersebut. Dengan memanfaatkan tembok rumah warga sebagai kanvas bagi karya mural mereka.
Namun begitu, pandemi tak lantas mengurangi semangat mereka untuk terus berkarya menciptakan karya lukis terbaiknya.
Menariknya lagi, hasil mural di tembok rumah warga ini, kemudian dilihat oleh beberapa warga lainnya. Dijadikan sebagai spot foto yang menarik bagi media sosial di kalangan milenial.
"Nah bermula darisitulah kita mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam," kata Asep
Namun euforia Kampung Seni yang awalnya bersiap menyambut wisatawan ini, kini mulai meredup dikarenakan pandemi Covid-19.
Walau demikian, Asep dan beberapa pelaku kerajinan lain juga menegaskan bahwa tidak akan berhenti dan menyerah untuk berkreatifitas.
Saat ini demi mendapatkan pemasukan, beberapa perajin kerajinan tangan juga tetap menghasilkan karya di kediamannya masing-masing. Salah satu caranya dengan memanfaatkan media sosial guna menjual hasil karyanya.
"Dulu saat awal terbentuk sudah sempat merasakan hasil walau belum maksimal, namun pandemi datang dan kegiatan terhenti," ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya, ia juga melakukan berbagai improvisasi demi bertahan di tengah pandemi. Salah satunya adalah menitip lukisan di rumah warga, di mana hasil penjualan lukisan akan dibagi bersama dengan pemilik rumah.
"Titip di rumah warga yang aktif di Kampung Seni. Nanti saya dapat dan pemilik rumah juga dapat hasil dari penjualan lukisan itu," terangnya.
Walau demikian, Asep menerangkan dalam kondisi pandemi ini pihaknya tetap ingin merealisasikan Kampung Seni sebagai lokasi Perumahan yang berwarna dengan lukisan dan seni.
Salah satunya adalah tetap melaksanakan mural di tembok warga yang kini dilaksanakan setiap malam.
"Karena tidak ada kegiatan bersama lagi, jadi saat ini malam hanya memural di rumah tembok rumah warga saja. Itung-itung agar jadi spot foto buat warga dan siapa saja yang berkunjung ke Kampung Seni," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19062021kreatifitas-kampung-seni.jpg)