Breaking News:

TRIBUN WIKI

Anosmia pada Covid-19 Ternyata Pertanda Baik, Kok Bisa?

Gejala anosmia yang dirasakan penderita Covid-19 ternyata pertanda baik. Kenapa bisa begitu?

Editor: Widi Wahyuning Tyas
FREEPIK
COVID19 - Anosmia pada Covid-19 ternyata pertanda baik. FOTO: ILUSTRASI ANOSMIA 

TRIBUNBATAM.id - Penderita Covid-19 biasanya mengalami gejala khas berupa hilangnya penciuman dan perasa.

Dalam istilah medis, kehilangan penciuman dikenal dengan anosmia.

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Namun, Anda yang mengalami gejala ini justru patut bersyukur.

Sebab, anosmia pada Covid-19 adalah pertanda baik.

Anosmia dan Covid-19

Penelitian menemukan bahwa anosmia karena Covid-19 merupakan indikator terbaik dari paparan virus corona.

Bagi banyak orang, kehilangan penciuman dan pengecapan bisa sangat parah, bisa memakan waktu berminggu-minggu dan berbulan-bulan sebelum indra kembali normal.

Banyak ahli percaya bahwa kehilangan penciuman atau pengecapan, ditambah dengan penurunan nafsu makan mungkin merupakan pertanda baik dari infeksi Covid-19.

Sebab, gejala ini dapat melindungi orang dari gejala mematikan lainnya dari Covid-19, yaitu serangan pernapasan dan peradangan.

Orang yang mengalami kehilangan penciuman dan pengecapan total, dengan gejala gastrointestinal seperti kram dan diare mungkin hanya menderita bentuk ringan dari virus corona.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved