Senin, 27 April 2026

ROHANI KRISTEN

DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Minggu 27 Juni 2021: Allah Selalu Cinta Akan Kehidupan

DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Minggu, 27 Juni 2021 mengajak seluruh umat Katolik untuk percaya bahwa Allah senantiasa mencintai kehidupan.

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
ISTIMEWA
ILUSTRASI-Yesus dan seorang anak 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, BATAM – DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Minggu, 27 Juni 2021 mengajak seluruh umat Katolik untuk percaya bahwa Allah senantiasa mencintai kehidupan.

Kitab Kejadian memberikan nasihat tentang sikap dengki akan menjadi penyebab maut akan masuk ke dunia.

dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus juga memberikan nasihat agar umat beriman selalu memberikan kelebihannya untuk mencukupi kekurangan saudaranya.

Dalam bacaan injil, Markus mengisahkan bagaimana kepala rumah ibadah bernama Yairus datang memohon bantuan kepada Yesus agar anaknya dihidupkan.

Sikap Yesus yang memenuhi permohanan Yairus itu menjadi sumber inspirasi dari renungan RP Lukas Gewa Tiala SVD yang berjudul, ‘Allah Selalu Cinta Akan Kehidupan’.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Rabu, 5 Mei 2021: ‘Jadi Murid Yesus yang Berbuah Banyak’

RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.
PATER LUKAS - RP Lukas Gewa Tiala SVD. (ISTIMEWA)

Bacaan Pertama; Keb 1:13-15;2:23-24

Karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia

Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Allah tidak menciptakan maut, dan Ia pun tidak bergembira karena mahluk yang hidup musnah binasa.

Sebaliknya Ia menciptakan segala sesuatu supaya ada; dan supaya makhluk-makhluk jagat menemukan keselamatan.

Racun yang membinasakan tidak ditemukan di antara mereka, dan dunia orang mati tidak merajai bumi.

Maka kesucian mesti baka. Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan,

dan menjadikan-Nya gambar hakekat-Nya sendiri.

Tetapi karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Senin, 3 Mei 2021: ‘Mengenal Yesus Lebih Dalam’

ILUSTRASI - Yesus menyelamatkan Petrus yang terjebur ke dalam laut.
ILUSTRASI - Yesus menyelamatkan Petrus yang terjebur ke dalam laut. (ISTIMEWA)

Bacaan Kedua: 2Kor 8:7.9.13-15

Hendaklah kelebihanmu mencukupkan kekurangan saudara-saudara yang lain

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara,hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih, sebagaimana kamu kaya dalam segala sesuatu:

dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami.

Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, yakni: Sekali pun kaya, Ia telah menjadi miskin karena kamu, supaya karena kemiskinan-Nya, kamu menjadi kaya.

Sebab kamu dibebani bukan supaya orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.

Maka hendaklah sekarang ini kelebihanmu mencukupkan kekurangan orang-orang kudus,agar kelebihan mereka kelak mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."

Demikianlah sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat, 23 April 2021: Bersatulah dengan Yesus

LUKISAN-Yesus menampakkan diri kepada para murid.
LUKISAN - Yesus menampakkan diri kepada para murid. (ISTIMEWA)

Bacaan Injil: Mrk 5:21-43

Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong, lalu mengerumuni Dia.

Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.

Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.

Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."

Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya,

namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Kamis, 22 April 2021: Yesus Adalah Roti Hidup

ILUSTRASI - Yesus dalam Perayaan Ekaristi 2
ILUSTRASI - Yesus dalam Perayaan Ekaristi 2 (ISTIMEWA)

Sebab katanya, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya, dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakitnya itu.

Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya. Maka Ia berpaling di tengah orang banyak itu dan bertanya, "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"

Murid-murid menjawab, "Engkau melihat sendiri bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan di dekat-Mu!

Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.

Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus. Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.

Maka kata Yesus kepada perempuan itu, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

KetikYesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata, “Anakmu sudah mati!

Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat, “Jangan takut, percaya saja!”

Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus, dan Yohanes, saudara Yakobus.

Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.

Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu, “Mengapa kamu ribut dan menangis?

Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.

Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu, dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu.

Lalu Yesus memegang tangan anak itu, seraya berkata, “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!”

Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Demikianlah Injil Tuhan.

Terpujilah Kristus.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa, 18 Mei 2021: ‘Yesus Berdoa Untuk Para Murid-Nya’

ILUSTRASI - Apakah engkau mengasihi Yesus?
ILUSTRASI - Apakah engkau mengasihi Yesus? (ISTIMEWA)

Renungan

‘Allah Selalu Cinta Akan Kehidupan’

Saudara dan saudariku dalam Tuhan Yesus, semoga anda semuanya dalam keadaan yang sehat sehat saja, tak kurang satu apapun dan selalu dalam lindungan kasih Tuhan.

Buat yang sakit, dalam Nama Tuhan Yesus, anda sembuh. Tuhan jamah anda dan anda sembuh.

Yakinlah! Senang berjumpa kembali dengan anda dalam permenungan Harian Sabda Tuhan, Embun Sabda, Minggu Biasa ke 13, 27 Juni 2021.

Saya ajak anda merenungkan: Percaya Saja - Allah Kita Selalu Mau Kehidupan dan Bukan Kematian-Usahakan Hidup Bagi Allah.

Saudara dan saudariku seiman dalam Tuhan Yesus, Allah kita adalah Allah yang selalu mau terbaik buat umat yang dikasihiNya.

Allah kita selalu mau kehidupan.  Allah kita sumber kehidupan itu sendiri. Pemahaman dan Iman akan Allah yang demikian selalu ditunjukan Tuhan Yesus dalam setiap pekerjaan yang Dia lakukan.

Semua mujizat yang Dia buat, Allah Sumber kehidupan, selalu nyata. Yesus selalu mau mengajak kita yang percaya kepada-Nya memiliki hidup dari Dia, dan bukan mati. Saudara dan saudariku seiman dalam Tuhan Yesus, dalam bacaan I, Kitab Kebijaksanaan berbicara kepada kita tentang hidup.

Kita mendengar bahwa maut tidak dibuat oleh Allah, dan Dia pun tak bergembira karena yang hidup musnah lenyap.

Pertanyaannya, mengapa tidak sedikit dari kita bukannya memilih bahagia dalam keterikatan kasih dengan Allah;

melainkan, justru kita lebih memilih perbuatan dosa yang jelas akan berakibat pada kematian kekal?

Apakah perbuatan yang kita pilih dan hasilkan itu karena kelemahan kita, ataukah adanya godaan kuat dari roh jahat untuk menghancurkan kita, manusia yang dikasihi-Nya?

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Kamis, 8 April 2021: Yesus Takkan Tinggalkan Kamu

ILUSTRASI - Yesus berdoa untuk murid-Nya
ILUSTRASI - Yesus berdoa untuk murid-Nya (ISTIMEWA)

Saudara dan saudariku, bila kita memeriksa diri, tentu kita masing-masing akan menemukan apa saja yang menjadi kelemahan, di samping beberapa kekuatan.

Kelemahan itu misalnya rasa malas, mudah iri hati, suka berbohong, atau kebiasaan-kebiasaan buruk, atau dapat juga berupa suatu sakit penyakit;

semuanya ini melemahkan kita, atau lebih dari itu menjauhkan kita sungguh dari Allah kita yang adalah sumber kehidupan dan sumber cinta itu.

Saudara dan saudariku seiman dalam Tuhan Yesus, sedangkan dalam Injil hari ini,  Yesus kembali tampil sebagai pribadi pencinta dan pembawa kehidupan.

Anak Yairus yang telah mati dibangkitkan dan perempuan yang sakit pendarahan sudah dua belas tahun itu pun disembuhkan.

Dua peristiwa mujizat penyembuhan  ini hendaknya semakin meneguhkan kita bahwa Allah kita, Allah orang hidup dan bukan Allah orang mati.

Sebagai seorang beriman, seharusnya kita semakin berani melawan segala kelemahan dan dosa yang diakibatkannya.

Kita seharusnya berani melawan segala godaan si jahat yang akan menjerumuskan kita kepada maut.

Saudara dan saudariku, sebagai contoh konkrit: Sebuah keluarga akan mengalami damai sejahtera, terlebih karena iman mereka akan Kristus dinyatakan dalam dinamika kehidupannya.

Memang, kebutuhan ekonomi kerap menjadi pusat perhatian, dan hal ini dapat berakibat munculnya berbagai tindakan yang mengarah kepada dosa. Korupsi korupsi baik dalam level kecil maupun level besar sering terjadi.

Namun demikian Allah tetap menghendaki kita hidup dan bukan mati. Maka, saudara dan saudariku seiman dalam Tuhan Yesus, baiklah kita melakukan pertobatan dan perbaikan diri.

Langkah yang perlu kita mulai adalah memperkuat iman kita. Mari kita berjuang untuk hal ini, agar sungguh hidup dalam Iman kita akan Allah kita sumber kehidupan itu. Amin.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Rabu, 7 April 2021: Temukan Yesus Dalam Ekaristi

ILUSTRASI - Yesus menjanjikan Roh Penghibur.
ILUSTRASI - Yesus menjanjikan Roh Penghibur. (ISTIMEWA)

Doa

Ya Allah, Engkau telah mengutus Putra-Mu untuk memberi hidup baru bagi kami. Kami mohon, bangkitkanlah iman kami agar memiliki keberanian untuk berbagi hidup dan talenta kami kepada sanak saudara kami yang berkekurangan.

Semoga kita semua dan semua orang yang kita sayangi serta segala usaha dan kerja kita dilindungi, dibimbing dan diberkati Allah Yang Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin/*)

Berita terkait Doa Bacaan dan Renungan Harian Katolik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved