Senin, 20 April 2026

TRIBUN WIKI

Masa Inkubasi Varian Baru Covid-19 Hanya 5 Hari, Gejala Lebih Parah

Varian baru Covid-19 bukan hanya mudah menular, namun juga lebih cepat menimbulkan gejala dalam masa inkubasi.

freepik.com
COVID-19 - Fakta-fakta varian baru Covid-19. FOTO: ILUSTRASI DEMAM 

TRIBUNBATAM.id - Varian baru Covid-19 tak hanya lebih menular, namun juga memiliki masa inkubasi yang jauh lebih sedikit.

Bila biasanya masa inkubasi virus Corona adalah 14 hari, maka inkubasi varian baru ini hanya 5-6 hari saja.

Setidaknya, ada 4 varian baru yang diklasifikasikan sebagai variant of concern (Voc) atau yang perlu diwaspadai global.

Keempat varian tersebut yakni varian Alpha, Betta, Gamma, dan Delta.

Varian baru itu memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dibanding virus Corona sebelumnya.

Fakta varian baru Covid-19

Melansir artikel di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Varian Baru Covid-19, Kecepatan Penularan hingga Masa Inkubasi", berikut beberapa fakta mengenai varian baru Covid-19:

1. Fatality rate (tingkat keparahan)

Varian baru Covid-19 telah menimbulkan gejala yang jauh lebih parah dari virus sebelumnya.

Varian Covid-19 Alpha merupakan yang terbanyak, 86 persen, dengan fatality rate 1,9 persen.

Dilanjutkan fatality rate akibat infeksi varian baru Delta yakni 12,9 persen, lalu Beta 0,4 persen dengan fatality rate 1,4 persen. 

2. Kecepatan penularan

Fatality rate varian baru Delta menetap 0,1 persen dalam 28 hari.

Namun pada kasus traveller yang riwayat perjalanannya tidak terdeteksi, varian ini lebih cepat menyebar yaitu sebesar 11,3 persen dibandingkan Kappa 10,8 persen dan Alpha 8 persen. 

Penularan varian baru Covid-19 bisa terjadi melalui mulut, hidung, maupun mata.

Varian baru ini ternyata memiliki kemampuan transmisi atau penularan yang lebih progresif dan cepat 20 persen dibandingkan dengan virus aslinya.

Adapun median interval untuk transmisi atau penularan varian Delta dan Alpha adalah 4 hari.

3. Jarak aman 1,8 meter

Selama ini, jarak aman untuk menghindari infeksi Covid-19 yang dianjurkan minimal adalah 1,5 meter.

Namun, sebuah studi retrospektif mengemukakan bahwa salah satu transmisi airbone terjadi di dalam pesawat dengan jarak 7 kursi.

Hasil ini mengindikasikan penularan mutasi virus SARS-CoV-2 dapat terjadi lebih dari jarak 1 meter.

Sehingga jarak interaksi yang dapat meminimalisir transmisi adalah 1,8 meter.

Kontak jarak dekat dalam 1 meter saat bernapas maupun proses inokulasi (pemindahan media) berisiko untuk terjadinya transmisi virus melalui mulut, hidung, maupun mata.

4. Masa inkubasi

Pada awal kemunculan virus SARS-CoV-2 di akhir tahun 2019 lalu, masa inkubasi penyakit Covid-19 ini diketahui adalah 14 hari.

Masa inkubasi adalah jarak atau waktu antara eksposur (paparan virus) hingga terjadi gejala (simptom) pada tubuh.

Saat ini dengan ragamnya varian baru tersebut, rata-rata masa inkubasi Covid-19 sekitar 5-6 hari, tetapi bisa juga selama 14 hari tergantung dari faktor tubuh merespon virulensi.

Oleh karena itu, pemeriksaan RT-PCR sebenarnya dapat mendeteksi virus tersebut hingga 1-3 hari sebelum tubuh bergejala.

5. Jenis masker yang tepat

Pada awal kemunculannya, kita dianjurkan untuk menggunakan masker medis ataupun masker kain.

Sementara masker N95 juga lebih baik tetapi cuma dianjurkan dipakai oleh petugas medis.

Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bhakti Wara, dr Nafiandi SpPK menyampaikan, meningkatnya kasus infeksi Covid-19 di Indonesia saat ini adalah kemungkinan besar pemakaian masker yang salah.

"Seseorang sangat riskan terpapar Covid-19 jika jenis masker yang digunakan salah, cara memakai dan membuka masker salah, sering memegang masker waktu dipakai terutama bagian depan, serta tidak menjaga jarak karena tetap berisiko terinfeksi walaupun sudah memakai masker,” ujarnya.

Cara penggunaan masker yang benar untuk terhindar dari varian baru Covid-19 ini adalah masker harus menutupi hidung dan mulut, pastikan tangan bersih waktu memakai masker, jangan menyentuh masker yang digunakan, hindari menyentuh bagian depan masker ketika membuka masker dan buka masker dari belakang. 

Setelah membuka masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.

“Dianjurkan untuk menggunakan masker bedah di dalam dan masker kain di luar karena pemakaian seperti ini akan meningkatkan efektivitas filtrasi masker dan dapat memblokir 80 persen partikel,” jelasnya.

(*)
Berita lain tentang COVID-19
Baca berita terbaru lainnya di Google
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved