HUMAN INTEREST
Cerita Tenaga Kesehatan Batam dr Mugia Ramadhan Wakafkan Diri Selama Pandemi
Kasi Penunjang Medik RS Soedarsono Dharmosoewito itu bahkan harus mengesampingkan khawatirnya selama bertugas saat pandemi Covid-19.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pandemi covid-19 begitu menyita perhatian tenaga kesehatan.
Termasuk bagi dr Mugia Ramadhan.
Kasi Penunjang Medik RS Soedarsono Dharmosoewito itu bersama rekannya boleh dibilang mewakafkan diri di tengah situasi sulit ini.
Mugi bahkan harus mengesampingkan kekhawatirannya selama bertugas.
Terlebih dengan anak pertamanya yang masih balita.
Protokol kesehatan begitu ia juga. Begitu pula harapannya dengan warga Kepri menjaga protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir.
Sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Batam, hampir semua lini kehidupan berubah.
Pola hidup dan tingkah laku Warga Batam pun disesuaikan dengan dampak dari virus ini.
Mengingat, hampir seluruh kecamatan di Batam sudah berstatus Zona Merah Covid-19.
Kondisi ini pun membuat banyak orang resah dan khawatir.
Mugi memandang jika Penanganan Covid - 19 seharusnya menjadi atensi seluruh pihak.
Tak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat secara keseluruhan.
"Di situasi sulit ini, kita harus bergotong royong agar semua pulih kembali," ujar Mugi kepada TribunBatam.id, Rabu (7/7/2021).
Selama bertugas, Mugi mengatakan jika pelayanan terhadap seluruh pasien menjadi prioritas utama dirinya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meledak, Batam Butuh Bantuan Tenaga Kesehatan Tambahan
Baca juga: Penerimaan CPNS 2021 Kepri, Lingga Buka 112 Tenaga Kesehatan, 139 Tenaga Teknis
Tak pernah ada pembedaan antara pasien umum atau lainnya.
Walau kekhawatiran terhadap penularan tak bisa dikesampingkan, tapi dirinya berusaha memberikan penanganan terbaik.
"Kami para dokter telah mewakafkan diri kami di tengah situasi sulit ini.
Artinya, pasien manapun akan dilayani maksimal dan tak pembedaan," tegasnya lagi.
Selama pandemi melanda, Mugi mengaku jika dirinya tetap menerima pasien seperti biasa.
Tak ada konsultasi daring atau cara lainnya.
Mengingat, Mugi bertugas sebagai dokter yang melayani Medical Check Up (MCU) tiap pasien.
"Bagi saya, bertemu dan memeriksa pasien secara langsung adalah kewajiban.
Tentu agak berbeda jika melakukannya via daring, apalagi saya di MCU," katanya.
Selama memeriksa pasien, Alat Pelindung Diri (APD) lengkap menjadi senjata utamanya agar mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Tiba di rumah pun saya langsung mandi. Selama bertugas, masker dan hand sanitizer menjadi hal yang tak boleh dilewatkan," tambahnya.
Mugi pun berharap agar situasi pelik ini dapat segera berlalu. Bukan tanpa alasan, hampir seluruh sektor dibuat lesu oleh pandemi.
Dan dirinya juga berharap agar perhatian terhadap tenaga medis lebih dimaksimalkan.
"Pada intinya, kita bersama saling jaga. Bergotong royong agar ini selesai," ujarnya.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Human Interest
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tenaga-kesehatan-di-batam-dr-mugia-ramadhan.jpg)