Rabu, 6 Mei 2026

Ingin Beli Rumah? Pilih 3 Investasi Ini yang Cocok untuk Tabungan

Menanam modal pada instrumen investasi tepat, dapat memberi return atau imbal hasil cukup besar.

Tayang:
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Ilustras pameran properti di Mega Mall Batam Centre beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Memiliki rumah sendiri menjadi impian semua orang. Selain bisa dijadikan hunian, rumah bisa dijadikan investasi masa depan.

Hanya saja memiliki rumah juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi setiap tahun harga rumah dipastikan naik.

Sudah berusaha mengumpulkan uang, tetapi belum juga cukup. Maklum, harga rumah mencapai ratusan juta rupiah per unit.

Harga rumah subsidi saja paling murah sekitar Rp 150 jutaan.

Cara kamu menyisihkan uang untuk beli rumah sudah benar. Tetapi sebaiknya tidak dalam bentuk tabungan, melainkan investasi.

Menabung di bank bunganya kecil. Rata-rata 0,25 persen sampai 2 persen per tahun. Sementara laju inflasi berkisar 3 persen hingga 5 persen per tahun.

Bukannya simpanan bertambah, malah berkurang karena tergerus inflasi. Belum lagi potongan biaya administrasi saban bulan.

Kalau kamu tanam modal pada instrumen investasi tepat, dapat memberi return atau imbal hasil cukup besar.

Yang pasti, keuntungan investasi biasanya lebih tinggi dibanding inflasi. Uangmu bakal bertumbuh atau nambah banyak.

Baca juga: Batam Property Festival, Bayar Booking Fee Rp 3 Juta Bisa Langsung Proses KPR

Dengan begitu, kamu bisa mencapai tujuan membeli rumah melalui investasi.

Berikut instrumen investasi yang pas agar kamu dapat membeli rumah impian.

1. Investasi saham

Untuk bisa mengumpulkan uang puluhan juta rupiah untuk DP rumah maupun cash senilai ratusan juta, kamu perlu instrumen investasi yang dapat memberi imbal hasil besar.

Salah satunya investasi saham. Memang tidak ada yang tahu pasti return saham dalam setahun. Namun rata-rata berkisar 12 sampai 15 persen per tahun.

Bahkan bisa lebih dari 20 persen. Sangat jauh dari bunga tabungan, bukan? Keuntungan ini berpotensi lebih tinggi jika kamu investasi saham dalam jangka panjang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved