Kamis, 11 Juni 2026

PENANGANAN COVID

RS Elisabeth Batam Kota Beri Klarifikasi Soal Kabar Tolak BPJS Kesehatan Pasien

Direktur RS Elisabeth Batam Kota Sahat Siahaan menyebut, ada kesalahpahaman yang terjadi sehingga kabar 'tolak' BPJS Kesehatan pasien viral di medsos

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Viral di media sosial Facebook melalui akun Abdul Rasyid Sipahutar, seorang wanita berdomisili di Perumahan Botania Garden Blok B8 nomor 30, mendadak sakit usai divaksin Covid-19. Terkait hal ini, RS Elisabeth Batam Kota juga memberikan klarifikasinya terkait kabar tolak BPJS Kesehatan pasien 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pihak Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota memberikan klarifikasi terkait viralnya sebuah postingan di media sosial belum lama ini.

Dalam postingan itu disebutkan, pengobatan seorang warga Batam bernama Nani menggunakan BPJS Kesehatan ditolak rumah sakit.

Nani datang ke RS Elisabeth Batam Kota setelah kondisi tubuhnya dirasa janggal diduga efek vaksin covid-19.

Namun pihak rumah sakit beralasan, biaya perawatan paska vaksinasi covid-19 tak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Nani akhirnya dibawa pulang oleh keluarga setelah sempat mendapat perawatan singkat dengan total biaya Rp 462.300.

Terkait viralnya postingan ini, Direktur RS Elisabeth Batam Kota, Sahat Siahaan meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat.

Ia mengatakan, ada kesalahpahaman yang terjadi sehingga viral di media sosial.

Disampaikan, saat itu pasien datang ke rumah sakit tidak dengan kondisi seperti diceritakan.

"Sebenarnya dari dokter jaga sudah dicek kondisi pasiennya. Tidak seperti yang diceritakan pasien tersebut.

Dari pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kelumpuhan sebelah. Secara pemeriksaan neurologis normal," ujarnya, Rabu (23/6/2021) kepada Tribunbatam.id.

Ia melanjutkan, pasien yang setelah divaksin mengalami gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), untuk gejala ringan tidak ke rumah sakit tetapi ke klinik.

Dari dokter jaga, setelah memeriksa pasien, kondisinya stabil sehingga bisa pulang.

Perbedaan persepsi ini yang membuatnya tidak menggunakan kartu BPJS.

"Jadi tidak ada menolak menggunakan BPJS," tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah mengembalikan biaya pengobatan yang dibayarkan keluarga Nani.

"Sudah kita kembalikan pak. Keluarganya sudah kami hubungi. Bagi kami yang penting pasien sudah sembuh dan sehat kembali," ujar Sahat.

Kadinkes Batam Tegur Direktur RS

Diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi akhirnya melayangkan teguran kepada direktur sebuah rumah sakit swasta di Kecamatan Batam Kota.

Teguran itu dilayangkan Kadinkes Batam menyusul viralnya seorang warga Batam yang ditolak berobat di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan.

Warga bernama Nani itu datang dengan keluhan demam hingga bagian tubuh sebelah kanan tak bisa digerakkan diduga karena efek vaksin covid-19.

"Secara tertulis, belum. Tetapi ke direkturnya secara lisan sudah saya ingatkan," ujar Kadinkes Batam, Didi dihubungi, Senin (21/06/2021).

Lebih tegas lagi, Didi meminta pihak rumah sakit agar mengembalikan biaya pengobatan yang telah dibayar pihak pasien.

Baca juga: Kepri Nomor 3 Capaian Vaksinasi di Indonesia, Wagub Marlin: Ini Ikhtiar Lawan Covid19

Baca juga: BPJS Kesehatan Warga Batam Ditolak RS Keluhkan Efek Vaksin Covid-19

Diketahui, pasien itu akhirnya diberikan perawatan oleh pihak rumah sakit dengan biaya sendiri. Total biayanya Rp 462.300.

"Kata direkturnya (uang) mau dikembalikan ke pasien," ucap Didi.

Sementara itu, pihak rumah sakit belum berhasil dimintai konfirmasinya.

Didi sempat berang mendapati informasi adanya warga yang ditolak sebuah rumah sakit saat berobat akibat merasakan efek samping vaksin.

"Tidak seperti itu, itu rumah sakitnya berarti tidak paham. Ketika pasien sudah memiliki kartu BPJS, itu bisa digunakan dan rumah sakit harus memberikan pelayanan," kata Didi.

Sebelumnya diberitakan, apa yang dialami Nani, warga Batam salah satu perumahan di Kecamatan Batam Kota sungguh miris.

Wanita itu ditolak oleh salah satu rumah sakit setelah kondisi tubuhnya dirasa janggal diduga setelah mendapat vaksin covid-19.

Kondisi Nani pun viral di medsos setelah diunggah oleh akun Abdul Rasyid Sipahutar melalui laman Facebook miliknya.

Abdul yang merupakan perwakilan pihak keluarga yang dikonfirmasi menduga kuat kondisi demam yang dialami Nanti hingga bagian tubuh sebelah kanan tak bisa digerakkan karena efek vaksin covid-19.

Kegiatan vaksinasi covid-19 digelar di Sekolah Yos Sudarso, Batam Center, Jumat (18/6/2021) berujung pada kerumunan massa.
Kegiatan vaksinasi covid-19 digelar di Sekolah Yos Sudarso, Batam Center, Jumat (18/6/2021) berujung pada kerumunan massa. (TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI)

Pihak keluarga mengakui jika Nani merupakan salah satu penerima vaksin corona yang digelar di fasilitas umum tempat tinggal mereka, Kamis (17/6) sekira pukul 4 sore.

Efek vaksin covid-19 yang dialami Nani itu, diketahui baru ia rasakan sekira pukul 21.39 WIB.

Pihak keluarga ketika itu memberikan Paracetamol, air kelapa muda, hingga susu beruang dengan harapan demam yang dialami Nani hilang.

Pihak keluarga kemudian mencoba menghubungi contact tenaga kesehatan yang tertera di kartu vaksinasi.

Dari sana, dokter menyarankan agar segera dibawa ke Rumah Sakit.

Nani menuju Rumah Sakit swasta yang berlokasi di Kecamatan Batam Kota pada Minggu (20/6) malam.

Sayangnya , hal tersebut diurungkan oleh pihak keluarga karena pihak rumah sakit menolak BPJS Nani.

Pihak rumah sakit beralasan, biaya perawatan paska vaksinasi covid-19 tak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Nani akhirnya dibawa pulang oleh keluarga setelah sempat mendapat perawatan singkat dengan total biaya Rp 462.300.

Saat ini, Nani telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dikarenakan kondisi Nani menunjukkan gejala sakit kepala kembali pada pagi hari.

(tribunbatam.id/Beres Lumbantobing/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Penanganan Covid

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved