Rabu, 29 April 2026

Siapa Sebenarnya Pria Afghanistan Pembunuh Juragan Emas? Ngaku Sudah Punya Istri

MM, pria berkewarganegaraan Afghanistan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Nasruddin alias Acik (45).

Polresta Jayapra Kota for Tribun-Papua.com
Pria inisial MM, warga negara Afganistan, tersangka pembunuhan pedagang emas di Kota Jayapura, Papua, pada 28 Juli 2021. Kasus ini menguras perhatian nasional. Pembunuhan telah direncanakan. 

TRIBUNBATAM.id - MM, pria Afghanistan yang membunuh Nasruddin alias Acik (44) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia ditangkap saat hendak meninggalkan Papua melalui Bandara Theys Eluay Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2021).

MM diduga membunuh Acik di Jalan Hanurata, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua,  28 Juni 2021 lalu.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav Robby memastikan MM dikenakan pasal berlapis terkait kasus pembunuhan berencana.

Gustav menyebut motif pembunuhan ditengarai hubungan asmara antara pelaku dan istri korban, VLH.

Adapun penikaman yang menewaskan Nasruddin alias Acik (44 tahun) adalah kasus kriminal murni.

Pernyataan ini, menyusul penyidikan polisi yang mengungkap tidak adanya perampokan saat peristiwa berlangsung. 

"Ini murni pembunuhan, pelaku hanya satu orang yakni MM," ujarnya.

Sementara, pembunuhan telah direncanakan oleh pelaku. 

"Dugaan perencanaan, karena pelaku telah mengikuti korban dan istrinya sebelum aksi pembunuhan," jelasnya.

Lalu siapa sebenarnya MM?

Sosok MM

Melansir artikel di Tribun-Papua.com dengan judul Ini yang Dilakukan Tersangka MM, 15 Hari Sebelum Pembunuhan di Holtekamp, sosok MM terungkap dari kesaksian seorang seniman tatto di Jayapura. 

Seniman tatto ini bertemu dengan MM pada 13 April 2021 di Cafe Soetijah, Jalan raya Holtekamp. 

Saat itu digelar acara grand opening cafe Soetijah yang dikemas ala anak muda milenial seperti ada lomba bridge dance, live musik, pameran lukisan, hingga open tatto.

Sekitar pukul 10.15 WIT, dia didatangi MM yang memintanya membuat tatto.

"Bang, saya mau tatto," kata pria blasteran dengan postur tubuh tinggi semampai kepada sang seniman.

"Tatto apa mas," kata sang seniman.

MM lalu menunjukkan deretan kalimat berbahasa Inggris yang sudah diketiknya diaplikasi catatan handphone miliknya.

Segera, sang seniman mempersiapkan segala perlengkapan tatto.

Singkat cerita, desain tattonya pun sudah selesai dan tinggal menatto.

Dalam proses tatto tersebut, obrolan pun mulai cair.

Sang seniman bertanya tentang latar belakang MM dan keluarganya. 

Kepada seniman tatto MM mengaku blasteran Afganistan-Batak.

Dia datang ke Jayapura sini untuk membantu kakak mengurusi kafenya di dekat jembatan merah (Jembatan Youtefa). 

Saat ditanya apakah sudah menikah? MM mengaku sudah menikah dengan perempuan jawa. 

Hanya saja saat itu istrinya masih tinggal di Jawa.

"Dia masih di Jawa. Nanti kalau usaha (kafe) sudah berjalan dengan baik, baru istri saya datang ke sini," ujar MM kepada seniman tatto. 

Proses pembuatan tattonya pun tidak lama.

Hanya 20 menit, tatto pun kelar.

Sang seniman pun mempersilahkan dirinya untuk melihat hasil tattonya.

"Good job bang. Bagus, istriku pasti suka. Karena ada inisial istriku di sini," ujar MM sambil menunjukkan tatto hasil kerjaku tersebut.

