Senin, 20 April 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Nestapa Pedagang di Batam Keluhkan Jam Malam, 'Sampai Kapan Begini Terus'

Pedagang di Batam yang biasa berjualan malam hari keluhkan pemberlakuan jam malam oleh Pemko Batam untuk mencegah penyebaran corona.

|
TribunBatam.id/Istimewa
JAM MALAM - Suasana jalanan sekitar jalan Taman Raya, Kota Batam setelah didatangi Tim Satgas Covid-19 Batam, Sabtu (3/7/). Para pedagang kuliner tampak ketar-ketir sebelum petugas tiba di tempat mereka setelah Pemko Batam memberlakukan jam malam terkait pencegahan penyebaran covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - "Ada razia, ada razia".

Teriakan pengendara sepeda motor yang melewati jalan sekitar Taman Raya, Kecamatan Batam Kota Sabtu (3/7) sekira pukul 23.49 WIB itu membuat sejumlah pedagang kuliner ketar-ketir.

Mereka berlarian tak tahu arah. Pelan-pelan, para pedagang mulai berkemas.

Sejumlah pedagang tampak tangkas membereskan perlengkapan mereka.

Khawatir, meja dan kursi atau barang lainnya dibongkar oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Batam.

"Sampai kapan begini terus," keluh seorang pedagang, Ajo kepada TribunBatam.id.

Di satu sisi, Ajo tak mungkin melawan aturan pemerintah.

Mengingat, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kota Batam diperpanjang.

Ia mau tak mau harus tunduk dan taat dengan aturan itu.

Di sisi lain, Ajo harus mengais rezeki untuk mengisi 'kampung tengah' keluarganya.

Tak hanya itu saja, uang kontrakan rumah dan tetek bengek lainnya pun harus dipikirkan.

"Kami jualan begini ya di malam hari baru ramai.

Ini saja sudah bingung yang rumah mau dibayar pakai apa," kesalnya lagi.

Walau menggerutu, Ajo bersama satu orang karyawannya tetap saja mengemas.

Ia paham, tak mungkin rasanya melawan.

Baca juga: Pujasera Tiban Centre Batam Sepi Pengunjung Imbas Jam Malam Cegah Covid-19

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Anambas Hari Ini Nihil hingga Aturan Jam Malam Berubah

Sebagaimana diketahui, tahap sosialisasi perpanjangan aturan PPKM berskala mikro di Batam telah dilakukan sejak minggu lalu, Sabtu (26/6).

Di hari pertama sosialisasi, Satpol PP Batam telah mendatangi enam titik keramaian.

Dimana, 5 titik hanya diberi imbauan untuk mematuhi Pemberlakuan jam malam.

Sedangkan satu titik lainnya, Lintas Coffee, mendapat surat peringatan (SP) kedua dikarenakan melanggar protokol kesehatan dengan tidak mengatur jarak duduk.

"Yang sudah waktunya lewat langsung kami bubarkan," ujar Kepala Satpol PP Batam, Salim saat dikonfirmasi TribunBatam mengenai teknis pelaksanaan jam malam.

Tren covid-19 di Batam pun diketahui semakin mengkhawatirkan.

Tim Satgas Covid-19 melaporkan, seluruh kawasan mainland di Batam telah berstatus zona merah.

Sedangkan kawasan hinterland sudah berstatus zona kuning penyebaran Covid-19.

Tingkat kasus aktif sendiri mencapai 16,237 persen dengan tingkat kematian hanya sebesar 2,219 persen. Sedangkan tingkat kesembuhan cukup tinggi dengan persentase 81,545 persen.

Total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 14.424 orang dan 11.762 di antaranya berhasil sembuh.

320 orang tercatat meninggal dunia dan 2.342 orang masih dalam perawatan.

Pemberlakuan jam malam di Batam dalam rangka Penanganan Covid - 19 mengundang polemik di tengah masyarakat.

Sebagian dari mereka mengganggap jika aturan tersebut seolah ikut melumpuhkan perekonomian warga di tengah kondisi serba sulit saat ini.

Menyikapi ini, Kepala Satpol PP Batam, Salim pun berkomentar.

"Bukan kami ingin mempersulit masyarakat. Diharapkan, pengetatan ini dapat membuat angka Covid-19 mereda," tegas Salim saat dihubungi TribunBatam.id, Minggu (4/7/2021).

Ia mengakui, sejumlah tindakan Tim Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan berbeda-beda. Tergantung tingkat pelanggarannya.

"Ada kursi dan meja diangkut. Tapi nanti silakan ambil lagi ke kantor camat. Dengan catatan, ke depan betul-betul memerhatikan protokol kesehatan," katanya lagi.

Sejak jam malam diberlakukan, lanjut Salim, sejumlah titik keramaian di Batam memang menjadi atensi pihaknya.

Oleh sebab itu, patroli pun akan terus dilakukan agar tiap titik keramaian dapat dikontrol dan tak menjadi pusat penyebaran Covid-19.

"14 hari ke depan memang cukup ketat. Tadi malam saja, kami patroli ke WTB, Mustofa Plaza, Pasir Putih, Bengkong Golden City, sekitar Sei Panas, Seraya, Harbour Bay, Pacific dan Kampung Bule," ungkapnya.

Dimana, patroli dilakukan sampai pukul 00.00 WIB. Tindakan ke tiap titik juga berbeda-beda, seperti di kawasan Welcome to Batam, pihaknya membubarkan kerumunan di sana.

Bahkan, di beberapa titik kuliner yang ramai pengunjung, Tim Satgas Covid-19 tak segan-segan untuk meminta pedagang segera menutup kedainya. Tidak ada tawar menawar

"Seperti areal sekitar belakang dutamas.

Depan kampus Politeknik juga kami cek. Kafe Cetroo dan Lintas Coffee juga sudah kami kumpulkan petugas dan tamu untuk diarahkan," ucapnya.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Virus Corona di Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved