Terjadi di Riau, Dua Warga Meninggal Usai Divaksin Sinovac, Begini Kronologinya
Kedua warga tersebut sempat mengeluhkan demam dan kejang-kejang setelah divaksin Sinovac.
Pernyataan yang sama juga dilontarkan Ketua Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Riau, Ligat Pribadi, Kamis (17/6/2021).
Setelah dirawat dan dilakukan observasi oleh tim medis, ternyata pasien ini menderita kadar gula yang tinggi.
Kemudian beberapa dokter spesialis di rumah sakit yan ada di kabupaten melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan itu, tidak ditemukan ada hal-hal yang berkaitan dengan KIPI.
"Jadi pasien ini memang hipertensi dan hipertropi pada jantungnya."
"Setelah dilakukan scanning kepala tidak ditemukan ada kelainan, kemudian dirawat lagi beberapa hari, akhirnya meninggal," papar Ligat.
Dari beberapa rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan tim dokter, disimpulkan bahwa pasien meninggal bukan karena efek dari vaksin Sinovac.
Namun karena penyakit bawaan atau komorbid yang selama ini sudah diderita oleh pasien tersebut.
"Dari diagnosa dokter di sana (Inhu) bukan karena KIPI tapi akibat dari sindrom metabolik."
"Termasuk kejang itu juga kemungkinan akibat metabolik dari kadar gula darahnya yang tidak terkontrol," jelasnya.
Lebih lanjut, Ligat menjelaskan, untuk pasien di Rokan Hulu mengalami gejala dua hari seteval divaksin Sinovac.
Pasien tersebut datang ke puskesmas dengan keluhan badan merian serta demam.
Kemudian, pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit swasta lalu dilakukan screening, termasuk rontgen dan pemeriksaan darah.
"Hasilnya pasien ini diketahui ada lekositosis dan hasil rontgen torak atau badannya ada infeksi di paru-paru," terang Ligat.
Setelah diketahui ada infeksi di paru-paru, pasien itu disarankan untuk dirawat sambil dilakukan pemeriksaan swab PCR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-meninggal-dunia.jpg)