Cinta terlarang dengan istri juragan emas

Pembunuhan Juragan emas di Kota Jayapura
Pembunuhan Juragan emas di Kota Jayapura (Istimewa)

Adanya cinta terlarang antara MM dengan istri juragan emas yang dibunuh terkuak dalam penyelidikan polisi. 

Kapolres Urbinas, mengatakan saat ini istri korban (VLH) masih berstatus sebagai saksi korban.

"Dia masih sebatas saksi korban, tapi bisa juga dijadikan tersangka dengan kasus memberikan keterangan palsu kepada penyidik saat kasus pembunuhan terjadi," kata Urbinas.

Dikatakan, VLH saat ini sedang dalam perjalanan ke Jayapura didampingi aparat keamanan.

"Intinya, VLH sudah mengakui bahwa pelaku pembunuhan atas suaminya adalah MM. Tapi kami akan menggali lagi motif pembunuhan tersebut," ujarnya.

"Sedangkan MM sendiri lebih memilih diam saat diinterogasi. Kami akan berikan dia pendampingan (pengacara), agar kasus ini bisa cepat terselesaikan," tukasnya. 

Informasi yang dihimpun dari tribun timur, VLH masih berusia 25 tahun. 

Sementara sang suami, Nasruddin sudah berusia 45 tahun. 

Nasruddin menikahi VLH (25) sejak tahun 2014 lalu dan belum dikaruniai anak.

VLH diketahui menjalin cinta terlarang dengan M, tersangka pembunuh suaminya sejak dua tahun terakhir. 

VLH ditangkap di Kampung Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/7/2021).

Saat penjemputan VLH, Polda Jayapura dibackup Polda Sulsel. 

Nasaruddin memang warga Bangkan Balombong, Kabupaten Enrekang. 

Namun, ia sudah lama merantau di Kabupaten Keerom, Papua dengan membuka usaha Toko Emas disana.

Penjemputan terhadap istri korban disaksikan langsung oleh ratusan warga Bangkan Balombong, Desa Tirowali.

Penjemputan atau penangkapan VLH dilakukan saat keluarga Nasruddin masih dalam suasana duka pasca pemakaman Nasruddin yang jenazahnya dipulangkan ke Enrekang atas permintaan keluarganya.

Kepala Desa Tirowali, Guntur membenarkan adanya penjemputan oleh pihak kepolisian terhadap istri Nasruddin.

"Iya betul kemarin (Sabtu, 3/7/2021), istri korban dijemput oleh pihak kepolisian di Bangkan Balombong Desa Tirowali," kata Guntur saat dikonfirmasi TribunEnrekang.com lewat telpon, Minggu (4/7/2021) sore.

Menurutnya, istri korban dijemput oleh empat orang polisi, tiga dari Polda Jayapura dan satu orang dari Polda Makassar.

"Jadi menurut polisi yang jemput, istri korban ini dijemput karena dia sebagai saksi tunggal atau saksi utama dalam kasus itu. Karena katanya sudah ada yang didapat tiga orang pelaku, jadi sisa saksi tunggal," ujar Guntur.

"Karena tidak jelas kapan dia (istri korban) pulang, makanya polisi bilang dia jemput langsung kesini," tambahnya.

Guntur mengatakan, pihaknya tidak terlalu tahu alasan polisi menjemput langsung istri pelaku. 

Meski ada informasi yang beredar diduga adanya keterlibatan istri pelaku dalam kasus itu.

Bahkan, warga setempat sempat menyoraki VLH saat akan dijemput oleh pihak kepolisian.

"Saya juga tidak tahu, mungkin mengarah kesana. Tapi waktu penjemputan polisi hanya mengatakan dijemput sebagai saksi utama," ucapnya.

Guntur menambahkan, istri korban sendiri datang ke Bangkan Balombong saat mengantar jenazah suaminya Rabu (30/6/2021) dini hari lalu bersama ibu dan kakaknya.

Jenazah Nasruddin sendiri telah dimakamkan oleh warga pada Rabu (30/6/2021) siang kemarin. 

(*)

Baca berita terbaru lainnya di Google

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved