VIRUS CORONA DI BATAM
Vaksinasi Corona di Batam, Kelurahan Sei Pelunggut Targetkan 1.000 Warga Sehari
Pelaksanaan vaksinasi corona di Batam, tepatnya di Kelurahan Sei Pelunggut berlokasi di Komplek Bisnis dan Pertokoan Buana Bisnis Centre (BBC).
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Provinsi Kepri kejar target dalam capaian vaksinasi corona di Batam.
Berloksi di Komplek Bisnis dan Pertokoan Buana Bisnis Centre (BBC) di Jalan Dapur 12, mereka menggelar vaksinasi corona massal selama 3 hari mulai hari ini, Kamis (1/7/2021).
Lurah Sei Pelunggut, Borhan menargetkan seribu warga mendapat vaksin covid-19 dalam satu hari.
Untuk mencapai target vaksinasi corona di Batam ini, pihaknya bekerja sama dengan perangkat RT dan RW gunaa mendata warga di lingkungannya masing-masing, khususnya bagi warga yang belum mendapat vaksin corona.
"Data yang sudah kami terima dari perangkat RT/RW di Kelurahan Sei Pelenggut sebanyak 2.988 orang," ungkapnya kepada TribunBatam.id.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi corona di Batam, tepatnya di Kelurahan Sei Pelunggut akan dibagi selama 3 hari.

Ini bertujuan untuk menghindari kerumunan sekaligus menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona di Batam.
Pelaksanaan vaksinasi corona pun, menurutnya akan dibagi berdasarkan RW.
"Untuk hari pertama kami laksanakan vaksinasi khusus lima RW.
Ini pun kita bagi dua. Tiga RW pagi sampai siang dan dua RW dari siang sampai sore," kata Borhan.
Di tempat terpisah Ketua Komunitas Pencinta Sungai Pelunggut atau Kopling Supel, Alvian menilai kegiatan vaksinasi corona di Batam tingkat kelurahan tersebut sangat bagus.
Ini karena warga yang akan mendapat vaksin tidak berkerumun serta lebih menyentuh ke masyarakat.
Dia juga mengatakan dengan pembagian per RW membuat warga tidak menumpuk dilokasi.
"Ini juga sangat membantu masyarakat, karena waktu masyarakat tidak banyak terbuang.
Kalau per Kelurahan itu, lebih tertib," sebutnya.
Baca juga: Vaksinasi Bagi Ibu Hamil dan Anak Usia 12-17 Tahun di Kepri Akan Dimulai 5 Juli 2021
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Lingga Belum Capai Target 50 Persen hingga Akhir Juni 2021
Camat Sagulung Reza Khadafy mendukung terus vaksinasi tingkat kelurahan.
Selama ini, pihaknya sudah menggelar vaksinasi corona di Batam pada tingkat kecamatan.
Dia mengatakan dengan dilakukannya vaksinasi tingkat Kelurahan masyarakat yang akan divaksin, terbatas hanya dari lingkungan kelurahan tersebut.
Penyelenggaraan vaksinasi tersebut menurutnya bekerja sama dengan Puskesmas, Polresta Barelang dan instansi lainnya.
Animo masyarakat pun menurutnya sangat tinggi.
"Namun karena wilayahnya terlalu luas, jadi masyarakat menumpuk," ujarnya.
Sulit Door to Door
Vaksinasi Corona di Batam secara door to door sukar untuk diterapkan.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengungkap kendala dalam merealisasikan hal itu.
Seperti diketahui, pelaksanaan Vaksinasi Corona di Batam ini begitu dikeluhkan warga.
Tingginya animo masyarakat yang ingin mengikuti Vaksinasi Corona di Batam, kurang diimbangi dengan jumlah Tenaga Penyelenggara Vaksinasi.
Ini juga salah satu penyebab kegiatan vaksinasi tingkat RT ataupun door to door tak bisa dilakukan. Lantaran keterbatasan tenaga vaksinator.
"Kami memiliki 42 fasilitas kesehatan (Faskes). Sebanyak 21 di antaranya berasal dari faskes Pemko Batam, sementara 21 lainnya berasal dari klinik hingga rumah sakit.
Namun, dari 42 faskes ini tidak semua tenaga medisnya bisa dilibatkan secara langsung.
Kami tarik sebagian untuk membantu vaksinasi di beberapa titik," ujar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad di DPRD Kota Batam, Jumat (18/6/2021).

Jika melihat hal tersebut, ia mengaku sangat sedih. Mengingat, tenaga medis yang diturunkan diakuinya sudah bekerja secara maksimal. Dan tentunya membutuhkan waktu untuk rehat.
"Rata-rata yang bisa terlayani sekitar 300 orang, namun kini hanya mampu melayani 200 orang.
Mengingat sejumlah tenaga medis dialihkan tenaganya ke titik-titik lainnya," katanya.
Amsakar menuturkan harusnya, secara ideal Batam bisa mendapat dukungan 3 kali lipat sumber daya manusia (SDM) dari faskes untuk melakukan vaksinasi.
Misalnya ada satu hari hari 17 ribu masyarakat yang akan divaksin, tapi tenaga penyelenggara vaksinasi saat ini sangat terbatas.
Idealnya, dari 17 ribu itu, butuh sekitar 60 ribu tenaga. Yang terdiri dari TNI dan Polri, Satpol PP, tenaga perkir, sopir bus hingga tenaga vaksinator.
"Intinya, kami kekurangan tenaga penyelenggara vaksinasi," katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Batam bisa berpikir cerdas dan sama-sama mematuhi aturan protokol kesehatan.
Jika ada satu titik penuh, maka pihaknya berharap warga untuk tidak berdesak-desakan, namun mencari alternatif ke faskes lainnya.
"Jangan malah meramaikan hingga berdesakan. Tapi cari saja faskes yang membuka fasilitas vaksinasi ini," ujarnya.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Vaksinasi Corona di Batam