Breaking News:

PENANGANAN COVID

Kasus Corona di Kepri Melonjak, Jubir Covid-19: Kapasitas Bed di RS Ditingkatkan

Dalam surat yang dikeluarkan Gubernur Kepri terkait penanganan covid-19 disampaikan, agar kapasitas bed di rumah sakit ditingkatkan jadi 40 persen

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Kasus Corona di Kepri Melonjak, Jubir Covid-19: Kapasitas Bed di RS Ditingkatkan. Foto Juru bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kepri, dr Tjetjep Yudiana. Foto diambil Minggu (9/5/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah mengeluarkan surat ke kabupaten/kota untuk meningkatkan 3 T (Tracing, Testing dan Treatment) terkait penanganan covid-19.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana.

"Dalam surat itu juga diminta agar kapasitas tempat tidur di semua rumah sakit ditingkatkan menjadi 40 persen dari total tempat tidurnya (saat ini kapasitasnya baru 30 persen)," ujar Tjetjep, Selasa (29/6/2021).

Surat tersebut dikeluarkan pada 28 Juni 2021. Berikut isi suratnya;

Dalam rangka penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan upaya memutus rantai penularan COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau, maka dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

Baca juga: Semua RS Rujukan Covid-19 di Batam Penuh, Pemko Sediakan 1.180 Bed Tambahan

Baca juga: DAFTAR Ketersediaan Ruang Isolasi dan ICU Pasien Covid-19 di Batam, 87,88 Persen Sudah Terisi

1. Berdasarkan Laporan Harian Kasus Konfirmasi COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau s.d. Sabtu, 26 Juni 2021, jumlah kumulatif kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 24.331 orang dengan jumlah kasus aktif 3.452 Orang (14,19%).

Kasus sembuh 20.365 Orang (83,70%), kasus meninggal 514 Orang (2,11%) sedangkan Bed Occupancy Rate
(BOR) COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau sudah mencapai 60,60%.

Khusus Kota Tanjungpinang, BOR COVID-19 telah mencapai 88,52% dan masuk dalam kategori darurat;

2. Sebagai upaya mengendalikan BOR, maka Kabupaten/Kota untuk dapat segera meningkatkan kapasitas tempat tidur (TT) perawatan COVID-19 di seluruh RS minimal 40% dari kapasitas TT RS dimaksud, terhitung mulai tanggal 28 Juni 2021.
Mengoptimalkan penggunakan fasilitas/ bangunan milik pemerintah untuk fasilitasi tempat isolasi pasien COVID-19 dengan gejala ringan-sedang;

3. Berpedoman atas Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021 tentang Penggunaan Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Ag) dalam Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sebagai upaya meningkatkan kapasitas Tracing dan Testing, Kabupaten/Kota dapat menggunakan RDT-Ag untuk kepentingan pelacakan kontak, penegakan diagnosis dan skrining COVID-19 dan dilaporkan pada Sistem Penginputan Rapid Antigen Kementerian Kesehatan RI melalui link https://allrecord-antigen.kemkes.go.id.

Kabupaten/Kota yang memiliki keterbatasan kapasitas testing melalui Polymerase Chain Reaction (PCR), maka pemeriksaan PCR dapat diutamakan pada kasus dengan gejala berat atau pengambilan specimen yang berasal dari RS;

4. Angka Positivity Rate Provinsi Kepulauan Riau (14-20 Juni 2021) sebesar 38,4%, sesuai standar WHO, Positivity Rate harus ditekan hingga <5%. Tingginya Positivity Rate mencerminkan masih rendahnya kapasitas Testing dan Tracing di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai upaya peningkatan kapasitas tracing, maka setiap 1 (satu) kasus konfirmasi yang ditemukan, harus ditindaklanjuti dengan melakukan tracing kepada 15 (lima belas) kontak erat kasus konfirmasi dimaksud dan melakukan pelacakan kasus bergejala di sekitarnya.

Belum Ada Rencana Persiapan RS Darurat

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved