Misteri Prasasti Kuno Firaun Merneptah dan Hilangnya 10 Suku Israel Putra Yakub

Di dalam alkitab Ibrani, diceritakan 12 suku Israel yang berasal dari Yakub (Jacob). Namun, 10 suku hilang dan kini tersisa dua suku, yakni suku Suku

AFP/Marina Passos
Foto arsip yang diambil pada 11 Januari 2010 menunjukkan pemandangan udara Kota Tua Yerusalem. 

TRIBUNBATAM.id - Israel modern yang dikenal saat ini disebut-sebut terletak di situs sejarah kerajaan kuno Israel dan Yehuda.

Jadi sebelumnya, di tanah tersebut terdapat dua kerajaan besar, yakni kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda.

Sejarawan dan arkeolog berbeda banyak berbeda pendapat tentang cikal bakal kemunculan bangsa Israel yang kemudian melahirkan dua kerajaan tersebut.

Catatan arkeologis di luar alkitab Ibrani yang sering dijadikan rujukan untuk mengonfirmasi keberadaan Israel adalah prasasti Merneptah (Merneptah Stele).

Dilansir dari britannica.com, Merneptah, juga dieja Meneptah, atau Merenptah merupakan firaun yang memerintah Mesir sekitar 1213-1204 sebelum masehi (SM).

Dia adalah Putra ke-13 Ramses II, mendekati usia 60 tahun saat naik takhta sekitar tahun 1213 SM.

Prasasti Merneptah diyakini oleh beberapa orang berisi catatan tertulis pertama dan paling kuno tentang Israel.

Alasannya, di dalam prasasti tertulis kata Israel yang kemungkinan mengacu pada bangsa Israel.

Prasasti berupa lempengan batu kuno tersebut menceritakan tentang sejumlah penaklukan oleh Firaun Merneptah. Salah satu yang ditaklukan menyebut kata Israel.

12 Suku Israel

Di dalam alkitab Ibrani, diceritakan 12 suku Israel yang berasal dari Yakub (Jacob). Namun, 10 suku hilang dan kini tersisa dua suku, yakni suku Suku Yehuda dan Benjamin.

Ke manakah 10 suku lainnya?

Mereka, 12 suku ini dinamakan berdasarkan nama 12 putra Yakub.

Yakni Ruben, Simeon, Levi, Yehuda, Dan, Naphtali, Gad, Asher, Issachar, Zebulon, Joseph (Yusuf), dan Benjamin.

Pada 930 SM, 10 suku membentuk Kerajaan Israel yang independen di utara.

Sementara 2 suku lainnya, Yehuda dan Benjamin, mendirikan Kerajaan Yehuda di selatan.

Namun pada tahun 721 SM, kerajaan utara ditaklukkan oleh orang-orang Asyur.

Hal itu membuat 10 suku ini secara bertahap terasimilasi oleh bangsa lain dan dengan demikian perlahan menghilang dari sejarah.

Berbeda cerita dengan keturunan Yehuda dan Benjamin yang masih kita temukan hingga sekarang, yang zamak disebut sebagai orang Yahudi.

Hal ini karena mereka diizinkan untuk kembali ke tanah air mereka setelah Pembuangan Babilonia tahun 586 SM .

Namun demikian, keyakinan tetap bertahan bahwa suatu hari 10 suku yang hilang akan ditemukan.

Bahkan pencarian untuk sepuluh suku hilang ini telah dilakukan oleh orang Yahudi, Kristen dan Muslim, di hampir setiap sudut bumi.

Pada berbagai periode, suku-suku asli dan orang-orang di semua benua diidentifikasi sebagai keturunan dari sepuluh suku hilang.

Banyak spekulasi dan klaim yang bermunculan terkait pencarian ini, berikut kemungkinan suku-suku itu:

Sepuluh suku hilang

1. Afganistan

Berbagai suku Afganistan, khususnya kaum Pathan, telah menjadi perhatian bagi para pencari sepuluh suku hilang.

Henry Walter Bellew (1834-1892), seorang ahli bedah Inggris kelahiran India menjabarkan asumsinya itu.

Dia menemukan kemiripan antara nama tempat dalam alkitab, kata-kata Ibrani dan nama tempat lokal di Afghanistan serta beberapa kata dari bahasa dan dialek yang diucapkanya.

Bukti ini ditunjukkan oleh beberapa nama suku seperti suku shinwari adalah Shimeon, suku Levani - Lewi, suku Daftani - Naftali, suku Jaji - Gad, suku Ashuri - Asher, suku Yusuf Su, anak-anak Yusuf, dan seterusnya.

2. Jepang

Teori ini dirumuskan oleh N. McLeod, seorang misionaris Skotlandia yang tiba di Jepang pada tahun 1867.

Kuil Jepang dibangun dari cedar, katanya, seperti halnya Kuil Yahudi, dan orang Yahudi membawa Tabut Tuhan seperti yang dilakukan orang Jepang dengan mikoshi mereka (kuil portabel).

McLeod percaya orang-orang Yahudi melintasi Asia, menaklukkan China, Korea, dan kemudian, dipimpin oleh seorang pemimpin Yahudi-Korea yang dikenal sebagai Kaisar Jimmu.

3. Rusia

Rusia bagian selatan dan daerah di sekitar Laut Kaspia berada di pusat Kekaisaran Khazar pada Abad Pertengahan awal.

Keberadaan dan kemajuan orang-orang Khazar mengindikasikan akulturasi Yahudi Diaspora (yang melek huruf dan berteknologi) dengan suku Turki-Mongol yang buta huruf dan bergaya-hidup nomad.

Selain itu, komunitas Yahudi di Kaukasus seperti Yahudi Georgia atau Yahudi Dagestan, juga dikenal sebagai Yahudi Gunung, terhubung dengan Sepuluh Suku Hilang.

Namun spekulasi-spekulasi dan penelitian tidak menjamin kebenarannya mengingat sulitnya menelusuri kembali jejak-jejak yang telah lama dan bercampur baur itu. 

Sumber: Intisari Online

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved