Sabtu, 9 Mei 2026

PENANGANAN COVID

Kadinkes Cemas Pasien Covid-19 Tanjungpinang Banyak Isolasi Mandiri

Data satgas covid-19 di Tanjungpinang hingga 22 Juni 2021 mencatat, terdapat 600 kasus aktif dimana 391 di antaranya menjalani isolasi mandiri.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Nugraheni, Selasa, (22/6). Ia mengaku khawatir dengan banyaknya pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanjungpinang, Nugraheni dibuat cemas.

Itu setelah banyaknya jumlah pasien covid-19 di Tanjungpinang yang lebih banyak menjalani isolasi mandiri dibanding menjalani perawatan di rumah sakit dan karantina di Lohass Hotel.

Ia khawatir, perawatan isolasi mandiri yang tidak benar malah menciptakan penyebaran virus corona di Tanjungpinang.

Data satgas covid-19 di Tanjungpinang hingga 22 Juni 2021 mencatat, terdapat 600 kasus aktif dimana 391 di antaranya menjalani isolasi mandiri.

Sementara 70 pasien rawat di rumah sakit dan 139 pasien karantina Lohass Hotel.

Adapun jumlah pasien selesai isolasi atau pasien sembuh corona sebanyak 3498 dan 102 pasien dinyatakan meninggal dunia akibat covid-19.

Sebagaimana aturan Kementerian Kesehatan, isloasi mandiri boleh dilakukan asal dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

"Ya memang kami sadari, tapi syarat-syarat (isolasi mandiri) itu cukup ketat kok.

Pasien benar-benar mesti putus kontak dengan anggota yang lain," ujarnya, Selasa, (22/6).

Menurutnya, yang paling terpenting dari pasien yang menjalani isolasi mandiri ialah terjaminnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama menjalani masa pemulihan.

"Selain itu dijamin dia tidak kontak lansung demgan anggota keluarga, lalu pemenuhan sarana dan prasarana seperti kamar mandi sendiri sampai alat-alat makan sendiri," ungkapnya.

Mengingat hal itu dan seiring bertambahnya angka pasien terkonfirmasi Covid-19, maka melalui rapat bersama Satgas Covid-19 Provinsi disepakati penambahan lokasi perawatan di Rumah Sakit maupun Hotel Lohass yang jauh dari pemukiman masyarakat.

Baca juga: Covid-19 Lingga, Kecamatan Kepulauan Posek Bersih Virus Corona

Baca juga: Covid-19 Kepri, 485 Warga Meninggal Akibat Corona, Masih Abai Protokol Kesehatan?

"Misalnya di Hotel Lohass, Diawal-awal yang masuk sedikit mulai dari 40, 50, 70 orang.

Tapi lama kelamaan mereka cerita di sana jauh lebih enak.

Karena bisa keluar untuk olah raga di halaman dan berkomunikasi sesama pasien lainnya,

Justru kalau isolasi mandiri mereka akan terkungkung selama 2 minggu sendirian, khawatir dengan psikologisnya juga kan," sebutnya.

Nugraheni menuturkan, terbukti dari waktu ke waktu animo pasien yang terkonfirmasi positif untuk diisolasi terpadu di Hotel Lohass semakin tinggi, sehingga Provinsi menambah kembali fasilitas tempat tidur sebanyak 60 set.

"Kapasitas sebelumnya kan 140 set tempat tidur kini ditambah 60 jadi 200 kapasitas penampungan di sana," jelasnya.

Meski begitu, apabila fasilitas dan sarana perawatan pasien isolasi mandiri memenuhi syarat dan secara psikologis lebih nyaman untuk kesembuhan, maka pasien ataupun pihak yang mewakili wajib membuat surat pernyataan bahwa dirinya benar-benar diisolasi.

"Jadi kita membuat perjanjian untuk benar-benar di isolasi," terangnya.

Pada rapat koordinsi bersama Satgas Covid-19 Provinsi, disepakati adanya penambahan tempat tidur di RSUD Raja Ahmad Thabib dan RSUD Kota Tanjungpinang guna mengantisipasi lonjakan kasus pasien yang bergejala.

"Seperti yang dikatakan direktur RS Raja Ahmad Tabib Tanjungpinangg, nantinya tidak hanya tempat tidur tapi juga harus disiapkan oksigen dan fasilitas pendukung lainnya," katanya.

Vaksinasi Corona di Tanjungpinang

Antusias masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 guna mempercepat pencapaian herd immunity di Kota Tanjungpinang kian mendekati target nasional.

Secara keseluruhan sasaran vaksinasi hingga kini telah mencapai 70. 448 orang atau sama dengan 44,4 persen dari sasaran 158.525 orang yang tersebar di Kecamatan dan Kelurahan di Kota Tanjungpinang.

Hal itu disampaikan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Nugraheni, Selasa, (22/6/2021).

"Kita saat ini posisi nomor 2 dari Bintan. Kalau dulu kita nomor satu, Bintan itu pencapaiannya sekarang sudah 45 persen," ujar Nugraheni.

Menurutnya, dengan mengejar target pencapaian herd immunity skala nasional, maka hal itu dapat mempercepat pemulihan sektor ekonomi maupun pariwisata.

"Dan paling tidak sudah meringankan tugas dari Dinas Kesehatan maupun Dinas sosial karena sudah membackup ekonomi yang terpuruk dan mendorong pariwisata agar bisa aktif lagi," terangnya.

Nugraheni optimis sasaran vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten/Kota se Kepulauan Riau yang ditargekan 50% - 70% hingga akhir Juni akan tercapai.

"Kita optimis, karena pengadaan vaksin Insya Allah cukup. Saat ini stock sudah ada 2 ribuan, jadi itu sudah cukup sampai target diakhir Juni," ungkapnya.

Meski antusias masyarakat begitu tinggi terhadap vaksinasi disetiap sentra yang ada, Nugraheni tetap menghimbau untuk tidak lupa menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) baik oleh individu masyarakat itu sendiri ataupun penyelenggara vaksinasi.

"Tolong jaga dan tekankan Prokes di lokasi-lokasi sentra vaksin, karena salah satu obat yang paling mujarab untuk mencegah penularan ini adalah dengan Prokes itu sendiri,

Kalau vaksin ini adalah untuk membentengi atau mempersenjatai tubuh kita agar infeksi itu tidak menjadi berat saja," pungkasnya.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Penanganan Covid

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved