Selasa, 26 Mei 2026

EMAS HARI INI

Kabar Baik Harga Emas Naik Lagi Setelah Sepekan Terjun Bebas

Sejak lama banyak orang menjadikan logam mulia seperti emas sebagai aset lindung nilai (hedging) selain benda lain seperti tanah, rumah atau bangunan

Tayang:
WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi warga menunjukkan emas batangan yang dipakai sebagai sarana berinvestasi. Sempat tajuh selama sepekan sejak Senin (21/6/2021) harga emas kembali naik 

TRIBUNBATAM.id - Sejak lama banyak orang menjadikan emas alat berinvestasi ketimbang menimbun uang.

Emas dianggap jadi aset lindung nilai (hedging) selain aset lain seperti tanah, rumah atau bangunan. 

Namun logam mulia yang disenangi semua orang itu nilainya sempat merosot kurun 5 hari terakhir.

Pekan lalu harga emas terus turun di pasar global maupun lokal, yang membuat harga jatuh 102 dollar AS atau turun lebih dari enam persen.

Pada awal perdagangan pekan lalu, misalnya harga emas global tercatat sebesar 1.866 dollar AS per troy ounce, yang kemudian menjadi 1.764 dollar AS per troy ounce pada perdagangan Jumat (18/6/2021).

Kabar baiknya awal pekan ini, Senin (21/6/2021), harga emas global pelan tapi pasti naik 0,39 persen ke 1,774 dollar AS per troy ounce.

Baca juga: Merosot Tajam, Sepekan Harga Emas Antam Turun hingga Rp 25.000 per Gram

Pergerakan harga emas global tersebut berpengaruh pula pada harga emas lokal, salah satunya emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

Logam mulia berupa emas batangan
Logam mulia berupa emas batangan (ISTIMEWA)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pergerakan harga emas tersebut dipengaruhi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed.

Pada Kamis (17/6/2021), The Fed mengumumkan bakal ada kenaikan suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) sebesar 50 basis poin (bps) atau sebanyak dua kali pada tahun 2023.

Kebijakan The Fed ini sudah ditunggu para pelaku pasar global.

Proyeksi kenaikan suku bunga sebanyak dua kali itu, lebih cepat ketimbang perkiraan awal bahwa FFR baru akan dinaikkan pada 2024 mendatang.

Baca juga: ANJLOK Harga Emas Antam Kembali Turun Rp 8.000 Jumat (18/6), Berikut Rincian Harganya

Dilansir dari Kompas, Ini sekaligus menjadi indikator arah kebijakan The Fed cenderung menjadi lebih hawkish atau ketat.

Adanya kemungkinan suku bunga yang akan naik ke depannya, maka tak menutup kemungkinan tapering atau pengurangan surat utang yang dikeluarkan pemerintah AS oleh The Fed, dilakukan lebih dahulu.

Pengumuman The Fed itu membuat indeks dolar AS melesat naik, tetapi penguatan itu memukul harga-harga komoditas yang mayoritas menggunakan mata uang dollar AS, termasuk emas.

Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi emas batangan (kompas.com)

"Jadi wajar kalau seandainya harga emas dan hampir semua komoditas turun, karena ekspetasi dari Bank Sentral AS itu 2 tahun ke depan atau 2023 akan menaikkan suku bunga 2 kali.

Sehingga akibatkan fund-fund besar langsung melakukan taking profit," ujar Ibrahim, Senin (21/6/2021).

Kendati demikian, Ibrahim meyakini pelemahan harga emas ini hanya bersifat sementara sebagai dampak dari The Fed.

Ibrahim meyakini, pada pekan ini harga emas akan terus bergerak naik. Menurut dia, investor akan kembali memilih emas sebagai aset lindung nilai (hedging).

Itu lantaran pemerintah AS masih akan menggelontorkan stimulus senilai 1,9 triliun dollar AS yang telah disahkan oleh senat AS pada Maret 2021 lalu.

Injeksi likuiditas yang masif tentu akan menekan keperkasaan dollar AS.

Baca juga: Curhat Pelaku UMKM yang Jual Emas dan Gadai Motornya Demi Bertahan Hidup saat Pandemi

Di mana ketika nilai dollar AS tertekan, maka harga emas cenderung terapresiasi, lantaran investor akan lebih memilih menyimpan dananya pada emas sebagai salah satu aset yang minim risiko (safe haven).

"Artinya kemungkinan besar masih akan mengangkat sentimen positif terhadap logam mulia (emas) ke depannya," imbuh dia.

Selain pengaruh stimulus AS, kemungkinan nilai emas akan kembali naik karena pengaruh pertemuan G7 atau tujuh negara terbesar di dunia yang memiliki ekonomi maju.

Di sisi lain, memanasnya masalah geopolitik di Laut China Selatan dan Laut Atlantik karena ketegangan antara kapal induk AS dan sekutunya dengan China dan Rusia.

Namun ia menggarisbawahi bahwa harga logam mulai tak akan jatuh dalam karena hanya terkoreksi sesaat kemudian nilainya akan kembali.

Seorang konsumen memperlihatkan emas batangan atau logam mulia yang baru dibelinya di Butik Emas, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (8/1/2020). Harga logam mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas hari ini berada di angka Rp 815.000 per gram atau naik sebesar Rp 16.000 dari posisi hari sebelumnya Rp 799.000 per gram. Sementara harga jual dari Rp 700.000 per gram naik sebesar Rp 14.000 jadi seharga Rp 714.000 per gram. Kenaikan harga emas yang hampir menyentuh 2 persen itu, dipicu memanasnya konplik Iran dan Amerika Serikat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Seorang konsumen memperlihatkan emas batangan atau logam mulia yang baru dibelinya di Butik Emas, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (8/1/2020). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved