Sabtu, 11 April 2026

VIRUS CORONA DI TANJUNGPINANG

Pasien Covid-19 Tanjungpinang Lebih Banyak Isolasi Mandiri Dibanding ke Rumah Sakit

Dari 539 kasus aktif virus corona di Tanjungpinang, 342 pasien menjalani isolasi mandiri.

|
FREEPIK.COM
ISOLASI MANDIRI - Pasien covid-19 Tanjungpinang banyak yang menjalani isolasi mandiri dibandingkan dirawat di rumah sakit. Foto Ilustrasi. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien covid-19 di Tanjungpinang yang menjalani isolasi mandiri lebih banyak dibanding jumlah pasien yang jalani perawatan di rumah sakit.

Dari 539 kasus aktif virus corona di Tanjungpinang yang dihimpun Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanjungpinang hingga 20 Juni 2021, sebanyak 342 pasien menjalani isolasi mandiri.

Sementara jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 58 orang.

Jumlah pasien yang menjalani karantina di Lohass Hotel bahkan jauh lebih banyak dibanding pasien yang dirawat di rumah sakit.

Data mencatat, terdapat 139 yang dikarantina di Lohass Hotel.

Dinkes Tanjungpinang mencatat, total kasus covid-19 di Tanjungpinang sudah menembus angka 4.088.

Dari jumlah itu, 3447 berstatus pasien sembuh corona, sementara 102 pasien dinyatakan meninggal dunia akibat covid-19.

Kepala Balai Pelatihan Kesehatan atau Bapelkes Batam sebelumnya mengungkap risiko pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Ia khawatir, jika Penanganan Covid dengan isolasi mandiri berpotensi menjadi bom waktu penyebaran virus corona, khususnya di permukiman.

Dia menjelaskan jika isolasi mandiri dilaksanakan di suatu tempat, seperti rusun atau hotel.

Maka Penanganan Covid bisa diawasi dan lebih mudah dikontrol.

Berbeda jika isolasi mandiri dilakukan di rumah.

Baca juga: Covid-19 Kepri, Sudah 477 Warga Meninggal Akibat Virus Corona

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam Sentuh 20.629 Pekerja Kawasan Industri Batamindo

Wali kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang akan menelusuri pada sejumlah orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktivitas lainnya.

Bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan.

Rahma juga mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi Covid-19 ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved