Selasa, 21 April 2026

Anggota TNI Dikeroyok 10 Preman Karena Masalah Tiket Parkir

Anggota TNI babak belur dikeroyok oleh 10 preman karena masalah tiket parkir, kepalanya dipukul dengan menggunakan batu

Editor: Eko Setiawan
TRIBUN MEDAN/HO
Anggota TNI Tumpal Tampubolon yang jadi korban pengeroyokan 10 preman di Jalan Danau Marsabut, Kecamatan Medan Barat, Jumat (18/6/2021) 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Anggota TNI dikeroyok sekitar 10 orang, akibat kasus pengeroyokan tersebut korban mengalami luka yang cukup serius dan harus menjalani perawatan.

Bagaimana tidak, dalam perngeroyokan tersebut korban dipukul dengan menggunakan batu dan kayu.

Permasalahan ini diketahui dikarenakan masalah tiket parkir.

Seorang anggota TNI dikeroyok preman di Jalan Danau Marsabut, Kecamatan Medan Barat, Jumat (18/6/2021). 

Kasus pengeroyokan anggota TNI Pratu Tumpal Tampubolon diduga bermula dari aksi pungli parkir yang dilakukan seorang pelaku. 

Anggota TNI Pratu Tumpal Tampubolon mengalami luka-luka akibat pukulan kayu dan balok yang dihantamkan 10 preman ke tubuhnya.

Warga sekitar pun membawanya ke RS Sufina Azis untuk mendapatkan perawatan.

ILUSTRASI babak belur dikeroyok
ILUSTRASI babak belur dikeroyok (TRIBUN MEDAN/ Percut Seituan)

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Medan, saat itu Pratu Tumpal akan memundurkan kendaraan di Jalan Marsabut tepatnya di depan Komplek Danau Marsabut.

Kemudian DMH yang disebut-sebut sebagai preman setempat meminta uang parkir dengan cara kasar. 

"Dia tiba-tiba datang lalu menagih uang parkir dengan cara yang kasar. Saya mulanya menanggapinya dengan santai, tapi kok lama-lama makin jadi," kata Pratu Tumpal, Sabtu (19/6/2021).

Sempat terjadi percekcokan antara korban dan pelaku.

Melihat DHM terlibat adu mulut dengan seseorang, sembilan kawannya datang menghampiri. 

Tak berselang lama, Pratu Tumpal pun dikeroyok.

"Begitu datang kawannya langsung dihajar saya. Seingat saya ada kayu, balok bahkan batu dihantamkan orang itu sama saya," sebutnya. 

Beruntung ada sebagian warga melerai aksi para preman tersebut hingga penganiayaan terhenti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved