Remaja Santri Asal Lampung Dianiaya hingga Tewas Oleh Temannya Sesama Santri
Santri remaja asal Lampung tewas dianiaya oleh rekannya sesama santri di pesantren
M mengakui pencurian tersebut.
Pengakuan M itu terungkap saat M dan keempat pelaku pengeroyokan dipanggil pengasuh ponpes.
"Oleh pengasuh santri dikumpulkan semua santri, ditanya diantara mereka apakah ada yang mengambil, korban mengakui kalau telah mengambil uang rekan sesama santri," sambung Ipda Gestik Ayudha Ningrum.
Usai dikumpulkan pengurus ponpes, keempat pelaku langsung membawa korban.
4 santri itu menarik korban ke lantai atas ruang kelas.
Di situ, korban dianiaya oleh pelaku hingga tak sadarkan diri.
Melihat korban tak sadarkan diri, dua pelaku pun melakukan tindakan.
Oleh kedua pelaku, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis pada Selasa malam, lalu Kamis (24/6/2021) dini hari meninggal dunia.
"Rabu pagi hari dilaporkan (ke Polres) lalu tadi pagi dini hari meninggal dunia," ucap Gestik.
Gestik menyebutkan korban dipukul menggunakan tangan kosong hingga menyebabkan luka di bagian kepala.
"Saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan," pungkas Gestik.
Kejadian lain: Santri Dikeroyok 17 Santri Lain
Kejadian serupa pernah terjadi dua tahun lalu.
Seorang santri tewas akibat dikeroyok santri lainnya.
Pengeroyokan terhadap santri RA (18) di asrama putra Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar didasari karena korban suka mencuri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/5-4-2020-ilustrasi-pemukulan-penganiayaan-pengeroyokan.jpg)