Rabu, 15 April 2026

TRIBUN WIKI

Gejala Covid-19 Varian Delta, Badan Terasa Sehat padahal Paru-paru Penuh Virus

Covid-19 varian Delta saat ini masih menjadi ancaman baru di Indonesia. Varian ini menimbulkan sejumlah gejala khusus.

freepik.com
KESEHATAN- Beberapa gejala virus Corona varian Delta berbeda dengan sebelumnya. FOTO: ILUSTRASI 

Dalam waktu yang singkat, varian Delta mampu membuat kondisi seseorang menjadi sangat buruk.

Saat ini, varian virus asal India ini sudah banyak memenuhi paru-paru.

Hingga saat ini, puluhan warga dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), telah tertular oleh virus asal India tersebut.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, mengimbau masyarakat untuk menyadari bahayanya penyebaran varian Delta ini.

Menurutnya, virus covid dari India ini memiliki penularan yang sama dengan varian lainnya.

Hanya saja yang harus diwaspadai varian Delta ini dapat mengelabui sistem imun tubuh manusia.

“Sampai saat ini cara penularan belum berubah, tetap lewat mata, mulut, dan hidung. Hanya bedanya mutasi ini bisa mengelabui sistem imun kita. Diam-diam menempel pada sel tubuh kita, maka tidak bergejala di awal kalau yang sebelumnya kan begitu nampak langsung bereaksi, tapi yang ini tidak,” ujar Tonang dilansir dari laman UNS.

Melansir artikel di Kompas.com dengan judul "Pakar UNS: Awas, Ini Bahaya Virus Covid Varian Delta", Tonang menjelaskan, pasien yang terpapar virus ini baru diketahui setelah virus masuk ke paru-paru, baru lah si pasien bergejala.

Kondisi ini membuat pasien Covid-19 semakin cepat memburuk dan membuat tingkat keefektifan vaksin yang sudah diproduksi sebelum varian ini muncul menjadi berkurang.

“Nggak ketahuan dia (varian Delta) menyebar banyak sampai ke paru-paru. Baru di paru-paru menimbulkan gejala dan baru kerasa. Sehingga, orang mengatakan, ‘Kok sekarang cepat sekali memburuk ya?’ Ya, karena ketahuannya pas sudah masuk paru-paru,” terang Tonang.

Ditemukan di Kudus

Sejauh ini, varian Delta baru ditemukan pada pasien Covid-19 asal Kabupaten Kudus yang diisolasi di Asrama Haji, Donohudan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 34 sampel whole genome sequencing (WGS), sudah dikonfirmasi jika 28 pasien Covid-19 asal Kabupaten Kudus terjangkit varian Delta.

Tonang mengatakan beragamnya varian SARS-CoV-2 yang muncul di sejumlah negara, seperti di Inggris dan Brasil, terjadi karena tujuan dari virus bermutasi adalah untuk mempertahankan hidupnya.

Dalam ilmu medis, virus dapat hidup dengan cara menempel pada sel inang.

Apabila, virus masuk ke dalam tubuh manusia yang menjadi inangnya, virus akan terus berkembang biak dengan menyalurkan materi genetik, baik RNA maupun DNA, ke sel sehat dalam tubuh manusia.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved