Kamis, 30 April 2026

Devita Syok Bayinya yang Tidur Sejak Subuh hingga Pukul 12.00 Belum Bangun

Seorang ibu di Samarinda syok berat mengetahui bayinya yang tidur sejak subuh ternyata sudah lama meninggal dunia

Tayang:
Tribunpekanbaru
Ilustrasi bayi - Seorang ibu di Samarinda Syok mengetahuinya bayinya yang tidur sejak pukul 06.00 WITA belum bangun sampai pukul 13.00 WITA. Ternyata sudah meninggal dunia 

TRIBUNBATAM.id, SAMARINDA - Devita (22), seorang ibu di Samarinda, Kalimantan Timur syok berat saat hendak tidur siang pada pukul 12.00 WITA, Senin (28/6/2021).

Sampai dengan jam tersebut, bayinya belum bangun. Padahal sang bayi sudah tidur sejak pukul 06.00 WIB.

Saat disentuh tidak bergerak dan tidak memberikan respon sama sekali.

Kondisi bayi yang kaku membuat Devita bertanya-tanya. Jangan-jangan bayi yang belum diberi nama itu meninggal dunia.

"Dia tidak bangun-bangun sampai jam 12 siang,"katanya, Selasa (29/6/2021).

Barulah diketahui, bayi Devita berusia seminggu tersebut memang meninggal dunia.

Dan meninggalnya sejak pukul 06.00 WITA namun baru diketahui pada jam 12 siang.

Jadi selama berjam-jam Devita tidak sadar bahwa bayi di sampingnya telah meninggal. Devita mengira bayinya hanya tidur biasa.

Devita syok dan sedih menyadari kenyataan bahwa bayinya telah pergi untuk selama-lamanya.

"Dia tidak sakit,"kata Devita sedih.

"Usianya masih seminggu, anak yang kelima, jenis kelamin laki-laki. Belum saya kasih nama, tapi ini saat dikuburkan saya kasih nama Muhammad,"lanjutnya.

Kabar yang ternyata sudah meninggal sejak pagi namun baru diketahui pada jam 12 siang mengejutkan warga sekitar.

Warga bertanya-tanya kenapa bisa sampai ada kejadian demikian.

Menurut warga bayi yang meninggal sejak pukul 06.00 WITA dan hingga pukul 13.50 WITA belum juga dimakamkan itu suatu keanehan.

Devita sendiri nampak seperti linglung dengan kondisi yang terjadi.

Kondisi bayi sendiri saat terlihat di Tempat Kejadian Perkara sudah menghitam.

Eva dan Ani warga Gang Rombong mengatakan bahwa bayi malang ini baru lahir, sekitar umur seminggu lebih.

Keluarga bayi malang yang lahir prematur saat di ambulans PMI Samarinda menuju pemakaman sang anak, Senin (28/6/2021).
Keluarga bayi malang yang lahir prematur saat di ambulans PMI Samarinda menuju pemakaman sang anak, Senin (28/6/2021). ((TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO))

"Padahal anaknya sehat saja sudah bisa lihat. Orangtuanya pada nganggur aja ndak ada pekerjaan, padahal meninggalnya bayi itu jam 6 pagi tadi, tapi ketahuannya baru siang ini kan lucu. Pemakai narkoba mamanya itu makanya saya kesal. Kalau yang meninggal ini anak kelima," ungkap warga sekitar.

Inafis Polresta Samarinda sendiri saat menerima laporan masyarakat adanya penemuan bayi yang meninggal di sekitar Jalan Pelabuhan, langsung bergegas bersama kepolisian sektor Samarinda Kota.

Memastikan apakah bayi tersebut meninggal murni karena sakit atau ada tindakan lain.

Olah TKP dilakukan dan langsung mengidentifikasi serta meminta kesaksian orangtua sang bayi malang.

Tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh bayi. Pihak keluarga yang tidak mampu ini lalu bersepakat dengan tim Inafis dan relawannya untuk membantu proses pemakaman tanpa melalui prosedur visum maupun autopsi.

Keluarga bayi malang yang lahir prematur saat di ambulans PMI Samarinda menuju pemakaman sang anak, Senin (28/6/2021). ((TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO))

"Kondisi jasad bayi memang sudah menghitam dan diduga kuat meninggal dunia karena sakit. Untuk itu kami secara kemanusiaan membantu warga ini," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena malalui Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi, Senin (28/6/2021) sore.

Jasad bayi digendong oleh salah satu tim relawan Inafis dibawa ke unit ambulans PMI Samarinda, diiringi sang ibu dan pihak keluarga lainnya.

"Bayi tersebut sesuai permintaan keluarga dimakamkan di Jalan Kenangan VII, Sungai Pinang," ucap Aipda Harry Cahyadi.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved