Siapa Sebenarnya Salomo yang Diceritakan Dalam Sejarah Ibrani dan Alkitab?
Salomo memerintah sebagai raja Israel selama 40 tahun dan meninggal pada usia 70 tahun
TRIBUNBATAM.id - Dalam sejarah ibrani (Hebrew) dan juga di Alkitab Perjanjian Lama , nama-nama seperti Abraham, Yakub (Jacob), Yusuf (Joseph), Musa (Moses), Daud (David) dan Solomon (Salomo) sering disebut.
Salomo, di antara nama yang sering disebut adalah salah satu raja terkenal di kerajaan Israel bersatu sebelum kerajaan terbagi menjadi dua, Kerajaan Israel di utara dan Kerajaan Yehuda di selatan.
Salomo adalah putra Daud (David). Alkitab mengungkapkan bahwa Daud, ayah Salomo adalah sosok pemberani dan bijaksana. Ia diyakini mampu memahami pikiran mahluk Tuhan.
Dikutip dari buku 'The Egyptian Origins of King David and the Temple of Solomon' karya penulis kelahiran Kairo Mesir, Ahmed Osman, Raja David diperkirakan hidup pada abad kesepuluh sebelum masehi (SM).
Ia memerintah sebagai raja Israel selama 40 tahun dan meninggal pada usia 70 tahun.
Tradisi mengatakan, ketika David meninggal, Salomo atau Solomon mewarisi kerajaan ayahnya dan keyaan yang luar biasa.
Hanya dalam waktu empat tahun, Salomo telah mengumpulkan sumber daya tersebut dan membangun Kuil yang disebut kuil raja Salomo (Solomon Temple).
Salomo pada masa kepemimpinannya sangat dikenal dengan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Namun, sebelum Daud ayahnya meninggal memberikan pesan kepada Salomo.
Pesan Daud dalam Alkitab Perjanjian Lama 1 Raja-raja 2 ayat 2 mencatat "Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.
Daud juga berpesan agar Salomo tetap setia kepada Tuhan Allah, dan mengikuti setiap perintah dan ketetapanNya.
Ibunya bernama Batsyeba binti Eliam.
Riwayat Salomo terutama diketahui dari catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, yang diyakini paling lambat dilengkapi pada abad ke-4 SM, dan didukung oleh tulisan-tulisan Yahudi dan Kristen Sejumlah peninggalan arkeologis membuktikan sejumlah fakta yang disebutkan dalam catatan-catatan kuno tersebut.
Menurut 2 Tawarikh 1:1-13 Salomo dikisahkan sebagai raja yang bijaksana.
Kebijaksanaannya itu diperolehnya karena anugerah Tuhan.
Kitab Amsal, Pengkotbah, dan Kidung Agung dipercaya ditulis oleh Raja Salomo
Salomo masih belasan tahun ketika ia menjadi raja.
Ia mencintai Allah, dan ia menuruti nasihat bagus yang diberikan kepadanya oleh Daud ayahnya.
Allah senang kepada Salomo, dan karena itu pada suatu malam Ia berkata kepada Salomo dalam mimpi, ’Salomo, apa yang kauinginkan untuk Kuberikan kepadamu?’
Ilustrasi Cerita Raja Salomo Saat Memimipin kerajaan Israel
Mendengar ini Salomo menjawab, ’Tuhan, Allahku, aku masih sangat muda dan aku tidak tahu bagaimana mestinya memerintah.
Maka kiranya Engkau memberikan hikmat untuk memerintah umat-Mu dengan cara yang benar.’
Tuhan senang akan apa yang diminta oleh Salomo.
Maka Ia berkata, ’Karena engkau telah meminta hikmat dan bukan umur panjang atau kekayaan, maka Aku akan memberikan kepadamu hikmat yang lebih banyak daripada yang pernah dimiliki oleh siapa saja yang pernah hidup.
Tapi aku juga akan memberikan kepadamu apa yang tidak kau minta, yaitu kekayaan dan kemuliaan.’
Tidak lama kemudian dua wanita datang kepada Salomo. Mereka mengalami kesulitan yang sukar diatasi.
’Wanita ini dan aku tinggal di rumah yang sama,’ seorang dari keduanya menjelaskan. ’Aku melahirkan anak lelaki, dan dua hari kemudian ia juga melahirkan bayi lelaki.
Lalu pada suatu malam bayinya meninggal. Tetapi ketika aku sedang tertidur, ia menaruh anaknya yang sudah mati di dekatku dan mengambil bayiku.
Ketika aku terbangun dan melihat anak yang mati itu, aku tahu bahwa itu bukan anakku.’
Mendengar itu wanita yang lain berkata, ’Tidak! Anak yang hidup itu saya punya, dan yang mati itu anaknya!’ Wanita yang pertama menjawab, ’Tidak! Anak yang mati itu kau punya, dan yang hidup itu aku punya!’ Begitulah kedua wanita itu bertengkar.
Baca juga: Kisah Musa, Nabi Pilihan Allah Mendapat Mujizat dan Pimpin Bangsa Israel Keluar dari Tanah Mesir
Baca juga: Kisah Yakub Si Penipu yang Diangkat jadi Israel, Kesalahan Masa Lampau Terus Membayangi
Apa yang akan dilakukan oleh Salomo?
Ia menyuruh diambilkan pedang, dan ketika pedang itu sudah ada, ia berkata, ’Penggallah bayi yang hidup itu menjadi dua, dan berikan separuh kepada masing-masing wanita ini.’
’Jangan!’ teriak ibu yang sebenarnya dari bayi itu. ’Mohon jangan dibunuh bayi itu.
Berikanlah kepadanya!’ Tapi wanita yang lain berkata, ’Jangan berikan kepada siapa pun; penggallah.’
Akhirnya Salomo berbicara, ’Jangan bunuh anak itu! Berikanlah kepada wanita yang pertama.
Dialah ibunya yang sebenarnya.’ Salomo tahu hal ini sebab ibu yang sebenarnya mencintai bayi itu sampai-sampai ia rela memberikannya kepada wanita yang lain supaya anak itu tidak dibunuh.
Ketika rakyat mendengar bagaimana Salomo mengatasi kesulitan itu, mereka bersukacita mendapat raja yang begitu bijaksana.
Selama pemerintahan Salomo, Allah memberkati bangsa itu.
Tanah mereka menumbuhkan banyak sekali gandum dan jelai, buah anggur dan ara serta makanan lainnya.
Rakyat memakai pakaian yang bagus dan tinggal di rumah yang bagus.
Setiap orang mempunyai lebih dari cukup.
Sumber TribunManado.com