Niat Adri Selamatkan Ibunya dari Upaya Rudapaksa Pupus, Perut Dipukul Lalu Ditikam Hingga Tewas
Mayat Sri Irmawati Nur (34) dan Muhammad Adri (10) pertama kali ditemukan oleh Ashari (24). Pria tersebut tak lain adalah suami sekaligus ayah korban.
TRIBUNBATAM.id, BATAM- Seorang anak berusia 10 tahun tewas mengenaskan saat berusaha menyelamatkan ibunya dari upaya rudapaksa.
Dia adalah Muhammad Adri yang tewas akibat tikaman pisau.
Jasadnya ditemukan bersimbah darah.
Tak sendiri, Adri ikut tewas dibunuh dengan sang ibu.
Keduanya ditemukan sudah tak bernyawa di rumah kos mereka di Pinrang.
Tepatnya di Jalan Kijang, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Minggu, (27/06/2021).
Mayat Sri Irmawati Nur (34) dan Muhammad Adri (10) pertama kali ditemukan oleh Ashari (24).
Pria tersebut tak lain adalah suami sekaligus ayah dari kedua korban.
Diketahui mayat keduanya ditemukan ketika Ashari pulang bekerja.
Berikut ini kronologi penemuan mayat keduanya.
Ashari, yang bekerja sebagai buruh bangunan itu berangkat kerja sekira pukul 07.00 Wita.
"Suami korban bekerja bangunan di depan Hotel Permata, Jalan Jend Sudirman, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang," kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi.
Pada pukul 11.00 Wita seorang pengantar galon berinisial AS (19), datang mengantar galon pesanan Sri dan mengangkatnya ke dalam kamar kos korban
AS merupakan pengantar galon yang tinggal di Kampung Cikkuala, Kelurahan Langnga, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang
Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi mengatakan saat kejadian pelaku mengantarkan galon ke kamar korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/28062021_tukang-galon-pelaku-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-pinrang.jpg)